
Nayla dan juga Rossa membawa Rena keluar dari kamar pengantinnya meninggalkan Andre yang sedang sedih karena lagi lagi Istrinya di bawa kabur oleh Ibu dan juga Adiknya.
" Duduk Nak, pelan pelan saja "
Rena menurut apa yang di perintahkan Rossa, Ia mendudukkan bokongnya di sisi ranjang. Di bantu Nayla kaki Rena di angkat ke atas ranjang agar Ia bisa Istrahat dengan nyaman.
" Mbak ! hari ini istrahat disini saja dulu, nanti baru pindah ke atas kalau sudah baikan. Oh iya bentar, seperti nya tadi Mbak Rena belum sarapan ya, bentar aku ambilkan sarapannya dulu ya "
Nayla melangkah keluar mengambilkan sarapan untuk kakak iparnya itu. Semuanya Ia sediakan sendiri tanpa ingin di bantu oleh ART. Ia segera kembali setelah semunya lengkap.
" Assalamu'alaikum, ini dia sarapannya Mbak. Ayo siap siap makan "
Rena mengambil meja kecil dan meletakkan nya di atas ranjang kemudian menaruh sarapan pagi Rena di atasnya. Rena merasa tidak enak hati karena disini semua memperlakukan nya dengan baik dan bahkan baginya terkesan berlebihan
" Biar aku saja, aku masih bisa sendiri kok Nay "
Nayla dan juga Rossa tersenyum bahagia.
" Tidak apa apa Mbak, hitung hitung ini sebagai ucapan terima kasih dari kami karena Mbak Rena sudah mau menerima Mas Andre dan mau memaafkannya juga. "
Rossa tersenyum melihat kedua Putrinya saling menyayangi.
" Bu, kayaknya Nay nggak bisa lama lama lagi disini. Mas Asrul hari ini akan pulang, jadi Nay juga harus segera pulang. Mbak baik baik disini ya, hm.... jangan lupa cepat beri keponakan baru. Jangan lama lama soalnya suami mu itu sudah tua, kalau lama lama kasihan nanti tambah tua lagi "
Nayla tidak pernah melupakan kesempatan untuk menggoda Mas nya dan juga kakak Iparnya itu. Rena yang di goda seperti itu tentu merasa malu.
" Nayla, hust berhenti menggoda kakak mu. Ibu yakin kok, Mas mu pasti segera dapat keponakan baru buat kita jadi kamu santai saja. "
Nayla manggut manggut, Ia berpamitan karena anak cowoknya sudah menunggunya di depan sejak tadi.
" iya Bu, ya sudah kalau begitu. Nay pamit dulu ya Bu "
Nayla mencium punggung tangan Rossa dan kemudian beralih pada Rena, Ia memberikan kecupan di pipi kakak Iparnya itu.
" Eh kamu pulangnya pakai apa Nak " Tanya Rossa.
" Di jemput sama Alwi Bu, itu sudah nungguin di mobil "
" Alwi, kok nggak masuk dulu temuin Oma nya dulu "
" Ibu kan sudah tahu bagaimana cucu Ibu itu, nanti Nay suruh masuk saja "
Rossa ingin keluar namun tidak nyaman meninggalkan menantu nya seorang diri.
" Mama kalau mau pergi nggak apa apa, Rena bisa sendiri kok "
Rossa akhirnya tersenyum dan pamit keluar menyusul Nayla, tidak bisa di pungkiri kalau Ia juga begitu merindukan Cucu kesayangan nya yang sudah beranjak remaja itu.
" Mama, kok kita pulang ke rumah sih, enakan disini di rumah Oma. Ara bisa main sama Oma "
Nayla tersenyum pada Putrinya, Ia tahu Putrinya pasti merasa nyaman disana sama seperti nya namun mereka juga punya rumah sendiri punya kehidupan sendiri.
" Sayang, Mama tahu Ara suka disini tapi apa Ara tidak ingin ketemu Papa. "
Gadis kecil itu menatap Ibunya dengan mata berbinar.
" Papa, apa Papa sudah pulang Ma "
Nayla menggeleng pelan dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya.
" Belum Nak, tapi baru akan pulang. Makanya kita harus segera pulang ke rumah sebelum Papa tiba, jadi nanti kalau Papa datang kita sudah di rumah bagaimana Nak "
Ara mengangguk setuju
" Nah gitu baru anak Mama, anak pintar. Peluk Mama dulu sayang "
Nayla merentangkan tangannya dan memeluk Putri kesayangannya.
" Nak ! temui Oma dulu sebentar, kasihan Oma pasti merindukanmu "
Alwi sebenarnya malas untuk turun, namun di luar sudah nampak Rossa yang berdiri menunggu dirinya.
" Iya Ma "
Alwi membuka pintu dan langsung mencium tangan sang Oma. Rossa memeluk cucunya dengan erat dan menepuk pundak cucu pertamanya itu.
" Maaf Oma, Alwi belakangan ini sibuk dan jarang main kemari. Gimana kabar Oma " Tanya Alwi.
Rossa tersenyum, Ia tahu cucu pertama nya itu memang punya kesibukan jadi Ia bisa maklum.
" Tidak apa apa sayang, hm ~~ Oma baik. Lihat saja, Oma sehat "
Alwi tertawa kecil melihat tingkah lucu Oma Rossa yang menunjukkan pada Alwi bagaimana kondisinya.
" Ya sudah Oma, kita pulang dulu ya. Oma baik baik disini, kalau ada apa apa jangan segan segan untuk hubungi Alwi atau yang lainnya ya "
Nayla dan kedua anaknya meninggalkan kediaman Rossa setelah mereka usai berpamitan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan mereka mengobrol berbagai hal. Kadang juga mereka tertawa melihat tingkah Ara yang menggemaskan.
❤❤❤
Makasih buat semua yang sudah mampir, semoga berkah untuk semua.