
Asrul berhasil membawa pulang Nayla setelah melalui drama perdebatan antara dirinya dan juga sepupu yang sudah di anggap nya adik sendiri.
Di perjalanan Nayla hanya diam saja sementara Asrul juga tidak berani mengajaknya berbicara, Ia sudah sangat bersyukur karena Nayla mau ikut pulang dengan nya tanpa paksaan yang berarti.
Sesampai di rumah Alwi begitu sangat bahagia melihat kedatangan kedua orang tuanya, apalagi hal ini sangat jarang terjadi.
" Mama, Pa..... " Alwi mencium punggung tangan kedua orang tuanya setelah menjawab salam keduanya.
..." Ya Allah, Alhamdulillah. Akhirnya Mama Papa bisa pulang barengan, Alwi hanya ingin punya keluarga yang utuh Ya Allah. Buatlah mereka selalu bahagia " Batin Alwi....
" Sudah makan sayang, maaf Mama baru pulang. Kamu pasti sudah lapar ya, Mama terlambat memasak untukmu, bentar ya sayang.....! "
Nayla meletakkan tas kerjanya dan bergegas ke dapur ingin membuat santapan enak untuk putranya, namun Alwi mencegahnya.
" Tidak perlu Ma, Alwi bisa makan apa saja yang sudah dimasak sama Bibi. Lagi pula tadi baunya sangat lezat, Alwi sudah sangat lapar tapi nunggu Mama sama Papa pulang biar bisa makan sama sama " Jawab nya
Ia tidak ingin merusak suasana yang menurutnya masih sangat langka baginya, jarang kedua orang tuanya bisa meluangkan waktu bersama. Dia berharap kedepan nya semua akan menjadi lebih baik dari sebelum nya.
" Tapi Nak, kamu kan tidak..... biar Mama buat dulu sebentar saja, tidak lama kok Nak " Ucap Nayla
Nayla merasa tidak enak hati pada Putra semata wayangnya itu karena terlambat pulang dan menyiapkan makan siang untuk anak kesayangan nya itu, tapi berbeda dengan Nayla
Alwi malah sangat bahagia melihat kedua orang tuanya kembali bersama dan itu mampu membuatnya merubah jalan pikiran nya selama ini.
" Tidak apa apa Ma, Alwi sudah sangat lapar. Yuk kita makan sekarang " Ajak Alwi.
Nayla akhirnya mengalah, walau awalnya Ia sedih dan merasa bersalah. Namun ketika melihat Alwi yang makan dengan begitu lahapnya Ia menjadi sedikit lega. Akhirnya Putra nya itu mau makan masakan orang lain selain dirinya.
Di dalam kamar pada malam hari untuk pertama keduanya salah tingkah, Nayla yang sejak tadi terus menyesali kenapa dirinya harus mengakui kalau hubungan nya dengan Asrul benar adanya malah membuatnya serba salah. Begitu juga dengan Asrul yang sudah bagaikan terbang di awan karena mendapat angin syurga karena Nayla mengakui kalau mereka adalah sepasang suami istri dan itu membuatnya berharap lebih.
" Makasih Nayla " Ucap Asrul tiba tiba.
Nayla menoleh dan bingung
" Makasih karena sudah membantuku tadi di depan Alex, kalau kamu tidak mengakui hubungan ini kemungkinan besar aku pasti malu. Maaf lagi lagi aku memaksakan kehendak ku padamu, maaf juga karena sedari tadi aku mengikutimu. Tadi di kantor perasaanku gelisah dan aku takut kamu dalam masalah untuk itulah aku memberanikan diri mengikutimu. Sekali lagi maafkan aku "
Nayla yang sedari tadi mendengar penjelasan Asrul akhirnya buka suara
" Sudahlah Mas, tidak apa apa dan tidak usah di pikirkan lagi. Bukankah kenyataan nya memang seperti itu adanya"
Mereka baru bisa tertidur setelah keduanya mampu menguasai hati mereka masing masing.
Lagi lagi Nayla terbangun dengan kondisi yang sama, namun kali ini lebih parah. Pria itu memeluknya dengan sangat erat, hingga susah baginya untuk lepas.
" Jangan di lepaskan Nayla, aku mohon hanya memeluk saja, tidak lebih "
Nayla memandang wajah Pria yang tepat berada di depan nya, masih memejamkan mata begitulah batin nya.