
💞. L͎E͎P͎A͎S͎K͎A͎N͎ A͎K͎U͎ 49 💞
🎠🎠ðŸŽ
***
Motor yang di kendarai Nayla melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat yang sudah mereka bicarakan sebelumnya.
Tidak butuh waktu lama, karena memang tempatnya tidak terlalu jauh dari kediaman Nayla sekarang ini.
" Horeee akhirnya Alwi bisa ke taman bermain juga......! " Sorak Alwi kegirangan
Tidak ada wahana yang luput dari jajalan Alwi, hingga waktu terus berjalan.
Nayla ngos ngosan menuruti semua kemauan Alwi, karena Ia sudah berjanji akan mengabulkan semua permintaan Alwi putra semata wayangnya itu.
" Sayang, Mama sudah lelah dan juga haus. Bagaimana kalau kita istrahat dulu, kita ke kantin sebentar buat beli minum sama gorengan. " Tanya Nayla lembut.
" Mama saja yang beli ya, Alwi disini saja, Alwi masih mau main. " Jawab Alwi sambil menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah, Alwi main disini sama Ibu dulu ya, jangan kemana mana. Mama tidak akan lama, hanya sebentar saja. Mila, titip Alwi ya......! Pesan Nayla sambil berlalu pergi.
" Pak, pesan minumannya tiga sama gorengannya sepuluh ribu, di bungkus saja ya....! Ucap Nayla dan langsung di I yakan oleh si paman penjual gorengan.
" Iya Bu, tunggu sebentar ya "
Tidak lama pesanan pun jadi, dua kantong plastik dengan isi yg berbeda berhasil ketangan Nayla.
" Berapa Pak ? " Tanya Nayla setelahnya.
" Dua puluh lima ribu Bu.....!. " Jawab si penjual
Nayla mengambil uang dalam tasnya dan memberikan satu uang seratus ribuan pada penjual tersebut.
" Ini Pak.....!."
Si bapak melihat uang Nayla dan tersenyum
" Bu, uangnya besar sekali, saya belum ada kembaliannya. " Ucap Paman itu lagi.
" Hm tapi saya juga tidak punya uang pas Pak, adanya begitu semua. " Ucap Nayla.
" Ya sudah, Ibu tunggu di sini sebentar, saya mau cari pecahannya di sebelah. "
Nayla hanya tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan Paman penjual makanan tersebut.
***
Ditempat yang sama seorang Nenek tengah menjajakan jualannya, nampaknya beliau sangat kelelahan. Tapi tak ada satu pun yang laku nampaknya.
" Alwi, kita kesana yuk, kasihan Nenek itu. Jajanannya sepertinya tidak ada yang laku. " Ucap Kamila sambil tangannya menunjuk kearah Nenek penjual tersebut.
Alwi mengalihkan pandangannya ke arah yang di maksud Kamila. Ia menjadi kasihan pada Nenek itu.
" Ayo Bu......!. " Ajak Alwi.
" Tapi kita mau apa nanti kalau sudah di sana. " Nayla bergumam sendiri.
Alwi juga nampak berpikir, apa yang akan mereka lakukan agar bisa membantu jualan si Nenek biar cepat laku.
" Ha I ya Bu, bagaimana kalau kita bantuin Nenek itu jualan, misalnya kita pancing pembeli agar mereka mau membeli jualan Nenek itu. " Jawab Alwi seraya tersenyum.
" Hm, Anak Ibu memang paling pintar. Bagaimana, siap beraksi jagoan.....?. "
" Siap.......!. " Seru Alwi kegirangan.
Mereka melakukan tos kebanggaan mereka berdua.
" Ayo, siap beraksi.....!. "
Keduanya pun berjalan mendekat kepada Nenek pejual jajanan itu. Mereka saling berpandangan memberi aba aba satu sama lain, dan akhirnya tersenyum.
" Ku yang dulu bukanlah yang sekarang
Dulu ditendang sekarang ku disayang
Dulu dulu dulu ku menderita
Cita citaku menjadi orang kaya
Dulu ku susah sekarang Alhamdulillah
Bersyukurlah pada yang Maha Kuasa
Memberi jalan untuk semua....."
Lirik manis itu keluar dari mulut mungil Alwi dengan sangat bahagia, sedangkan Kamila berteriak teriak membantu Nenek penjual jajanan tersebut.
" Mari di beli Bu, Pak, Kuenya enak dan murah meriah. " Seru Kamila.
Alwi bernyanyi sambil berputar putar, hatinya sangat bahagia melihat usaha mereka tidak sia sia.
Bugh........!
" Awwww......" Jerit Alwi ketika seseorang menabraknya tiba tiba.
" Anak nakal, kenapa ada di tempat ramai seperti ini. Dimana orang tuamu, sampai anak sekecil kamu di biarkan mengamen di sini. " Bentak seseorang yang baru saja menabraknya itu.
Alwi sangat ketakutan, masalahnya dia memang tidak pernah mendengar suara yang begitu keras memarahinya.
Dari jauh Nayla yang sedari tadi mencari keberadaan Alwi namun tak kunjung di temukan, akhirnya samar samar melihat keributan. Ia pun berlari kearah tersebut, alangkah terkejutnya Ia setelah mengetahui siapa yang menjadi alasan keributan itu.
" Alwi sayang.......!. "
Nayla berlari memeluk putra kesayangannya itu yang nampak sangat ketakutan.
" Sayang, kamu tidak apa apa Nak ? " Tanya Nayla khawatir, namun yang di tanya tidak bergeming sama sekali.
Dari arah yang berlawanan Kamila juga berlarian setelah melihat apa yang terjadi.
" Sayang, maafkan Ibu......! Ibu tidak melihatmu tadi, maaf Kak....!. " Ucap Kamila merasa bersalah.
" Tidak apa apa Mila. " Jawab Nayla.
" Maaf kalau anak saya melakukan kesa......... "
Nayla menghentikan ucapannya ketika Ia mengangkat wajahnya dan mengetahui siapa yang sedang berhadapan dengannya.
" Mas Asrul........!. " Jerit hati Nayla.
Mulutnya seakan bungkam seribu bahasa, Ia tidak sanggup lagi mengeluarkan satu kata pun. Di saat yang bersamaan Asrul juga merasakan hal yang sama, mulutnya seakan terkunci tidak dapat berkata apa pun.
" Kak, ayo kita pulang. " Ajak Kamila karena melihat Kakaknya yang hampir menyerupai patung.
" Maafkan anak saya Pak, maafkan kami. Kami pamit pulang dulu. " Ucap Kamila kemudian.
Ia mengandeng tangan Nayla dan juga Alwi dan mengajaknya pergi dari keramaian itu.
" Ayo kak.......!. " Ajak Kamila ketika mereka tiba di parkiran.
Bukan tanpa alasan, Kamila menjadi bingung melihat kondisi Nayla. Diam hampir menyerupai patung, tapi berjalan. Ia sampai menyentuh pundak Nayla untuk menyadarkannya.
" Ada apa Kak.....? Tanya Kamila pelan sesaat setelah kesadaran Nayla mulai pulih.
" Alwi....! Alwi mana Mila ?" Tanya Nayla kemudian.
Kamila menjadi semakin bingung melihat ketakutan Nayla.
" Ada Kak, ini Dia....!. " Jawab Kamila.
Alwi berdiri di hadapan Nayla dan nampak turut khawatir melihat keadaan sang Mama.
" Alwi disini Mama, maafkan Alwi karena buat Mama sedih. Alwi janji tidak akan ketaman bermain lagi, tidak akan nakal lagi. " Ucap Alwi dengan mata berkaca kaca.
Nayla memeluk erat putra kesayangannya itu, rasa takut akan kehilangan mulai menghantui pikirannya.
" Tidak sayang, Alwi tidak salah Nak. Mama yang salah karena meninggalkan Alwi disini. Sudahlah, sekarang itu sudah tidak jadi masalah. Yang harus kita lakukan sekarang adalah pergi secepatnya dari sini, Ibu tidak ingin kita berlama lama di sini sayang. " Ucap Nayla seraya memberikan kecupan sayang pada putra semata wayangnya itu.
💞💞💞
💖💖💖 N͎A͎Y͎L͎A͎ A͎I͎S͎Y͎A͎H͎ 💗💗💗
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA BAGI YANG MASIH SETIA MENANTI KELANJUTAN LA. MAAF KARENA KETERLAMBATAN UP, KARENA ADA HAL YANG SANGAT PENTING DI DUNIA RL AUTHOR