
Nayla sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk semua penghuni rumah, sebenarnya Ia bisa saja bersantai dan semua akan beres di kerjakan ART, namun Nayla tidak ingin berdiam diri dan membebankan semua pekerjaan rumah pada ART.
Apalagi kalau menyangkut apa yang harus di santap keluarga kecilnya Nayla harus memastikannya sendiri kalau itu adalah hidangan yang sehat.
" Mama ! Kok Papa belum datang juga sih, apa jangan jangan Papa nggak jadi datang "
Ara yang sejak tadi nampak gelisah menanti kehadiran Ayahnya tidak tahan untuk bertanya.
Nayla menatap jam yang ada di pergelangan tangannya, Ia tersenyum lembut pada Putri kecilnya itu.
" Sayang ! ini baru jam tiga, mungkin sebentar lagi. Ara tunggu saja kan Papa di jemput sama Mas Alwi kan, sudah sabar sayang. Hm ~ apa Ara mau susu coklat, Mama buatkan ya sayang "
Meskipun nampak mood nya kurang bagus namun mendengar susu coklat tentu Ia tidak akan bisa menolaknya.
" Iya Ma " Jawabnya masih dengan wajah cemberut.
Nayla kembali ke dapur guna membuatkan susu kesukaan Putri kecilnya itu.
" Hallo sayangnya Mama, ini dia susu coklatnya, silahkan di minum "
Ara mengangguk dan berterima kasih pada Ibunya, setelah berhasil membujuk Ara Nayla kembali pada pekerjaannya yang hampir mencapai finish.
" Assalamu'alaikum "
Tidak berapa lama akhirnya terdengar suara mengucap salam dari luar, terdengar juga suara Ara yang menggema. Nayla hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu Putrinya.
" Wa'alaikum salam, horee Papa pulang " Sorak Ara, suaranya terdengar sampai kedapur membuat Bibi dan Nayla tertawa bahagia.
Ara berlari sambil merentangkan tangannya, Asrul yang melihat itu langsung meletakkan tas yang Ia bawa dan menyambut tubuh Putri kesayangannya kedalam pelukannya.
" Sayangnya Papa, wah dah berat nih " Goda Asrul, Ia mencium wajah Ara hingga gadis kecil itu tertawa geli
" Papa kok lama banget sih, tahu nggak kalau Ara rindu "
Asrul menatap wajah cemberut Putrinya dan berusaha memberikan alasan yang tepat yang bisa di Terima gadis kecilnya itu.
" Sayang ! Papa kan kerja cari uang, biar Ara, Mama dan Mas Alwi bisa belanja. Kalau soal tadi sih memang jalannya saja yang macet Nak makanya Papa lambat tiba di rumah. Sudah jangan cemberut gitu, yang penting kan sekarang Papa sudah sampai di rumah "
Ara yang sebelumnya kecewa akhirnya bisa tersenyum kembali mendengar ucapan Ayahnya.
" Hm ~ Mama ada dimana sayang " Tanya Asrul pada Ara yang masih setia di dalam gendongannya.
" Mama di dapur Pa, Mama masak enak buat kita "
Asrul tertawa kecil, inilah bahagia yang Ia cari selama ini. Pulang ke rumah meskipun lelah tapi ketika melihat anak anak nya yang begitu ceria seolah menjadi pengobat rasa lelahnya.
" Hai sayang "
Nayla segera mencium punggung tangan suaminya dengan senyum manis di bibirnya.
" Hai juga Mas " Balas Nayla.
Asrul melihat banyak hidangan tersaji di atas meja, semua mengunggah seleranya.
" Sayang, turun dulu Nak. Biarkan Papa mandi dan ganti baju dulu, main sama Papanya nanti lagi ya "
Ara mengangguk dan turun dari gendongan Ayahnya.
" Ara ! Main sama Mas sini sebentar " Panggil Alwi pada Adiknya.
Jarak antara keduanya yang sangat jauh membuat Alwi begitu menyanyangi bahkan memanjakan Adik kesayangannya sekaligus Adik satu satunya yang Ia punya.
" Baik Mas ! "
Ara berlari kecil dan seperti biasa Ia langsung duduk di pangkuan kakak laki lakinya itu.
" Mas ! Hari ini Ara di bawain apa "
Alwi terkejut, karena buru buru menjemput Ayahnya Ia bahkan lupa membelikan sang Adik jajan dari luar.
" Mas~~~ " Alwi bingung harus mengatakan apa, Ia tidak ingin sang Adik kecewa.
Ia tahu kondisi apa yang sedang di alami anak laki laki itu.
" Ini Den oleh olehnya tadi ketinggalan di mobil " Ucap satpam yang di mintai Asrul untuk membawa semua barang barang brlanjaannya kedalam rumah.
Ara tersenyum senang melihat beberapa kotak ada di depannya.
" Wah Mas memang paling baik, makasih "
Ara mencium Pipi saudara laki-laki nya itu dan Alwi menatap sang Ayah dan tersenyum. Ia berterima kasih karena sang Ayah menyelamatkannya hari ini.
Asrul berlalu naik ke lantai dua untuk membersihkan diri, Nayla pun menyusul setelah urusan dapurnya selesai.
Asrul yang baru saja membuka pakaiannya terkejut melihat kedatangan Nayla, tanpa menunggu aba aba Ia langsung memeluk dan menghujani wajah Istrinya itu dengan ciuman.
" Sayang, aku merindukan mu " Ucap Asrul dengan tatapan penuh minat.
" Iya Mas, sudah sekarang Mas mandi dulu baru tirun, kasihan anak anak menunggu di bawah "
Asrul enggan melepas pelukannya pada tubuh Istrinya, Ia bahkan memberi kecupan di daerah daerah sensitif Istrinya membuat Nayla merinding.
Bagaimana pun juga Ia juga merindukan suaminya itu.
" Sayang ! Aku menginginkan mu " Bisik Asrul tepat di telinga Nayla.
Hembusan nafasnya mengenai kulit Nayla yang membuat Ia harus susah payah menahan hasrat yang sama.
" Mas, mandi dulu kasihan anak anak menunggu " Nayla mengulang ucapannya.
Asrul mengangguk dan tertawa kecil, Ia membenarkan ucapan Istrinya.
" Nanti malam ya Sayang " Bisiknya lagi.
Nayla mengangguk mengiyakan, baru setelah itu Asrul pergi meninggalkan Istrinya ke kamar mandi.
Nayla menggeleng kepala pelan dan tersenyum malu melihat tingkah suaminya.
" Ada ada saja " GumamnyaGumamnya pelan.
Sore itu mereka berkumpul bersama bercanda hingga makan malam tiba. Di ruang makan terasa berbeda karena kali ini semua kumpul di meja makan bahkan ART juga.
Di rumah Nayla tidak di bedakan ART dengan majikan, mereka makan bersama dalam satu meja dan itu yang membuat para ART merasa betah dan senang bekerja disana.
Selesai makan malam, Nayla lebih dulu menidurkan Putri kecilnya yang sedari tadi nampak berulang kali menguap karena ngantuk.
Seperti biasa Ia membacakan dongeng sebelum tidur dan hal itu selalu membuat Putri kecilnya itu terbawa di alam mimpi.
Ia kembali ke kamar nya yang berada berdampingan dengan kamar Putrinya.
" Apa Ara sudah tidur sayang " Tanya Asrul.
Nayla mengangguk dan duduk di depan meja rias, Ia mengoleskan beberapa alat tempur yang sering Ia pakai rutin setiap harinya.
Asrul menghampiri Istrinya dan memeluk nya dari belakang.
" Sayang ! aku sudah tidak sabar "
Nayla akhirnya tidak kuat menahan godaan Pria yang menjadi Ayah dari anak anaknya.
Asrul langsung \*\*\*\*\*\*\* bibir Istrinya dengan rakusnya ketika Nayla berbalik menghadapnya, karena serangan mendadak itu membuat Nayla kesulitan bernafas. Ia beberapa memukul dada suaminya.
" umptthh ! Mas, aku nggak bisa nafas. Apa kamu ingin membuat aku mati " Protes Nayla
Asrul hanya tersenyum dan kemudian melanjutkan aksinya namun kali ini dengan lembut, mereka berdua terbuai dalam malam yang indah.
💘💘💘
...**** Selamat membaca *****...