Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mak Lampir



♈♈♈


Dering ponsel mengusik seseorang dari tidurnya, Ia karena pekerjaan yang di limpahkan pada nya membuat waktu istirahat nya berkurang. Biasanya Ia akan susah untuk tidur, namun kali ini entah angin apa, Ia tidur lebih awal.


Dret~ dret~ dret ~ dret......! Ponsel berdering bersamaan dengan getar nya berulang kali.


" Ish siapa sich menelpon malam malam begini, gangu tidur orang saja. Apa mereka tidak punya kerjaan, sampai salurut ini masih mengganggu orang lain....!. " Gerutu Romi masih dengan mata terpejam.


Di raihnya ponsel milik nya, tanpa melihat siapa pemanggil nya Ia hanya melihat tombol hijau dan menggeser nya serta meletakkannya di samping telinganya.


" Hmm....... siapa ini ?. " Tanya Romi malas masih dengan rasa kantuk nya.


" Eh malas, bodoh......! Aku menelpon dari tadi kenapa tidak di angkat, sedang apa kau hmm.....! Maki Siska karena geram sudah beberapa kali menelpon tapi tidak di angkat oleh yang punya.


Romi menutup telinganya dan melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya.


" Ya Allah Mak Lampir......! Jerit Romi dalam hati.


" Ibu.... maaf, saya ketiduran tadi. " Jawab Romi


" Tidur apa mati.....! sampai tidak mendengar ponsel berbunyi......! " Cercah Siska lagi.


" Tentu saja tidur Bu, kalau mati lalu yang bicara sekarang siapa. Tidak mungkin orang yang sudah mati dapat berbicara lagi. " Jawab Romi


" Cukup, kamu itu semakin ngawur. Aku hanya mau nanya, Apa kamu meminta Mas Asrul untuk menemui kamu sore tadi ? Tanya Siska


" Asrul, aku memintanya menemuinya sore tadi. Yang benar saja, bagaimana mungkin aku berani memintanya menemuiku untuk sesuatu hal yang tidak penting. Apa ada yang Asrul sembunyikan dariku, awas saja kalau benar dan aku nanti yang bingung menyelesaikan masalahnya. " Batin Romi.


" Hey.... ! di tanya kenapa diam ? Bentak Siska kembali.


" Iya Bu, masalah pekerjaan. Tapi semuanya sudah beres dan lancar. " Jawab Romi spontan karena terkejut.


" Benarkah, berarti Mas Asrul tidak membohongi aku. Dia memang bertemu dengan si bodoh itu. " Batin Siska.


" Ya sudah, lanjutkan lagi tidurnya. Aku hanya menanyakan itu. " Ucap Siska lagi sembari mengakhiri panggilan telponnya.


Siska menghampiri tempat tidur Asrul dan memandangi nya dengan seksama.


" Aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk siapa pun itu, meskipun nyawaku taruhannya. Kamu milikku dan selamanya tetap milikku. " Gumam Siska.


Ia pun merebahkan tubuhnya di samping Asrul dan ikutan larut dalam mimpi mereka masing masing.


🔄🔄🔄


" Papa.......! Pa.......! Sini, jangan pergi lagi. "


Asrul mencari cari di mana suara itu berasal, suara yang memanggilnya dengan sebutan Papa. Semakin di cari suara itu malah semakin menggema di telinga Asrul, hingga Ia terbangun karena mimpinya.


Ia memandang wajah Siska yang tertidur pulas, bagi nya Siska adalah wanita paling cantik di dunia setelah sangat Ibu.


" Semoga kita segera mendapatkan keturunan secepatnya, aku harus meluangkan waktu untuk konsultasi ke Dokter, ada atau tanpa Siska. " Tekad Asrul mantap.


♈♈♈


Siang hari di kantor milik keluarga Ya bintang, Asrul masih berkutat dengan banyaknya file file penting yang perlu Ia tanda tangani. Ia harus segera menyelesaikannya karena setelah makan siang Ia harus ke tempat lain yang juga butuh kehadirannya.


Sementara di Resto ASLOKA Nayla tetap kembali bekerja, walaupun kondisi Alwi masih belum juga siuman. Namun karena peraturan yang baru, Ia tidak bisa ijin se maunya saja. Terpaksa Andre harus menyewa suster khusus untuk menjaga Alwi selama Nayla dan juga Kamila sibuk dengan aktifitas nya masing masing.


Byuuurrrrr........!


Sebuah semburan minuman dingin mengguyur kepala hingga wajah Nayla, sehingga membuatnya terkejut. Bagaimana tidak, Ia baru saja ingin menikmati jam istrahat siangnya sebentar, namun Ia di kejutkan dengan sesuatu yang membasahi tubuhnya.


Ia pun menoleh dan alangkah terkejutnya melihat siapa yang ada di dekatnya, sahabat karibnya lagi lagi yang menjadi pelaku nya.


" Hey, kenapa kamu masih di sini, seharusnya kamu pergi jauh jauh saja dari sini. Aku peringatkan padamu, aku akan membuat hidupmu hancur melebihi dari yang dulu aku lakukan. Jadi sebelum terjadi sesuatu pada kalian, sebaiknya kalian pergi sejauh mungkin dari kota ini, sebelum aku benar benar berlaku kejam padamu..... !


Kembali Siska mendorong tubuh Nayla hingga Ia tersingkir jauh, andai Nayla tidak dapat menahan tubuhnya, mungkin kepalanya sudah terbentur dinding tempat itu.


" Ingat kata kataku, aku tidak main main. Aku bisa meratakan semua yang menghalangi kebahagiaanku, termasuk kamu biang kerok.....! Ucap Siska sembari berjalan keluar meninggalkan tempat itu.


Sementara di parkiran..........


" Siska, untuk apa dia di sini, Ah sudahlah mungkin dia mengunjungi Resto ini. Kan Resto ini atas namanya. " Batin seseorang.


Dengan langkah pasti Ia memasuki Resto itu, semua yang hadir di situ memberikan hormat padanya, dan Ia pun membalasnya dengan se yum yang sangat manis.


" Aduh ini minuman jus jeruk, bukan hanya basah namun juga lengket. Kalau aku tidak menggantinya, takut para pelanggan akan jijik melihat penampilan aku yang seperti ini. "


Nayla berlari kecil menuju toilet wanita yang letaknya tidak jauh dari tempatnya. Ia mulai melepaskan penutup kepala serta wajahnya dan menggantinya dengan yang baru.


Tanpa Ia sadari sedari tadi ada yang terus memperhatikan dirinya melalui pantulan cermin, rupanya tanpa sadar Nayla tidak menutup pintu dengan rapat.


" Nayla............!.


BERSAMBUNG DULU YA.


Kira kira siapa ya yang memperhatikan Nayla sejak tadi???


🌻🌻🌻


Jangan lupa dukungannya ya, like setiap bab, rate sekali dalam sehari dan juga komen postifnya ya. Untuk ide Author di bab berikutnya.


💖 TERIMA KASIH 💖