Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
°°° Terjebak °°°



❣️ Lepaskan Aku 47 ❣️


⇶⇶⇶⇶⇶⇯⇯⇯⇶⇶⇶⇶⇶


💞 ₦₳ҰL₳ ₳ł$Ұ₳H 💞


●▬▬▬▬๑۩۩๑▬▬▬▬▬●


❄❄❄


***


Mentari mulai masuk dalam peraduannya, sebagian daerah sudah mulai gelap, menandakan hari mulai malam. Namun sang menantu belum juga nampak, membuat Bu Dian sangat khawatir. Bu Dian mondar mandir bak setrikaan, hatinya sejak tadi merasa gelisah.


" Ada apa ini, kenapa hatiku serasa tidak nyaman. Semoga saja tidak terjadi hal buruk" Batin Bu Dian berharap.


" Assalamu alaikum......! "


Terdengar suara dari luar rumah memberi salam, bergegas Bu Dian melihat siapa yang datang.


" Waalaikum salam......! " Jawab Bu Dian.


Di balik pintu Asrul menampakkan wajahnya, Seperti biasa Asrul selalu mencium tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.


" Kamu sendirian Nak?. " Tanya Bu Dian.


Pertanyaan Bu Dian membuat Asrul bingung.


" Tentu saja aku sendirian Bu, memangnya aku harus pulang dengan siapa ? " Tanya Asrul semakin bingung.


" Begini sayang, tadi sore Siska pergi dengan terburu buru saat acara masih berlangsung. Ibu tadinya mau kejar tapi tidak sempat, Ibu takut terjadi apa apa padanya ." Ucap Bu Dian menjelaskan.


Ia enggan bercerita kalau sempat mengejar bahkan berbicara dengannya, tapi tidak di hiraukan sama sekali.


" Sudahlah Bu, mungkin Siska ada pekerjaan mendadak jadi dia pergi terburu buru. Nanti juga dia balik, Ibu tidak perlu khawatir. "


Asrul sebenarnya juga sangat khawatir, namun dia berusaha menutupi kekhawatirannya itu dengan menghibur sang Ibu.


" Aku mau mandi dulu Bu, gerah soalnya" Ucap Asrul kembali.


☽☽☽


Hingga makan malam tiba pun Siska tidak kunjung ada kabarnya. Sudah berulang kali Asrul menghubungi ponselnya tapi tetap saja ponsel itu yang menjawab hanyalah operator.


" Bagaimana pekerjaanmu hari ini Nak ? " Tanya Bu Dian, ketika baru saja menyelesaikan makan malam mereka.


Kebetulan sekali Bu Dian bertanya, dan itu membuatnya mengingat semuanya.


" Alhamdulillah Bu, semuanya lancar. Oh ya Bu, Ibu masih ingat tidak. Kemarin kan Aku pernah cerita kalau aku ingin sekali bergabung dengan pembisnis paling sukses itu."


" I ya Ibu masih ingat, memangnya kenapa Nak " Tanya Bu Dian penasaran.


Akhirnya Bu Dian bisa mengingat siapa yang dimaksud oleh anaknya tersebut.


" Ibu tau tidak, hari ini Pak Burhan datang kekantor, beliau menawarkan kerja sama dengan perusahan kita. "


Prut......!


Minuman yang berada di mulut Bu Dian habis keluar karena terkejut mendengar apa yang di ucapkan Asrul.


" Ibu.....! "


" Hati hati dong Bu, masa minum sampai muncrat begitu, tidak biasanya Ibu seperti ini. " Ucap Asrul


" Tidak apa apa Nak, wah bagus ya ! Akhirnya beliau mau juga bekerja sama dengan kita setelah sekian lama. "


" Burhan, nama itu.....! Apa orang yang sama, atau namanya saja yang sama. " Batin Bu Dian berharap seseorang itu bukan seseorang di masa lalunya.


Sementara di tempat lain terjadi perdebatan yang panjang.


" Aku akan memberikanmu berapa pun uang yang kamu inginkan asal kamu dan anak buahmu bisa menemukan wanita itu. "


" Aku tidak butuh uangmu, aku juga punya banyak uang dan itu cukup buatku berfoya foya. " Ucap seorang Pria dengan perawakan sangar.


" Tidak butuh uang, sejak kapan orang sepertimu tidak butuh uang." Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Siska.


" Aku tidak ingin uang, aku mau kamu memuaskan aku seperti yang pernah kita lakukan dulu. " Ucap si Pria seraya mendekatkan wajahnya ketubuh Siska yang paling depan.


" Cukup.......! Aku sudah menawarkan jumblah uang yang sangat tinggi padamu namun kamu menolaknya. Kalau begitu tidak jadi, aku akan mencari orang lain saja yang mau bekerja sama denganku. " Ucap Siska hendak berlalu pergi.


" Tunggu......!, kalau kamu berani melangkah, malam ini juga semua tentangmu akan sampai kerumah keluarga besar YABINTANG. Kamu tau kan resikonya kalau sampai itu terjadi, kamu akan kehilangan tambang emas Mu selama ini. "


Siska terpaksa menghentikkan langkahnya mendengar ancaman pria itu padanya.


" Baiklah lakukan apa pun yang kamu inginkan sesuka hatimu. "


Siska terpaksa menuruti semua yang di inginkan teman Pria nya


" Si**, pria ini sudah tahu semua rahasiaku, kapan saja dia bisa membocorkan semuanya.


Aku masih belum sanggup kehilangannya. "