
🎊🎊🎊
Nayla berlari keluar ruang sidang sembari mengusap air mata nya yang mengalir seakan di perintah.
" Kuatkan hatimu Nayla, kamu pasti bisa " Gumam Nayla.
Pak Burhan sudah menanti nya di luar gedung
" Tidak ada lagi yang penting saat ini, untuk apa aku disini. " Batin Nayla.
" Kita berangkat sekarang Buba, sudah tidak ada lagi yang di tunggu " Ucap Nayla ketika bertemu dengan orang-orang yang menyayangi nya.
Air matanya mengalir mengiringi sakit hati nya.
Pak Burhan menerima sebuah pesan singkat dan tidak lama beliau pun tersenyum.
" Tapi Nak waktu nya satu jam lagi " Ucap Bu Rossa.
" Tidak apa- apa Bu, kita berangkat sekarang saja, biar aku menunggu di sana saja " Sahut Nayla.
Bu Rossa dan Pak Burhan saling pandang ketika melihat beberapa orang keluar dari tempat itu.
" Tapi Nak...... itu........! " Giliran Pak Burhan yang bersuara.
" Ayah sekarang........... atau aku pergi naik tadi sa.....
" Mama ! "
Nayla terkejut mendengar seorang memanggil dan suara itu terasa tidak asing bagi nya, sontak Ia pun menoleh.
Lebih terkejut lagi ketika melihat tiga orang keluar dari gedung itu, mereka adalah Reihan, Bu Dian dan juga Putra semata wayang nya Alwi Yabintang.
Bu Dian dan Reihan nampak tersenyum namun tidak dengan Alwi, mata nya sudah memerah seperti nya Ia juga menahan tangis.
" Mama........! " Panggil nya lagi.
Nayla menjatuhkan Tas kecil yang ada di tangan nya, hatinya mengharu biru. Sudah lama Ia tidak mendengar Putra nya memanggil nya Mama dengan lembut seperti itu. Ia sadar dan kemudian mengusap air mata nya dan berusaha tersenyum ketika melihat wajah Putra itu.
" Sayang, anakku...... ! " Gumam Nayla
Nayla kemaki mensejajarkan tinggi nya dengan Putra nya itu, ingin rasa nya memeluk namun Ia ragu. Takut Putra nya akan menolak nya.
" Mama...... maafkan Alwi " Ucap Alwi pelan.
Air mata nya mengalir deras membasahi pipi nya, dan itu membuat Nayla semakin sakit.
" Tidak sayang....... cukup sayang, jangan menangis. Mama.... Mama tidak marah dan Alwi tidak salah Nak, kenapa harus minta maaf....! "
Nayla belum menyadari semua nya, Ia berpikir anak nya hanya ingin bertemu dengan nya mungkin untuk terakhir kali.
" Sudah sayang, jangan nangis lagi seperti ini. Hmm... ingat kata Mama, anak laki-laki tidak boleh menangis "
Sekuat tenaga Nayla berusaha tegar padahal dalam hati nya rasa nya remuk redam, andai saja saat ini dia sendiri berada di tempat sunyi ingin rasa nya Ia berteriak mengeluarkan rasa sesak di hati nya.
" Hmmm..... Mama harus pergi, kamu baik- baik di tempat Oma ya, tidak boleh buat Oma susah. "
Nayla memandang Ayah nya, rasa nya sakit hati nya semakin menjadi jadi, air mata nya ingin tumpah ketika menatap wajah Putra nya.
" Bu.........! " Nayla memandang Bu Dian seakan meminta agarcBu Dian membawa Alwi kembali.
" Sekarang Buba "
Nayla melangkah cepat menuju mobil milik nya meninggalkan Alwi yang semakin berderai air mata, Ia mengira bahwa kesalahan nya terlalu besar sehingga wanita yang selama ini menyayangi nya kini tidak peduli dan menginginkan nya seperti dulu.
" Mama...............! "
Alwi berlari dan memeluk kaki Nayla membuat Nayla terkejut bukan kepalang.
" Sayang....... Nak, sudah jangan menangis lagi "
Nayla memandang Bu Dian dan Reihan meminta penjelasan setelah mendengar ucapan Alwi.
Bu Dian dan yang lain nya tersenyum sambil mengangguk serentak.
" Mulai sekarang kalian tidak akan terpisah lagi, kamu memenangkan semua nya Nak. Kamu memenangkan sidang dan juga memenangkan hati Alwi karena terbukti dia lebih memilih bersama mu di banding bersama kami " Jawab Bu Dian.
Tidak terkira bagaimana bahagia nya Nayla ketika mengetahui semua nya, hati nya tersayat mana kala Ia menatap wajah Putra nya yang sudah basah dengan air mata.
" Anakku......! "
Nayla berlutut dan memeluk putra nya dengan erat, semua rasa rindu nya selama ini tumpah saat itu juga.
" Maafkan Mama sayang, maaf.... !
" Tidak Ma, Alwi yang harus minta maaf sama Mama karena sempat tidak percaya sama Mama, Mama pasti sedih selama ini karena Alwi ya "
Kedua Ibu dan anak itu meluapkan kebahagiaan nya yang selama ini mereka tahan hanya karena salah faham.
" Iya sayang tidak apa- apa, yang penting sekarang kamu sudah ada disini. "
Nayla menatap Reihan, Ia tahu semua ini adalah usaha Reihan yang telah membuktikan janji nya mengembalikan apa yang sudah menjadi milik nya.
" Makasih Mas Reihan "
Reihan tersenyum menanggapi ucapan Nayla, hati nya ikut bahagia melihat wanita yang berusaha Ia lindungi beberapa bulan ini akhir nya bahagia.
" Reihan " Panggil Pak Burhan.
" Iya Pak "
" Ayo berangkat sekarang, waktu nya tinggal setengah jam lagi " Titah nya.
" Baik Pak "
Nayla mengajak putra nya masuk ke dalam mobil, sementara di tempat lain Asrul mengepalkan tangan nya. Dinding yang tidak tahu apa apa menjadi sasaran kemarahan nya.
" Sial..... dia bahkan pergi bersama Pria itu "
Bu Dian berlari menghentikan anak nya yang seperti nya tidak sadar dengan apa yang sudah di lakukan nya.
" Asrul cukup.... .! Ada apa dengan mu, lihat dirimu. Tangan mu berdarah dan kamu masih saja tidak sadar " Ucap Bu Dian yang khawatir
" Ibu lihatlah, dia pergi.......! "
Bu Dian bingung tidak mengerti apa maksud Asrul.
" Tentu saja dia pergi, karena Nayla yang memenangkan kasus ini dan Anak mu juga lebih memilih Ibu nya di banding kita, ayo sekarang kita pulang dan obati tangan mu "
Bu Dian menggandeng tangan Anak nya membawa nya pergi meninggalkan tempat itu.
" Mama, Mama tidak akan meninggalkan Alwi lagi kan ? " Tanya Alwi ketika berada di dalam mobil dalam dekapan Nayla.
Nayla menatap wajah putra nya dan tersenyum.
" Tidak sayang, sekarang kita akan pergi jauh dari sini dan InsyaAllah kita akan selalu bersama- sama " Jawab Nayla
Mobil yang di kemudikan Reihan tiba di tempat tujuan, bandara satu satu nya di kota itu yang menjadi tempat akhir mereka masih berada di kota itu.
" Terima kasih Buba, Ibu, Mas Andre.....! Maaf kalau Nayla ada salah ya, Doa kan Nayla sukses di sana. Buba, Ibu jangan kesehatan ya, oh ya nanti titip salam buat Mas Ilham ya "
Mereka berpamitan satu sama lain, hingga terdengar panggilan keberangkatan. Pak Burhan, Bu Rossa dan juga Andre baru pulang setelah pesawat yang membawa Nayla lepas landas.
" Selamat tinggal derita dan Selamat datang bahagia "
🎊🎊🎊