
✍️✍️ LEPASKAN AKU ✍️✍️
───※ ·❆· ※─── ───※ ·❆· ※───
🐰🐰🐰
Seseorang nampak melakukan panggilan dengan sangat serius, setiap yang di ucapkannya selalu di simak dengan baik oleh lawan bicaranya.
" Bagus, laporanMu kali ini memang benar benar sangat memuaskan aku. BonusMu akan aku kirim berkali kali lipat. "
Sebuah senyum licik terbit dari bibir seorang yang sangat cantik, namun sedang salah jalan. Cinta nya yang begitu besar membuatnya buta, tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
" Rupa nya kamu ingin main main dengan Ku, kamu ingin menyelinap diam diam dalam kehidupanku lagi. Kali ini aku tidak akan tinggal diam sayang, dulu aku masih memberimu kesempatan untuk menghirup angin kehidupan. Tapi nyatanya kesempatan yang aku berikan kamu sia siakan. Jangan salahkan aku jika kali ini nyawamu akan berakhir di tanganku........!. " Ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Siska, Nyonya dari Asrul Yabintang.
*
*
*
*
Ditempat lain Nayla dan juga Alwi sedang bersiap siap, Seperti biasa setiap akhir pekan mereka selalu menghabiskan waktu bermain di taman bermain. Demi menyenangkan hati anak semata wayangnya itu, Nayla rela melakukan apa saja yang mampu Ia lakukan.
" Horeee....! Kita jadi kan sore ini ke taman bermain Ma.....? Tanya Alwi bahagia
Dalam hatinya sangat berharap Mama nya akan mengabulkan keinginanya.
" Tentu saja sayang.....! Apa sich yang tidak boleh buat anak Mama yang tampan ini......!. " Jawab Nayla mengelus lembut pipi anak kesayangannya itu.
Degh......!
" Ya Allah, kenapa perasaanku beberapa hari ini tidak nyaman, hatiku selalu gelisah tanpa sebab. Ya Allah, semoga tidak terjadi sesuatu hal yang buruk. " Batin Nayla.
" Ayo Ma, kita berangkat sekarang. Aku sudah tidak sabar ingin naik wahana yang berputar putar itu. " Ucap Alwi manja.
Seperti biasa kemana pun mereka selalu pergi bertiga, kali ini pun sama. Menaiki motor kesayangan Nayla mengemudikannya di jalan raya dengan kecepatan sedang. Tidak butuh waktu lama, motor yang mereka tumpangi pun tiba di taman bermain.
" Sayang, Alwi sama Ibu dulu ya, Mama mau cari parkiran yang aman. " Ucap Nayla pada Putranya dan di jawab anggukan oleh Alwi.
Nayla mencari tempat parkir yang di rasa nyaman dan tidak banyak motor yang terparkir, agar jika mereka ingin pulang cepat bisa langsung tanpa harus menunggu yang lain.
" Baiklah Johan...... Demi 50 juta Rupiah, kamu harus melakukannya. Kamu tidak punya pilihan, sama sama MATI. Tamatlah riwayatmu sekarang....!. " Gumam seseoarang yang berada di balik kemudi.
" Brum...... Brummmm...!
" Braaaaaakkkkkkkk !
Bersamaan dengan teriakan beberapa orang, sebuah tubuh terlempar cukup jauh dari tempat kejadian.
Nayla mengelus kaki serta kepalanya yang terbentur pembatas jalan, tubuhnya tidak terjadi apa apa. Namun teriakan beberapa orang membuatnya menoleh keasal suara.
" Ada apa ini, aku baik baik saja. Lalu siapa yg yang sudah menolongku tadi....! Gumam Nayla.
Dengan jalan yang tertatih, Nayla melangkah menuju kerumunan orang orang. Nampak Kamila di sana sedang memeluk tubuh seseorang.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Nayla terduduk tepat di samping tubuh yang sudah di penuhi dengan lumuran darah.
" Alwi...........! Anakku.........!." Jerit Nayla
" Bangun sayang.... bangun, jangan tinggalin Mama. Bangun sayang...... buka matamu......! Lihat ini Mama......!
" Seseorang, tolong telpon ambulans. Tolong........!. " Teriak Nayla dengan suara serak
Kamila yang baru tersadar dari kekagumannya segera mengambil ponsel miliknya dan menghubungi pihak terkait, namun belum juga tersambung, sebuah mobil berhenti tepat di samping kejadian.
Dua orang Pria keluar dari sana dan langsung menggendong tubuh lemah itu masuk kedalam mobil miliknya.
" Cepat masuk Bu, anak ini butuh pertolongan secepatnya. Kalau menunggu mobil ambulans, saya takut nyawanya tidak tertolong. " Ucap salah seorang di antara mereka.
Walau pun dalam keadaan bingung, Nayla tetap menuruti apa yang di katakan oleh Pria di depannya. Tanpa menunggu di perintahkan, sang supir langsung melajukan mobil menuju Rumah Sakit terdekat agar pasien segera mendapatkan pertolongan.
" Sayang, kenapa kamu harus menolong Mama. Seharusnya biarkan Mama saja yang merasakan ini. Bangun sayang, bangun.......! Buka matamu, jangan di pejamkan. Lihat Mama, jangan tinggalkan Mama. Katanya Alwi akan menjaga Mama dari orang orang jahat, lalu kenapa sekarang Alwi malah tidur begini. Bangun sayang.....Lihatlah, ada orang jahat di mana mana. Mama takut.........!. "
Di selingi isak tangisnya yang begitu menyayat hati, Nayla terus meracau. Tidak henti hentinya Ia mengajak Alwi berbicara, berharap Putranya itu bisa merespon ucapannya walau hanya sedikit saja.
🙏🙏🙏
MOHON MAAF BUAT SEMUANYA, KALAU CERITA RECEHNYA KURANG BERKENAN. INI MURNI SEMUA YG ADA DI PIKIRAN AUTHOR YG TINGGAL DI KAMPUNG, DENGAN BAHASA KAMPUNG JUGA.
SEMOGA TIDAK MENGECEWAKAN 🙏🙏🙏