Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kerjaan baru



Pagi hari Nayla sudah siap dengan pakaian yang rapi. Karena hari ini Ia akan mendatangi alamat yang di berikan Pak Burhan padanya.


Mengendarai motor kesayangannya, Ia membelah jalan yang sudah nampak mulai di padati pengendara yang juga melakukan aktifitas nya masing masing.


Di sebuah Gedung berderet Nayla kini berada, Ia pun memarkirkan motor milik nya setelah yakin alamat yang Ia tuju adalah benar.


Namun kemudian Ia bingung, yang mana yang di maksudkan Pria yang sehari sebelum nya menemui nya.


" Yang mana ya, ini seperti nya kantor di sebelah nya Resto, aku jadi bingung yang mana. " Gumam Nayla.


Ia mengendarkan pandangan nya kesegala arah, sebuah papan nama membuat nya sedikit tertarik.


" RESTO BULAS. "


" Namanya, menu nya jadi mengingatkanku pada Ibu. Ya Allah, hamba merindukan nya. Tempatkan lah beliau di sisi Mu di tempat yang layak, di tempat hamba hamba pilihan Mu. Ampunilah segala dosa dosa nya, berikanlah rahmat padanya, Aamiiin. "


Itulah Do' a yang sering Nayla panjatkan setiap kali hati nya di landa rindu kepada mendiang Ibu tercinta.


" Mba cari siapa ya.......?. " Tanya seorang yang nampak nya satpam di sana.


" Oh I ya Pak, saya mencari pemilik dari kartu ini. Kemarin saya di perintahkan beliau datang ke alamat ini, Apa saya bisa bertemu dengan beliau sekarang.....?. " Tanya Nayla sembari menunjukkan kartu nama yang di berikan Pak Burhan sehari sebelum nya.


Pria itu pun mengambil kartu tersebut dan meneliti nya.


" Mungkin ini yang di sebutkan Pak Bos tadi, kalau ada seorang wanita yang akan kemari. " Batin nya


" Oh boleh, tentu saja boleh. Mari saya antar. " Ucap satpam


Nayla mengikuti dari belakang hingga sampai pada resepsionis yang sedang bertugas.


" Saya.......!


" Ibu Nayla Putri.......!. " Ucap wanita itu.


Nayla bingung, bagaimana wanita di depan nya bisa tahu nama nya bahkan belum di sebutkan.


" Mari saya antar kedalam menemui Pak Burhan. " Ajak wanita itu sementara si satpam balik lagi ke habitat nya.


Tok~ tok~ tok ! Bunyi pintu di ketuk.


" MASUUKKK.....!. " Terdengar suara dari dalam.


Wanita itu pun dengan pelan membuka pintu


" Ada Bu Nayla Putri, Pak Boos......!. " Lapor


Pak Burhan sangat bahagia, akhir nya yang di tunggu tunggu datang juga.


" Biarkan dia masuk dan tolong buatkan minum untuk nya. " Perintah Pak Burhan kembali.


" Duduk lah, tidak perlu takut seperti itu. Tidak akan ada yang manjahatiMu di sini. " Ucap Pak Burhan.


Nayla menuruti apa yang di perintahkan Pak Burhan pada nya, Ia duduk dengan santun di depan Pak Burhan. Tidak lama seorang pelayan datang membawakan minuman serta cemilan dan meletakkan nya di atas meja.


" Silahkan di minum Pak, Bu. " Ucap pelayan itu ramah.


" Trimakasih ya, maaf sudah merepotkan. " Ucap Nayla sungkan.


" Sudah pekerjaan saya Bu, kalau begitu saya pamit mau kerja lagi. "


Nayla tersenyum seraya mengangguk menyetujui apa yang di katakan pelayan tersebut.


" Hm baiklah, sudah berapa lama kamu menekuni pekerjaan ini, hm maksud saya apa kamu pernah kursus memasak ? . " Tanya Pak Burhan.


" Tidak Pak, saya tidak pernah ikut kursus mana pun. kebetulan Ibu saya sangat hobi masak jadi saya belajar dari Ibu saya. " Jawab Nayla.


Hatinya selalu bersedih setiap kali mengingat mendiang Ibu tercinta.


" Hmmm fantastis, kamu bisa memasak makanan enak walau tanpa ikut kursus memasak. Baiklah kapan rencana nya mau mulai bekerja ?. " Tanya Pak Burhan.


" Saya....... saya langsung di Terima Pak ?. " Tanya Nayla meyakinkan.


Dia tidak menyangka akan langsung di Terima, tadi nya Ia sempat berpikir akan melalui beberapa tes, tapi ternyata tidak.


" I ya, kamu di Terima di sini. Hadi kapan kamu akan mulai bekerja, atau langsung pun tidak apa apa. "


Nayla sangat bersyukur, karena Ia bisa mendapatkan pekerjaan baru.


" Nampak nya pria ini orang baik, semoga saja yang lain juga baik. " Batin Nayla.


*


*


*


*


Hari ini Nayla resmi bekerja di Resto BULAN, Ia sangat bahagia. Setiap kali ada pesanan hati nya selalu bahagia.


Di tempat lain yang berbeda.


" Kalian selidiki siapa yang sudah bertemu Ayah, bawa alat perekam kalian agar kalian bisa memberikan laporan yang benar yang mampu kalian pertanggung jawabkan. " Perintah seseorang.


" Baik Pak. " Jawab orang suruhan itu.


" Kali ini aku tidak akan bisa lagi memaafkan Ayah, Ayah sudah terlalu sering menyakiti Ibu. Apa kurang nya Ibu, punya kami berdua masih saja cari yang lain. " Ucap Ilham geram.