
❣️ HAPPY RAMADHAN MUBAROKH ❣️
❣️ LEPASKAN AKU BAB 53 ❣️
SELAMAT MEMBACA, SEMOGA SUKA. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN. SEMOGA LANCAR SAMPAI HARI YG FITRI.
JANGAN LUPA UNTUK BERIKAN DUKUNGANNYA YA, LIKE, RATE DAN JUGA KOMEN. VOTE DAN GIFT SEIKLASNYA SAJA
❣️❣️❣️❣️
Asrul kembali ke rumah dengan berbagai macam pertanyaan di benaknya. Semua pertanyaan yang Ia sendiri bingung untuk mendapatkan jawabannya.
" Ada hubungan apa Siska dengan Pak burhan, kenapa Pak Burhan sangat terkejut pertama kali melihat Siska, dan tambah syok lagi ketika tau Siska adalah Istriku. Sayang, apa ada yang kamu sembunyikan dariku selama ini. " Batin Asrul.
Ia melirik sekilas kearah Siska untuk meyakinkan dirinya, bahwa istrinya itu tidak mungkin menghianatinya.
" Ada apa sayang ?" Tanya Siska yang merasa risih dengan pandangan Asrul padanya.
" Ah tidak apa apa sayang, apa ada yang ingin kamu jelaskan soal tadi ?" Tanya Asrul dengan hati hati.
" Jelaskan ? Memang apa yang harus aku jelaskan. Apa yang kamu ingin dengar dariku, apa kamu tidak mempercayai aku Mas ? Atau jangan jangan Mas Asrul meragukan aku !."
Pertanyaan Siska membuat Asrul merasa bersalah, tidak seharusnya Ia meragukan Istrinya itu. Melihat betapa besar pengorbanan Istrinya untuk cinta mereka.
" Maafkan aku, bukan maksud aku untuk meragukanmu. Aku hanya bingung kenapa Pak Burhan nampak syok ketika melihat kamu, itu saja. "
" Sudahlah Mas ! Mungkin saja aku mengingatkannya pada seseorang yang dia kenal, makanya dia seperti itu. " Ucap Siska yang tidak suka dengan arah pembicaraan mereka.
" Ya sudah, sekarang kita kembali saja, aku sudah lapar. Tadi tidak enak makan di bayarin orang lain. " Ucap Asrul kemudian.
Siska hanya diam saja tidak menanggapi apa yang di ucapkan Asrul. Pikirannya juga melayang entah kemana.
***
Langkah kaki menggema di dalam rumah, membuat Bu Dian menoleh ke asal suara.
" Lho sayang sudah pulang Nak, gimana makan siangnya, lancar kan ?". Tanya Bu Dian
Asrul langsung mencium tangan Bu Dian dengan wajah yang kusut.
" Makan siangnya, entahlah Bu tidak jadi. Ibu nanti saja tanya nya, aku lapar !" Ucap Asrul
Bu Dian dengan sigap menyiapkan makan siang untuk anak dan menantunya tersebut, ketika mendengar mereka gagal makan siang.
Di tempat lain, Pak Buhan sangat gelisah.
" Tidak, tidak......! Dia bukan dia, tidak mungkin dia........!" Racau Pak Burhan.
Rudi sang orang kepercayaan pun khawatir melihat majikannya bertingkah seperti itu.
" Aku tidak mungkin melakukannya, tidaaak.....! Dia bukan...... Dia bukan anakku, bukan...........!." Teriak Pak Burhan frustasi.
Rudi berlari mendekati majikannya tersebut, Ia benar benar khawatir melihat kondisi majikannya itu.
" Ada apa Pak Boos.....?." Tanya Rudi khawatir.
Rudi semakin bingung, Ia tidak mengerti apa yang di maksud Boos nya tersebut.
" Melakukannya, anak, maksudnya apa BOOS ? Saya kurang faham !. "
" Rudi, tadi aku bertemu dengannya. Anakku yang hilang, tapi ternyata dia adalah wanita yang........!. " Pak Burhan tidak sanggup meneruskan ucapannya.
Rudi semakin bingung, mendengar penjelasan Pak Burhan.
" Siapa namanya Boos kalau boleh tau ?. "Tanya Rudi memberanikan diri.
" Untuk apa tanyakan namanya, bukannya kalian mengatakan dia Istri dari penerus perusahan Yabintang itu. Dan dia mengatakan itu istrinya. " Jelas Pak Burhan.
" Tapi Boos, menurut yang saya dengar, Istrinya itu berhijab. Tapi yang saya lihat Pak Boos temui tadi adalah wanita dengan pakaian kurang bahan. " Ucap Rudi kemudian.
Burhan mengangkat wajahnya menatap Rudi orang kepercayaannya itu. Sebenarnya Ia mengharapkan itu benar benar adalah kenyataannya.
" Bisa saja kan kalau dia sedang tidak ingin berhijab makanya di lepas. " Ucap Burhan kemudian.
Rudi memikirkan semua yang di ucapkan Boos nya itu. Ia harus mendapatkan jalan keluar dari semua masalah yang menimpa sang Boos.
" Bagaimana kalau kita hubungi Sam, untuk menanyakan lebih detail tentang penyelidikan mereka. " Usul Rudi.
" Apa lagi yang harus di tanyakan, bukankah itu sudah jelas. " Ucap Rudi seraya menggelengkan kepalanya tidak setuju.
" Tapi tidak ada salahnya Boos kita bertanya lagi untuk memastikan semuanya. Bila perlu kita lakukan penyelidikan kembali. " Ucap Rudi tidak ingin menyerah.
Lama Burhan berpikir akhirnya beliau pun s
menyetujui saran Rudi untuk menghubungi orang yang di maksud.
Dengan sigap dan tidak butuh waktu lama, semua yang di panggil pun sudah berdiri di hadapan Pak Burhan.
" Apa ada pekerjaan lagi Boos ?" Tanya seseorang di antara mereka.
Rudi berjalan di depan mereka, dengan penuh wibawa.
" Tidak ada pekerjaan, hanya ingin tau jelas tentang laporan yang kalian kumpulkan selama ini. Apa laporan kalian bisa kalian pertanggung jawabkan kebenarannya ?. "
***
" Bagaimana ini, bagaimana kalau Pria tua bangka itu membuka mulut dan memberitahukan semuanya pada Mas Asrul. Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi. Apa pun akan aku lakukan, meskipun nyawaku sebagai taruhannya. Tidak akan aku biarkan Mas Asrul pergi jauh dari hidupku ." Gumam Siska.
Asrul naik ke kamar atas setelah selesai makan siang, dan juga nampak bingung melihat tingkah sang Istri.
" Kamu kenapa sayang, katanya mau mandi. Tapi sekarang bukannya mandi malahan melamun. Apa ada masalah sayang.....?. "
Kedatangan Asrul yang tiba tiba sontak membuat Siska terkejut bukan kepalang.
" Ah sayang, kamu itu selalu saja mengejutkanku. Tadi ada panggilan masuk dari Ibu, aku di minta Ibu untuk menemaninya di rumah, karena Ayah akan keluar kota. Tapi aku bingung, aku kan baru dari sana. Takutnya kamu tidak akan mengijinkannya. "
❣️❣️❣️
Up lagi sayang, makasih atas semua dukungan teman teman semua. Jangan lupa untuk tetap beri dukungan terbaik kalian, sebagai penyemangat Author dalam melanjutkan bab selanjutnya.
Sampai jumpa di bab berikutnya, selamat menjalankan Ibadah puasa. Semoga berjalan lancar sampai hari fitri, hari kita menuju kemenangan.