
Berada di rumah sakit membuat hati Pak Danu sedikit lebih tenang di banding berada di rumah mendengarkan suara Istrinya yang karena ocehannya memekakkan telinga
..."Maaf Pak, tapi kami harus mengambil tindakan ini. Kami terpaksa membuat pasien koma agar mempermudah kita melakukan pengobatan paling tidak sampai luka paska operasinya pulih. Karena akan berakibat fatal kalau setiap terbangun Ia selalu histeris dan berontak, sekali lagi kami mohon maaf "...
Ucapan Dokter beberapa waktu lalu terus saja terngiang di benak Pak Danu selama berkendara, meskipun Ia menyerahkan semua nya pada pihak medis namun tentu saja ada kekhawatiran besar disana.
Pak Danu tiba di rumah sakit, Ia langsung masuk keruangan tempat Siska awal di rawat, Pak Danu tidak sanggup menahan ngantuk nya yang sudah berat karena sudah berhari hari beliau jarang tidur.
..." Lebih baik aku istrahat dulu, kepalaku terasa sakit sekali. Mungkin karena jarang tidur, semoga dengan sedikit istrahat bisa lebih nyaman " Batin Pak Danu...
Sementara di kantor Asrul begitu bersemangat memimpin rapat, bukan tanpa alasan. Ia begitu lega setelah lama terbelenggu cinta yang semu akhirnya Asrul berani mengambil sebuah keputusan, mengakhiri hubungan yang begitu rumit dengan cara melayangkan gugatan cerai untuk Istrinya itu.
Di tambah lagi sesaat setelah tiba di kantor dirinya mendapat kabar dari orang suruhan nya setelah berbulan bulan lamanya melakukan pencarian.
Seseorang kepercayaan nya mengatakan kalau salah satu dari keluarganya yang berada di Jerman pernah melihat keberadaan Nayla, wanita yang kebetulan sempat Ia kirimkan fotonya. Ya walau hanya kabar pernah melihatnya namun itu sudah bisa di anggap sebuah titik terang bagi Asrul untuk kedepan nya nanti, paling tidak dirinya sudah mengetahui dimana Anaknya dan juga Ibu dari Anaknya itu bersembunyi lebih kurang setahun belakangan ini. Kedepannya tinggal mencari alamat dimana mereka tinggal, Ia berharap bisa menemukan mereka secepatnya.
Rapat berjalan dengan lancar karena suasana hatinya yang nyaman.
" Papa akan segera menemukan kalian Nak "
Asrul kembali berbicara dengan foto yang ada di meja kerjanya, foto yang selama ini menjadi penyemangat dirinya agar tidak salah jalan.
" Wah wah, ada yang lagi bahagia nih, menang undian apa saat pulang kerumah tadi siang " Goda Romi pada sahabatnya.
" Ih kepo saja pingin tahu urusan orang, cepat selesaikan pekerjaan mu sebelum aku marah dan memotong gajih mu nanti " Sahut Asrul dengan wajah sok serius.
Romi terkejut mendengar ucapan Boos sekaligus sahabatnya itu, meskipun dia tahu itu hanya candaan tapi tetap saja dirinya bersedih kalau memang benar gajih bulanan nya dapat diskon pemotongan.
" Ish punya Boos pelit sangat, punya sahabat juga tega beneeer. Bukannya dapat bonus penambahan gajih eh malah diskon pajak, sudahlah aku pergi saja " Protes Romi.
Asrul tertawa dalam hati melihat reaksi yang di tunjukkan sahabatnya itu, dia tidak akan setega itu memotong gajih sahabatnya bahkan walau dia tidak bekerja sekali pun. Setiap mengirim gajih sahabatnya itu selama ini dirinya selalu menambahkan lebih dari pada yang lain.
" Sudah tidak perlu protes atau gajih nya akan hilang sama sekali "
Romi memilih kembali keruangan nya karena memang ada beberapa pekerjaan penting, Asrul tertawa keras setelah kepergian Romi. Ia merasa lucu melihat reaksi yang di tunjukan Romi ketika mendengar gajih bulanan nya mendapat potongan karena terlalu kepo.
" Lucu sekali wajahnya, ha ha ha. Dia pikir aku akan setega itu kali ya untuk tidak membayar kerja kerasnya selama ini "
Entah mengapa Asrul begitu bahagia hingga Ia bisa tertawa lepas hari ini.
Asrul kembali kerumah di sore hari dengan tampilan berbeda, wajah ceria melekat dengan penampilan nya kali ini. Ia bahkan bersiul sambil mempermainkan kunci mobil ketika akan memasuki rumah.
" Waalaikum salam Nak, wah lagi seneng nih, baru menang undian ya Nak " Tebak Bu Dian.
Asrul terkejut, baik sahabat maupun Ibunya punya tebakan yang sama yaitu menang undian
Seandainya mereka tahu hal apa yang membuatnya bahagia entah apa yang mereka lakukan, apakah mereka akan semakin menggodanya.
..." Ah lebih baik aku tidak memberitahunya pada Ibu, bagaimana kalau Ibu melarangku karena mengetahui kalau aku selama ini masih menyelidiki dimana keberadaan Anakku " Batin Asrul....
" Ah tidak Bu, hanya saja hari ini rapat berjalan lancar dan itu membuat mood ku menjadi baik, karena aku tidak perlu susah payah mengoreksi banyak hal " Jawab Asrul asal.
..." Sejak kapan kamu jadi orang bodoh, memang kerjaan kamu mengoreksi semua laporan yang salah. Aku yakin pasti ada hal yang lain yang membuat kamu seperti ini "...
" Oh baguslah kalau begitu Nak, Alhamdulillah kalau semuanya lancar, Ibu turut senang "
Bu Dian enggan menanyakan lebih lanjut tentang dugaan nya, karena dia juga sudah berjanji untuk tidak ikut campur pada urusan anaknya itu.
" Nak... .! Tunggu sebentar, Ibu ingin bicara sesuatu padamu " Seru Bu Dian ketika Asrul akan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Asrul menghentikan langkah nya dan berbalik arah, Ia duduk di sofa berseberangan dengan Ibu nya.
" Ada apa Bu, apa ada masalah " Tanya Asrul
" Hmm begini Nak, Ibu berencana ingin ke Jerman dalam waktu dekat ini. "
Asrul terkejut mendengar ucapan Ibunya, bukan hanya niatnya tapi nama Negara yang disebut Ibunya itu yang membuatnya syock.
" Jerman....! Tapi untuk apa Bu, kenapa mendadak seperti ini "
..." Aku tidak mungkin mengatakan padanya kalau aku kesana mencari keberadaan Nayla dan juga Alwi bisa bisa rencanaku gagal total " Batin Bu Dian....
" Begini Nak, kamu ingat anak nya Tante Rahma dia kan sekolah di Jerman, kemarin Ibu di mintai tolong oleh Tante Rahma kalau Ibu ada kerjaan disana Ibu diminta mengunjunginya. Kebetulan Ibu ingin mencari inspirasi mengenai butik Ibu yang baru sekalian saja Ibu berkunjung kesana. Apa Ibu boleh kesana "
Asrul menimang nimang untuk menyetujui keputusan Ibunya atau tidak, tapi kalau di tolak Ibunya selalu akan punya kebiasaan murung.
..." Bagaimana kalau aku juga kesana saja mengantar Ibu, sekalian saja aku mencari mereka diam diam tanpa sepengetahuan Ibu "...
" Ibu, aku khawatir kalau Ibu pergi sendirian tanpa ada yang menemani. Bagaimana kalau kita pergi minggu ini, kebetulan minggu ini aku punya pekerjaan disana sekalian aku menemani Ibu. Disana aku bisa menyelesaikan pekerjaanku dan Ibu bisa jalan jalan sama Alex untuk mencari inspirasi buat butik baru Ibu itu, bagaimana Bu " Usul Asrul.
..." Aduh bagaimana ini, aku tidak bisa leluasa mencari keberadaan Nayla disana kalau Asrul ikut denganku, tapi kalau aku menolak aku juga tidak bisa pergi kesana, apa yang harus aku lakukan " Batin Bu Dian...