Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kecurigaan Nayla


Ruang kerja Pak Burhan terdengar disini hampir semua keluarga berkumpul, mereka sedang mencari jalan keluar untuk masalah yang sedang menimpa Andre.


" Aku tidak ingin menikah dengannya Bu " Andre bersikeras dengan pendirian nya.


" Kalian laki laki semua sama saja, mau enaknya sendiri. Kalau kamu tidak ingin menikahinya lalu kenapa kamu tidur dengannya dan... apalagi sampai membuatnya hamil. Apa kamu ingin nama besar keluarga kita hancur dimata hal layak. Ibu tidak mau mendengar alasan apa pun, pernikahan ini harus tetap di jalankan secepatnya " Ucap Rossa sembari melirik suaminya.


Bayangan tentang perbuatan suaminya dimasa lalu kembali teringat di benaknya. Sungguh yang namanya hati pernah luka walaupun sekuat tenaga untuk melupakannya tetap saja ada masa nya terngiang kembali.


Setelah melewati perdebatan panjang akhirnya mereka mengambil keputusan, Andre akan menikahi wanita ulat bulu dua minggu lagi.


Betapa bahagia hatinya akhirnya sebentar lagi Ia akan menjadi Nyonya di dalam rumah yang mewah itu, impian nya selama ini akan segera terwujud.


..." Dasar wanita licik, ini kan yang kamu mau. Kamu pikir dengan pernikahan ini perasaan ku akan berubah padamu, jangan mimpi. " Batin Andre...


***


Dira sangat sangat bahagia setelah hari pernikahan nya di tentukan.


" Akhirnya sebentar lagi impianku menjadi Nyonya besar pemilik perusahaan ternama di kota akan segera terwujud. Ternyata tidak susah untuk mendapatkan semua ini " Ia tertawa bahagia


" Diraaa........! " Panggil sebuah suara di luar kamar, Dira pun keluar karena penasaran. Siapa gerangan yang mencarinya, hal penting apa sehingga membuat orang itu berteriak memanggil namanya.


" Kamu, ada apa teriak teriak, kamu pikir ini hutan belantara hingga kamu bebas berteriak sesuka hati " Maki Dira ketika melihat siapa yang ada di depan pintu.


" Kalau aku tidak teriak kamu tidak akan mendengar nya, aku kemari untuk menagih sisa bonus yang kau janjikan. Mana, sampai saat ini kau belum membayar nya sama sekali, aku lagi perlu uang sekarang " Ucap Mona sembari menjulurkan tangannya.


..." Sial, dasar mata duitan, ngk bisa bantuin orang dengan ikhlas atau suka rela gitu, maunya uang mulu " Batin Dira....


" Aku tidak akan memberikanmu uang itu, lagi pula kamu tidak berhasil mengerjakan tugasmu. Harus aku yang turun tangan bersandiwara agar bisa mencapai tujuanku "


Mona tersenyum kecut


" Oh jadi kamu mau mengelak dan tidak mau menepati janji, oke baiklah. Jangan salahkan aku jika cita cita mu itu akan kandas sebelum waktunya. Jangan paksa aku untuk mengatakan pada keluarga itu tentang niatmu selama ini "


...Dira tercengang " Tidak, tidak akan ku biarkan wanita ini merusak rencanaku yang sudah aku susun dengan sedemikian rupa dan hampir berhasil "...


" Oke baik, berikan nomor mu karena aku tidak punya uang tunai sebanyak itu. Aku akan mengirimnya sekarang "


...' Kalau bukan karena takut ketahuan aku tidak akan mau mengeluarkan sepeser uang pun padamu, dasar benalu. Mau dapat uang tidak mau kerja, numpang hidup di orang lain saja " Omel Dira dalam hati....


***


Nayla memeriksakan kandungannya, Ia begitu bahagia karena sebentar lagi adik dari Alwi yang mereka nanti nanti akan segera lahir kedunia ini. Yang lebih antusias lagi adalah Asrul, Istrinya yang hamil dia yang gelabakan. Maklum kehamilan Nayla yang pertama dirinya tidak ada disisi Nayla, jadi kehamilan ini Asrul tidak ingin melewatkan satu momen apapun untuk mengetahui perkembangan janin yang ada di rahim istrinya.


" Berapa minggu Dok "


" Kandungannya sudah memasuki minggu ke lima ya Bu "


" Baik Dokter "


" Tidak kusangka ada untungnya juga dengan kehamilan ini, aku bisa mendapatkan semua yang aku impikan "


Nayla tanpa sengaja mendengar pembicaraan seseorang, awalnya Ia tidak tertarik namun ketika melihat siapa yang sedang berbicara akhirnya jiwa kepo nya meronta.


" Sayang...... ! Mas tunggu aku di mobil ya, biar aku saja yang ambil obatnya " Pinta Nayla.


Awalnya Asrul keberatan, Ia tidak ingin membiarkan Nayla sendirian apalagi menunggu lama seorang diri. Namun karena Ia tahu nantinya akan bermasalah kalau Ia tidak menuruti permintaan Istrinya akhirnya Ia pun mengangguk setuju.


" Sedang nunggu obat ya Bu, hamil berapa bulan " Tanya Nayla pada seseorang disampingnya.


" Iya nih, ini hamil yang pertama dan masih baru. Baru lima minggu " Jawabnya bahagia sambil mengelus elus perutnya yang masih rata.


" Oh ya, selamat ya Bu, semoga lancar hingga hari H "


Setelah lama antri akhirnya Nayla kembali, Ia membawa plastik obat miliknya melangkah memasuki mobil miliknya.


" Lima minggu, sepertinya ada yang aneh " Batin Nayla.


" Sayang..... ! Ada apa lagi, sepertinya dari tadi kamu melamun saja. Seperti ada yang kamu pikirkan, apa ada masalah " Tanya Asrul dan di jawab gelengan kepala oleh Nayla.


..." Mas Asrul tidak boleh tahu hal ini, aku harus menyelidikinya lebih dulu Semoga saja dugaan ku tidak benar, tapi kalau benar maka sayang sekali, kau bermain main dengan siapa sayang " Batin Nayla....


Ia menatap Asrul dan mencoba tersenyum untuk mengatakan kalau dirinya baik baik saja agar suaminya itu tidak panik dan percaya padanya.