
MINTA DOANYA UNTUK HARI BAHAGIA OWNER, SEMOGA MAMPU MENJADI YANG TERBAIK UNTUK DIA, SEMOGA SABAR DALAM MENJALANI HUBUNGAN YANG MASIH SEPERTI MIMPI INI. SEMUA YANG TERBAIK ITULAH YANG OWNER HARAPKAN
LANJUT " LEPASKAN AKU BAB 55 "
∴ ════ ∴ ❈ ∴ ════ ∴∴ ════ ∴ ❈ ∴ ════ ∴
Di sebuah Resto ternama Pak Burhan bersama orang kepercayaannya menikmati makan siang mereka. Setelah melihat hidangan yang ada di depannya, Pak Burhan menjadi teringat kisah indahnya 26 tahun yang lalu. Mencintai seorang wanita, namun karena berbagai macam alasan mereka harus berpisah.
Potongan demi potongan daging rendang itu berhasil masuk ke dalam mulut Pak Burhan, semua itu semakin mengingatkannya pada kenangan masa lalunya.
" Apa kamu yang memasaknya Lastriku, karena aku tahu betul ini adalah resepmu. " Batin Pak Burhan.
dret~ dret ~ dret !
Getaran ponsel yang berulang kali membuat Nayla memilih memastikan siapa yang menghubunginya bahkan di jam jam bekerja seperti ini.
" Kepala sekolah, untuk apa ?. " Gumam Nayla
Ia kemudian menggeser hijau untuk menerima sambungan telpon itu.
" I ya hallo Assalamu alaikum Bu, ada apa? Apa ada masalah ?. " Tanya Nayla.
Lama terdiam tidak ada jawaban dari seberang, membuat Nayla khawatir dan terus memanggil manggil sang penelpon.
" Maaf Bu, apa bisa Ibu kesekolah sekarang, karena ada masalah sedikit. "
" Baik Bu, saya akan segera kesana. "
Nayla mengambil tas kecilnya dan secepatnya berlari keluar, pikirannya dilanda kegelisahan.
Bugh !
" Awww........! " Pekik Nayla karena terburu buru, Ia dengan tidak sengaja menabrak seseorang.
" Maaf Pak maaf, saya tidak sengaja. " Ucap Nayla spontan.
" Tidak apa apa Nak, lain kali hati hati kalau ya kalau jalan. "
" Baik Pak, tapi saya sedang terburu buru, kalau begitu saya pergi dulu, sekali lagi maaf !. "
Nayla berlari kecil menuju dimana motor kesayangannya terparkir. Hatinya merasa sangat gelisah.
Di dalam mobil Pak Burhan juga merasakan hal yang sama, perasaan yang berbeda ketika bersentuhan dengan Nayla.
" Siapa wanita itu, kenapa perasaanku menghangat saat bersentuhan dengannya. Matanya, suaranya mengingatkanku pada seseorang, tapi siapa ?. " Batin Pak Burhan.
Belum lagi hilang rasa penasarannya dengan rasa masakan yang baru Ia makan beberapa saat yang lalu, kini di tambah lagi dengan perasaan yang berbeda saat secara tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita.
" Aku harus mencari tahu semua ini, apakah mereka yang aku cari selama ini ?. Kembali Pak Burhan berkutat dengan pikirannya.
" Rudi, aku punya pekerjaan untuk kalian. Kali ini aku ingin info yang akurat, jangan sampai kalian salah lagi dalam mengambil keputusan. " Titah Pak Burhan dan di angguki oleh Rudi.
" Baik Pak Boos, laksanakan. "
***
Tidak butuh waktu lama Nayla sudah tiba di halaman sekolah tempat Alwi menuntut ilmu, Ia segera berlari kecil untuk menemui para pengurus sekolah yang nampak panik juga.
" Ada apa Bu....?. " Tanya Nayla khawatir.
Para pengurus sekolah saling melempar pandang satu sama lain.
" Maafkan kami Bu Putri, tapi Alwi hilang, dia tidak ada di sekolah atau pun dimana mana. " Ucap Ibu kepala sekolah jujur.
Bagai di sambar petir, Nayla merasa tubuhnya seakan tidak bertulang. Dunianya seakan runtuh seketika, bayangan akan kehilangan dan kesendirian berkecamuk di benaknya.
" Bu......!."
Seorang tenaga pengajar dengan sigap menopang tubuh lemah Nayla dan membatunya duduk di sebuah kursi.
" Tenang Bu, kita sedang berusaha mencarinya. Kalau tidak bertemu juga kita akan melaporkannya pada pihak berwajib. "
" Mas Andre.....!. "
Nayla mengeluarkan ponselnya dan menghubungi orang orang terdekatnya. Sama dengan Nayla, Andre juga panik saat mengetahui putra kesayangannya hilang entah kemana.
Tanpa memikirkan segala pekerjaannya Andre bergegas keluar ruangannya menuju mobilnya. Pikirannya hanyalah bagaimana cara menemukan keberadaan pangerannya itu.
" Tunggu Ayah sayang, kamu dimana sayang. Jangan buat Mama, Ayah sama Ibu khawatir....!. " Gumam Andre
Hanya butuh beberapa menit saja, Andre sudah tiba di sekolah tersebut. Ia nampak khawatir melihat keadaan Nayla.
" Nay.....!
" Mas Andre, Alwi Mas.....! Cepat cari dia Mas, aku takut dia di jahatin orang di luar sana. Dia pasti ketakutan Mas, karena jauh dari kita. " Ucap Nayla memohon.
Nayla menangis di dalam dekapan Andre, begitu pun Andre, walau pun Ia sebenarnya bersedih tapi sekuat tenaga Ia menahannya agar wanita di hadapannya itu tidak bertambah rapuh.
" Tenang Nayla, kita pasti akan menemukannya. Kamu harus kuat, semangat. Kalau kamu seperti ini, bagaimana kita bisa mencari Alwi. "
Nayla membenarkan apa yang di ucapkan Andre, di hapusnya air matanya yang mengalir tanpa di perintah.
" Mas benar, kita harus mencari Alwi sekarang, bukan malah bersedih. "
Andre tersenyum akhirnya untuk kesekian kalinya dirinya mampu membuat Nayla bangkit dari keterpurukannya.
***
Di sepanjang jalan Alwi nampak bingung, Ia tidak tau harus kemana. Niatnya tadi hanya jalan jalan di samping sekolah, namun langkahnya membawanya jauh dari sekitar sekolah tersebut.
" Aku dimana ini, sepertinya ini bukan jalan menuju sekolah. " Gumam Alwi
Ia mencoba mengenali jalan yang sudah di lewatinya tersebut, hingga akhirnya tiba di sebuah persimpangan.
" Ini kan jalan menuju taman bermain yang aku datangi bersama Mama dan Ibu, bagaimana kalau aku kesana saja. Siapa tahu ada orang yang bisa membantu Alwi untuk pulang kerumah. " Gumam Alwi
Dengan semangat penuh, Alwi melangkahkan kakinya menuju taman bermain yang sudah nampak dari pandangannya.
" Ah itu dia, semoga Mama atau Ibu ada di sana, jadi Alwi bisa pulang kerumah. " Batin Alwi berharap.
Hingga sore hari Alwi duduk di kursi taman berharap ada yang membawanya kembali kerumah namun tak kunjung harpannya terkabul.
Sebuah mobil mewah melintas di sekitar taman, ekor matanya menangkap sesuatu yang tidak asing baginya.
" Anak itu, untuk apa dia ada di situ. "
Di arahkannya pandangannya kesana kemari, mencari orang yang biasa bersama anak itu.
" Ah untuk apa aku memikirkannya, tentu saja dia bersama orang tuanya. Tapi kenapa perasaanku tidak tenang begini. " Gumamnya
" Hai.....!." Sapanya
Matanya menatap dalam bola mata bocah itu, ada rasa berbeda.
" Matanya seperti........
" Jangan takut, Omm bukan orang jahat. Tadi Omm lihat kamu sendirian disini, jadi Om kemari. Kamu di sini sama siapa ? Tanyanya kemudian.
" Alwi kesini sendiri tadi Om, Alwi sebenarnya sekolah. Tadi niatnya mau jalan jalan, tapi tiba tiba Alwi tidak tahu jalan pulang. "
Entah keberanian dari mana Alwi tiba tiba berkata jujur pada Pria yang sebelumnya Ia takuti.
∴ ════ ∴ ❈ ∴ ════ ∴
NB
BAGI SIAPA YANG SELALU DUKUNG KARYA INI, DI MOHON UNTUK FOLLOW AKUN AUTHOR ATAU MASUK GC YA. KARENA AKAN ADA GIFT SETIAP MINGGUNYA.
KARENA BANYAK YANG MEMINTA UNTUK MEMBONGKAR KEBUSUKAN SISKA, MAKA SETELAH INI AUTHOR AKAN MEMBAHAS TENTANG KEBUSUKAN SISKA DAN JUGA HUBUNGAN NAYLA BURHAN DAN JUGA KAMILA.
JANGAN LUPA UNTUK TETAP BERIKAN DUKUNGAN TERBAIK KALIAN. YANG GRATIS PUN TAK APA, RATE SETIAP HARI, LIKE SETIAP BAB, VOTE GRATIS BAGI YANG TIDAK TERPAKAI. UNTUK GIFT HADIAH KALAU ADA REZEKI LEBIH BOLEH DI BERI YA
MAKASIH UNTUK SEMUANYA