Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Dialah yang Ayah Jodohkan


🌹🌹🌹


Terdengar suara beberapa Pria pertanda akan di mulai nya acara Ijab qobul, Nayla perlahan mengangkat wajahnya memandang kedepan, ekor matanya menangkap sesuatu yang begitu sangat di kenalinya. Ia terkejut melihat hal itu dan menunduk kembali untuk menenangkan hati, Ia memastikan beberapa kali dan ternyata penglihatan nya benar adanya.


..." Siapa yang ada di sampingku sekarang kalau Mas saja ada disana " Batin Nayla....


Perlahan Ia mengangkat wajahnya melirik kesamping bersamaan dengan Pria di sampingnya mengucapkan ikrar janji suci. Jantungnya berdetak kencang bersamaan dengan berakhirnya ucapan Pria itu yang di jawab oleh semua yang hadir disana dengan kata " SAH "


Ia ingin protes dengan semua nya tapi di pandangnya sekitarnya. Ayah, Ibu beserta saudaranya dan juga anak semata wayangnya juga hadir di sana dan nampak dengan wajah yang sumringah, seakan tidak ada beban sama sekali.


..." Bagaimana bisa jadi seperti ini, kenapa semuanya ada disini dan tidak ada yang mencoba menggagalkan semua nya. Apa Ayah dan yang lain nya juga menyetujuinya atau memang ini ada campur tangan mereka semua " Batin Nayla....


Acara pemasangan cincin, Nayla pasrah saja ketika tangan nya di raih Pria yang ada di depan nya itu. Pria yang tiba tiba saja sudah jadi suaminya tanpa seijin nya lebih dulu.


Acara di lanjutkan dengan resepsi, semua pasang mata memandang kepada nya. Memang bukan yang pertama kali nya, dulu dirinya pernah melewati ini tapi tidaklah semewah sekarang ini.


Matanya terus saja memandang pada seseorang yang tidak jauh di sana, andai acara sudah selesai dan tamu undangan sudah pergi ingin sekali Ia bertanya kenapa sampai terjadi seperti ini.


Waktu terus berlalu, satu persatu tamu membubarkan diri. Nayla meminta untuk di antarkan ke kamar karena kaki nya terasa kram karena terlalu lama berdiri.


Beberapa perias yang tadi menjemputnya kini mengantarnya kembali ke kamar milik nya.


Nayla duduk di tepi ranjang sambil memandang dirinya di cermin, semuanya bagaikan mimpi. Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka, nampak Ayah serta Ibu nya yang melangkah masuk menghampiri nya.


" Ada apa ini Ayah, Ibu...... kenapa harus dia, bukan nya Ayah menjodohkan aku dengan Pria pilihan Ayah, lalu kenapa dia lagi Ayah "


Sebenar nya hatinya di penuhi amarah yang sangat besar namun Ia tidak berani berbuat kasar pada kedua orang tuan nya.


" Maafkan Ayah Nak, tapi memang dia yang Ayah jodohkan dengan mu. Lupakan masa lalu Nak, dan maafkan dia demi masa depan kalian. Ayah juga pernah melakukan kesalahan dimasa lalu dan Ayah sudah menyadari nya, Ayah juga sudah menguji kesungguhan nya dan dia layak untuk mendapatkan kata maaf. Semua orang pernah melakukan kesalahan dan juga berhak mendapat kesempatan untuk berubah, Ayah melihat kebaikan dalam dirinya, untuk itulah Ayah menyetujui nya "


Nayla berjalan mendekat kepada Bu Rossa


" Tapi Bu, Yah.... Ayah dan Ibu tidak mengerti bagaimana rasa sakitnya aku dulu, bagaimana Pria itu menyia nyiakan semuanya. Lalu bagaimana dengan Mas Reyhan "


" Reyhan......! bagaimana mungkin kamu mengharapkan milik orang lain, bukan nya Ia sudah pernah mengajakmu untuk membeli barang keperluan lamaran. Sesungguhnya dia sudah menikah Nak dan wanita yang di sampingnya tadi adalah Istri nya " Jawab Pak Burhan.


Nayla menarik nafas panjang, bagaimana mungkin Ia yang membuka kandang singa sendiri. Ia sendiri yang membiarkan dirinya masuk dalam penderitaan nya lagi.


" Tapi Ayah, kenapa harus dia.... apa tidak ada yang lain yang bisa Ayah jodohkan dengan ku "


Perdebatan mereka berakhir karena Nayla tidak berani membantah ucapan Ayah nya, Ia tidak ingin melukai Pria tua itu.