
👉 👈
***
Nayla mengejar mobil yang membawa Alwi, hati nya sangat sedih karena tidak punya waktu untuk menjelaskan atas kesalahan fahaman dengan anak nya itu.
" Alwi..... tunggu ! dengarkan Mama sayang, Mama bisa jelaskan semua nya, semuanya tidak seperti yang kamu lihat Nak.....!. " Teriak Nayla
Ia duduk di jalan karena tersandung ketika mengejar mobil Asrul yang melaju kencang meninggalkan nya.
" Nayla cukup.... ! kumohon berdirilah " Pinta Reihan sembari membantu Nayla berdiri.
" Mas..... aku harus kerumah nya, aku harus menjelaskan pada Alwi yang sebenar nya. Mas, tolong antarkan aku kesana " Pinta Nayla memohon.
" Nayla, cukup. Dengarkan aku baik- baik, cepat berdiri sebelum ada mobil lain yng menabrak karena tidak melihat keberadaan mu. Kita bicara di tempat yang aman saja. " Bujuk Reihan seraya membantu Nayla berdiri.
Nayla berdiri dan mengikuti ajakan Reihan, memasuki mobil dan menuju sebuah taman.
" Nayla, maafkan aku karena mengajakmu tadi makan malam. Tapi aku mohon padamu untuk berpikir positif, ini memang yang di inginkan Pria itu. Dia menginginkan kamu terlihat lemah dan jahat di depan Alwi, kamu harus kuat dan tunjukkan padanya kalau kamu bukan lah seorang yang mudah ditindas. Kamu juga harus kuat dan juga tegas buat kita mendapatkan Alwi kembali, jangan tunjukkan kelemahan mu yang akan membuat Pria itu semakin punya celah untuk menjatuhkanmu, apa kamu mengerti ucapanku "
Nayla diam merenungkan apa yang di katakan Reihan pada nya.
" Aku sudah menduga ini, Pria itu akan menggunakan hal ini agar membuat Alwi membencimu dan nanti akan berpengaruh saat sidang banding yang kita ajukan berlangsung. Jadi aku mohon agar kamu kuat, tidak seperti ini. Aku janji akan membantumu menyelesaikan semuanya dan Alwi akan tahu yang sebenarnya sebelum putusan sidang itu berakhir. "
" Ya sudah Mas, Aku capek ingin istrahat. Bisa kah Mas antarkan aku pulang sekarang. "
" Tentu saja, ayo......!. " Ajak Reihan.
Reihan mengantarkan Nayla hingga sampai rumah nya dan memastikan keamanan Nayla.
" Aku janji akan membantumu mendapatkan semuanya yang pernah menjadi milikmu, termasuk membuat si bodoh itu menyadari apa yang sebenar nya terjadi. " Janji Reihan dalam hati.
*
*
*
*
" Bagaimana ini Nak, Ibu takut dia kenapa- kenapa " Ucap Bu Dian panik.
" Kunci serep mana? " Tanya Asrul.
Bu Dian berlari kebawah mengambil kunci serep yang di letakkan di lemari bawah.
" Ini Nak " Bu Dian menyerahkan kunci pada Asrul.
Asrul mencoba membuka nya namun tidak bisa karena Alwi memasang kunci dalam.
" Tidak bisa Bu, apa kita dobrak saja "
" Pergilah Oma, Pa..... Alwi tidak apa- apa, Alwi ngantuk mau istrahat. " Jawab Alwi dari dalam kamar.
" Alwi sayang, buka bentar Oma mau bicara " Bujuk Bu Dian.
" Tidak Oma, Alwi mau istrahat. Oma juga cepat istrahat " Jawab Alwi lagi.
Bu Dian dan juga Asrul memilih meninggalkan Alwi di kamar atas. Alwi mengingat kembali semua yang terjadi.
Ternyata Allah mengabulkan Doa nya untuk bertemu sang Mama secepat nya, namun tidak sesuai yang Ia harapkan.
" Mama, kenapa Mama tega sama Alwi. Alwi sangat merindukan Mama yang dulu, yang menyayangi Alwi walau Alwi hanya punya Mama dan tidak punya Papa. "
Karena lelah berpikir dan menangis akhir nya Alwi pun tertidur, sementara Nayla sudah larut malam namun belum bisa memejamkan mata.
" Benar apa yang di katakan Mas Reihan, aku harus memperjuangkan Anakku. Aku tidak ingin dia berlama- lama disana dengan ajaran yang salah. "
Nayla memantapkan hati nya untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi demi sang buah hati.