Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Jalan Jalan


Di negara terpisah Nayla, Kamila dan juga Alwi sedang menikmati jalan- jalan bersama Andre, kebetulan hari ini Nayla tidak ada kelas begitu juga dengan Kamila, jadi mereka bisa menghabiskan waktu bersama Andre sebelum Andre kembali ke Indonesia dan akan berganti dengan yang lain nya.


Alwi sangat senang bersama Andre yang sekarang Ia tahu Pria itu bukan lagi Ayah nya tapi Om nya saudara dari Ibu nya, begitu juga dengan Kamila yang adalah Tante nya bukan lagi Ibu bagi nya.


" Om kenapa harus balik sich kesana lagi, nanti Alwi tidak ada temannya lagi. Main antar kesekolah, jalan jalan " Alwi memasang muka mewek.


Adrian tersenyum, Ia memang sangat sangat menyanyangi keponakan nya itu.


" Keponakan Om yang paling tampan, Om juga kan ada kerjaan jadi Om harus pulang dulu, nanti juga ada Reihan yang gantiin Om. Om Reihan juga bisa ngajak Alwi jalan jalan kemana saja, ngantar kesekolah, temani Alwi main belajar, Om Reihan juga jago lho, bahkan Om Andre kalah pintarnya " Bujuk Andre.


Ia tidak mau mood keponakan nya itu buruk


" Oh ya Om, Alwi kapan juga bisa pulang, Alwi juga kangen Oma "


Ketiga manusia dewasa itu saling berpandangan, baru kali ini selama hampir setahunereka di kota itu Alwi ingin kembali ke Indonesia dan bertemu sang Oma.


" Sayang, kita belum bisa pulang kesana karena Mama dan juga Tante Kamila sedang bersekolah disini biar pintar sama seperti Alwi. Kita harus sama sama bersekolah dulu, biar kelak Mama, Tante Kamila dan juga Alwi bisa bekerja seperti Opa, Om Andre dan yang lain nya di Kantor. " Giliran Nayla yang menjelaskan.


" Memang agar bisa kerja disana kita harus sekolah dulu, terus kapan sekolahnya selesai dan kita bisa pulang " Tanya Alwi lagi.


Hal yang wajar anak seumuran Alwi banyak bertanya, karena umur seperti itu saat saat dia ingin mengetahui berbagai hal, dan sebagai orang tua saat nya kita menjelaskan senarik mungkin karena itu akan tertanam di memori nya sampai dewasa nanti.


" Iya Kak, orang yang bekerja di kantoran itu adalah orang yang memiliki kepandaian, dan untuk pandai makasih kita harus berseko...lah bersekolah " Giliran Kamila dan di jawab oleh Alwi.


" Hm.... kalau mengenai kapan kita pulang, mungkin tahun depan setelah Mama sama Tante lulus, makanya Mama sama Tante harus rajin belajar sama seperti Alwi ya. Kita harus rajin belajar agar cepat pintar dan pulang ke Indonesia bertemu Oma " Lanjut Kamila menjelaskan.


Alwi manggut-manggut namun tetap saja wajahnya murung.


" Sudah jangan murung lagi, sekarang Om gendong terus kita pergi ke taman bermain, Alwi mau sayang "


Alwi mengangguk dan langsung di gendong oleh Om Andre, sementara Nayla hanya bisa geleng geleng kepala.


Andre selalu bisa mengambil hati keponakan nya itu, bahkan walau harus menggendongnya kemana saja padahal umurnya yang sudah memasuki 9 tahun tentu saja sudah semakin berat di gendong. Tapi itulah Andre, cintanya pada Nayla dan Putranya tidak bisa di ukur dengan apa pun, walau kini mereka berakhir menjadi kakak beradik namun cinta dan kasih sayang itu tidak pernah luntur.


Mereka mengendarai mobil kembali menuju taman bermain, seperti biasa Alwi akan menjajal hampir semua mainan disana, sementara Nayla dan Kamila hanya duduk menikmati minuman dan cemilan yang mereka beli karena keduanya memang sangat takut pada ketinggian.


Mereka mengobrol banyak hal sambil tertawa bersama. Alwi baru berhenti setelah merasa perutnya keroncongan, pertanda cacing dalam perut sudah waktunya minta jatah.


" Kenapa sayang " Tanya Andre yang melihat Alwi turun dari wahana yang di naikinya.


Kruk kruk " Anggap saja begitu ya sayang bunyi perut.


Adrian tersenyum mengetahui apa yang sebenarnya menjadi alasan keponakan nya diam


" Ayo " Ia menggandeng tangan Alwi menemui kedua wanita cantik yang juga duduk cantik di bawah meja berpayung.


" Sudah puas ternyata " Kamila yang melihat kedatangan keduanya.


Nayla dan juga Kamila terkejut, sudah lewat jam makan siang mereka belum juga mencari tempat untuk makan. Berbeda dengan Andre dan Alwi yang kelaparan, Nayla dan Kamila justru kekenyangan karena sedari tadi mereka mengobrol sambil menikmati jajan yang mereka beli di tempat itu.


" Ayo kita cari tempat untuk makan siang, Om punya tempat yang bagus, di jamin tidak mengecewakan karena Om selalu mampir disana setiap kali ada di kota ini "


Mereka berempat masuk ke dalam mobil dan menuju tempat yang di maksud, tidak butuh waktu lama karena tempat nya memang tidak jauh dari sana.


Sebuah Resto yang menyediakan menu makanan Indonesia yang nampak nya sangat menggugah selera. Andre membawa yang lain nya memasuki tempat itu dan mengambil tempat yang dirasa nyaman.


Andre memesan makanan paforitnya setiap kali berada di tempat itu, pelayanan yang ramah mengingatkan mereka akan tanah air Indonesia. Mereka menikmati makan siang mereka sesaat setelah pesanan mereka datang ke hadapan mereka.


" Aku tida tahu kalau makanan seperti ini ada disini " Ucap Kamila.


Alwi memasukkan suapan demi suapan ke mulut nya, tidak ada wajah berbinar binar nya seperti yang sering dia lakukan setiap kali memakan masakan sang Ibu.


" Kenapa sayang " Tanya Andre.


" Lebih enak masakan Mama, Alwi mau Makan masakan Mama saja nanti pulang. " Jawab Alwi dengan wajah menggemaskan nya.


Kamila dan yang lain nya hanya saling pandang dan menarik nafas panjang masing- masing. Mereka sudah tahu watak anak dan keponakan itu.


" Iya sayang nanti Mama masak dirumah tenang saja, tapi sekarang makanlah sedikit dulu biar ada tenaga untuk kita pulang kerumah "


Seorang Pria sedang memarkirkan motor besarnya di depan sebuah Resto, setelah dirasa aman Ia pun segera memasuki Resto mencari tempat yang nyaman dan memesan menu makanan yang akan di jadikan makan siang kali ini.


Dari jauh Ia melihat orang yang sangat di kenalinya dan itu membuatnya sangat senang.


..." Bidadariku, ternyata kamu disini juga "...


Nayla mendadak tegang setelah melihat orang yang di kenalnya melangkah menghampiri mereka.


..." Alex, kenapa dia ada disini " Batin Nayla....


Kamila yang menyadari perubahan Kakak nya sontak bertanya pelan agar tidak ketahuan Mas Andre yang sedang asyik bercengkrama dengan Alwi.


Nayla memberikan kode untuk adiknya, Kamila mengikuti arah ekor mata Kakaknya dan reaksinya sama terkejutnya setelah melihat kehadiran Alex, Pria yang belakangan ini sedang mereka bicarakan karena sering mengganggu Kakaknya dengan usahanya mendapatkan perhatian Nayla.


..." Kak Alex, untuk apa dia disini, pantas Kakak menjadi tegang kan ada Mas Andre. Apa yang harus aku lakukan " Batin Kamila....


" Mas permisi sebentar, aku mau ke toilet dulu " Pamit Kamila.


" Tapi Dek, ini makanan nya habiskan dulu "


" Sudah tidak apa apa Mas, biasa anak cewek ngk tahan kebelet " Nayla yang menyadari usaha sang Adik pun berusaha mengalihkan perhatian Andre agar tidak menoleh kebelakang