Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Sedang OTW


Nayla berdiri di depan cermin memandang pantulan dirinya, bayangan bagaimana suaminya itu menggempur nya habis habisan dari awal tidur hingga bangun dari tidur membuatnya tersenyum, meskipun rasanya perih namun Ia bahagia.


" Kenapa senyum senyum sayang, kamu hebat....... ! "


Nayla terkejut dan juga malu mendengar suara Asrul yang mengejutkan dirinya, bahkan berbisik tepat di telinganya di akhir ucapannya.


" Mau lagi ya....... ! " Bisiknya lagi.


Nayla bergegas berdiri karena Ia tahu persis kalau suaminya itu tidak akan main main dengan ucapannya.


" Aku belum menyiapkan sarapan Mas, kasihan Alwi dia pasti sudah menunggu sarapannya. " Ucapnya sambil melangkah hendak keluar.


Dengan cepat Asrul meraih tangan itu dan menariknya sehingga Nayla jatuh kedalam pelukannya.


Asrul kembali melakukan aksinya ******* bibir merekah yang seolah candu baginya, begitu bergairah nya Ia hingga membuat Nayla kesulitan untuk bernafas.


Huft..... ha !


" Maaf sayang, tapi aku selalu menginginkanmu. Sekali lagi ya......! " Pinta Asrul sedikit memohon.


Bahkan handuk yang melilit di pinggangnya belum juga berganti baju, di pikirannya hanyalah menjelajahi tubuh istrinya, ingin selalu berada disana berlama lama.


" Mas, pakai dulu bajunya dan kita turun dan makan bersama, yang lain pasti menunggu di bawah. " Ucap Nayla memberi pengertian.


Pria itu masih saja bergelayut manja di leher Istrinya, beberapa kecupan Ia berikan membuat Nayla harus memejamkan mata menahan rasa yang sama.


" Mas, nanti di sambung lagi. Sekarang kita ke bawah, lagi pula ini juga masih perih "


Nayla berharap ucapannya kali ini berhasil, dan benar saja Asrul mulai luluh.


" Janji ya sambung lagi "


Nayla mengangguk pelan dan memilih meninggalkan ruangan itu.


" Tunggu sayang, kita turun sama sama " Seru Asrul sembari buru buru menggunakan pakaiannya.


Nayla melongo melihat kelakuan suaminya itu.


" Pelan pelan saja Mas, itu kan makai bajunya jadi tidak beraturan kan "


Nayla langsung menunjuk segitiga biru yang memang terbalik.


" Itu kan terbalik Mas, makanya pelan pelan saja pakainya "


Tanpa sadar Nayla meraih benda itu, wajahnya bersemu merah ketika menyadari semua yang Ia lakukan setelah selesai membenarkan pakaian sang suami. Perbuatan nya barusan malah menyusahkan dirinya.


" Ya sayang..... ! Ini si junior malah bangun, gimana dong sayang. Sekali lagi ya, please..... ! " Ucap Asrul setengah memohon seraya mengarahkan tangan Istrinya ke barang pusaka miliknya yang memang sudah nampak menegang.


" Tahu ah Mas, suruh tidur sendiri. Aku lapar.......! " Ucap Nayla seraya bergegas keluar.


Kalau dia terus berada disana tidak menutup kemungkinan kalau malam panjang mereka akan berlangsung kembali menjadi siang panjang.


" Ya sayang..... tanggung jawab dong, ini gimana.....! Ish kamu juga sih, kenapa juga bangun " Asrul mendadak bingung dan seperti orang bodoh karena desakan sesuatu di bagian bawah tubuhnya.


Bukh...... Awww...... "


Kamila mengusap dadanya pelan karena sakit dan juga terkejut karena tiba tiba bertabrakan dengan sesuatu.


" Kak Nayla...... " Seru Kamila terkejut ketika melihat siapa yang baru saja bertabrakan dengannya.


Ia juga makin di kejutkan dengan wajah sang kakak yang nampak lucu, bekas lipstik dimana mana tidak beraturan. Ia tahu apa yang sudah terjadi karena dirinya juga sudah menjadi wanita dewasa, hal itu membuatnya sangat bahagia. Akhirnya perjuangan panjangnya selama ini berbuah manis, sepertinya hubungan kakaknya sangat baik dan sudah banyak perkembangan.


..." Wah Mas Asrul hebat, jebol lagi horeee. Eh ngapain aku horee, ih ngeri..... "...


Tiba tiba Ia merinding membayangkan dirinya yang juga sebentar lagi akan di persunting oleh sang Dokter pujaan, Pria yang selama ini mati matian mengejar dirinya, memperjuangkan cintanya hingga mampu membuat dirinya percaya dan menerima niat baiknya.


" Kamu kenapa Dek, kenapa dengan wajahmu. Tadi nampak senyum senyum, eh sekarang malah pucat begitu, seperti kekurangan darah " Giliran Nayla yang di buat heran.


Ia berlalu pergi ingin melanjutkan aktifitasnya ketika melihat tidak ada reaksi dari sang adik, dalam pikirannya mungkin sang adik sedang tidak enak badan.


" Nanti periksakan kesehatanmu sama si Dokter tampan mu itu Dek, jangan sampai nanti mengganggu acara kalian " Pesan Nayla sembari melangkah menjauh.


Kamila yang buru buru sadar dari lamunannya segera mengejar sang kakak.


" Kak.... Kak Nay, tunggu sebentar......! "


" Apa Dek..... ! " Sahut Nayla menghentikan langkahnya.


" Maaf kak, ini.... ! Selamat ya kak, semoga kakak selalu bahagia kedepannya ya. Tidak ada lagi sakit hati "


Kamila mengusap bekas lipstik Nayla yang tidak beraturan, Nayla hanya berdiri mematung. Ia tersenyum malu ketika menyadari apa yang terjadi.


" Tidak usah malu Kak, kami malah senang. Bahagia selalu Kak, semoga adik dari keponakanku segera datang " Goda Kamila.


Nayla semakin di buat malu, namun Ia pun mengamini apa yang di ucapkan adiknya itu.


" Aamiin, makasih adikku sayang " Terdengar suara dari tangga yang mengejutkan kedua wanita itu.


" Adik... datang..... Adik apa Tan " Tanya Alwi yang juga baru datang dan langsung menyambar sepotong roti yang berada di atas meja.


Nayla terkejut dan di buat bingung dengan pertanyaan sang Putra, bagaimana Ia harus menjawabnya.


" Ah itu Nak, kamu akan segera punya adik. Kamu mau kan sayang " Jawab Asrul yang sengaja mengeraskan suaranya dan semakin membuat Nayla malu dan bingung.


Alwi yang memang ingin kedua orang tuanya bahagia dan mempunyai keluarga yang utuh, tentu saja turut bahagia karena melihat keadaan orang tuanya kini.


" Alwi ngikut saja Pa, kapan datangnya Pa "


Nayla malah di buat melongo menyaksikan kedua Pria yang sangat mirip hanya saja berbeda umur itu seakan santai duduk sambil menikmati sarapan tanpa merasa bersalah dengan apa yang baru saja mereka ucapkan.


" Tenang sayang, masih OTW "


Kamila yang memang faham betul dengan sifat keponakannya hanya bisa menahan tawa melihat reaksi sang kakak. Ia tahu kalau Asrul juga pasti sedang menggoda kakaknya itu, sebab watak anak dan juga Ayahnya adalah sebelas dua belas.