Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Banyak kejutan


Dira merasa senang karena setiap hari bisa makan enak, bisa membeli apa saja yang di inginkan nya termasuk ke salon untuk mempercantik diri.


" Ah sudahlah Dira, bertahanlah sebentar, kata orang hanya perlu sembilan bulan untuk hamil setelah itu melahirkan dan kamu bisa bebas menikmati hidupmu. Biarlah Pria gembel itu mengurus anaknya, bodoh amat. Siapa suruh dia ngebet mau mempertahankan anak ini, jangan pernah berpikir aku mau di repotkan dengan mengurus anak ini, apa lagi harus menyusuinya dengan ASI ku, bisa bisa penampilan ku jadi tidak menarik lagi, lebih baik aku percantik diri dan mencari Pria Pria kaya lainnya agar bisa dapatkan uang lebih " Dira tersenyum senang, membayangkan nya saja sudah mampu membuatnya sangat bahagia.


" Eh iya, mm setelah ini aku harus di panggil apa. Oh iya Tante, ya Tante saja. Aku nggak sudi di panggil Ibu atau Mama olehmu, dasar anak tidak di harapkan, tapi makasih loh karena adanya kamu disini aku jadi tidak perlu bersusah payah memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang. Tenang tinggal empat bulan lagi dan aku akan bebas " Ucap Dira bahagia.


Alya enggan untuk kembali bekerja di Resto tempatnya bekerja dulu, Ia terlalu takut dengan tempat itu yang bisa saja Andre datangi kapan pun itu.


" Kamu kenapa Nak " Tanya Bibi.


Alya tersenyum menanggapi


" Tidak apa apa Bi, hanya saja aku tidak enak numpang tinggal lama lama disini gratis tanpa harus bayar ataupun bekerja


Tapi..... " Alya enggan melanjutkan ucapannya.


" Tapi apa Nak " Tanya Bi Marni.


" Aku tidak punya pekerjaan Bi dan untuk kembali ketempat yang dulu aku sangat takut Bi " Alya menjelaskan ketakutannya.


***


Karena tidak ingin membebani orang lain Alya menyelusuri beberapa Ruko pakaian berharap bisa dapatkan pekerjaan disana. Beberapa buah Ruko sudah Ia singgahi namun tak satupun yang menerimanya. Semuanya menolaknya dengan alasan yang sama yaitu tidak ada lowongan kerja.


" Permisi Pak, maaf numpang tanya. Apa yang di cari gadis tadi disini " Tanya Nayla yang memang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Alya.


Pemilik toko nampak bingung dengan pertanyaan Nayla


" Gadis yang mana Bu " Tanyanya.


" Yang itu Pak, gadis yang baru saja keluar dari sini " Nayla menunjuk Alya yang duduk di samping sebuah Ruko


" Oh itu Bu, dia sedang mencari pekerjaan tapi aku tolak karena disini tidak ada lowongan pekerjaan "


Nayla mengucapkan terimakasih dan berlalu pergi.


Kediaman Burhan.


" Sayang........ " Nayla memanggil suaminya yang masih asyik dengan laptop di tangannya.


..." Mumpung dalam masa perbaikan, kalau aku meminta sesuatu dari Mas Asrul pasti dia akan mengabulkannya karena takut aku marah padanya lagi. Semoga saja "...


" Nggak jadi Mas " Nayla menunduk dengan wajah cemberut.


Sepertinya rencananya sangatlah mustahil, Mas Asrul tidak akan mau mendukung rencananya.


" Loh kok nggak jadi sayang, ada apa hm " Asrul kembali bertanya karena penasaran.


***


Alya melangkahkan kakinya dengan ragu. Ya, Ia terpaksa berada disini.


POV Alya


Hari ini aku terkejut atas kedatangan Kak Romi, aku tidak tahu dimana Ia bisa menemukan keberadaan ku. Mungkin karena mereka orang berkuasa, apapun bisa mereka temukan dengan mudah.


" Ada apa Kak " Tanyaku pada Kak Romi


Kak Romi mengutarakan maksudnya, Ia ingin agar aku bekerja bersamanya di tempat yang sama. Awalnya aku menolaknya karena ingin mencari pekerjaan sendiri tanpa harus menyusahkan orang lain.


" Bukankah kamu ingin bayar hutang secepatnya, kalau kamu kerja sembarangan dan punya gajih pas pasan kapan kamu akan bisa melunasi sebagian hutangmu padahal aku lagi butuh uang dalam waktu dekat ini "


Aku terkejut dan juga merasa tidak enak, Iya aku lupa kalau hutang ku selama ini belum aku cicil sama sekali, padahal aku janji akan segera mencicil nya kalau aku sudah bekerja. Tapi apa iya kalau bekerja dengan Kak Romi bisa menjamin aku aman dan tenang disana, tapi kalau aku tidak terima dan Kak Romi memintaku harus membayarnya sekarang aku tidak bisa, dari mana aku dapat uang sebanyak itu. Jalan satu satunya hanya menerima tawaran itu, hingga hari ini aku berdiri disini.


Tapi baru juga mau mulai bekerja aku di kejutkan oleh hadirnya seseorang yang aku kenal.


" Pria itu, bukankah dia suaminya kak Nayla, tapi untuk apa dia disini. Apa suaminya Kak Nayla hanya kebetulan ada disini karena urusan pekerjaan atau dia adalah pemilik.... Oh tidak, aku harus bertanya pada Kak Romi yang sebenarnya "


Aku pun melangkah menuju ruangan Kak Romi ingin mengetuk nya perlahan, meskipun ragu tapi aku harus dapatkan jawaban.


Tapi langkahku terhenti karena melihat Kak Romi dan suaminya kak Nayla bersama seorang Pria yang tidak terlalu nampak jelas aku melihatnya, sepertinya mereka sedang membahas hal yang sangat penting. Akhirnya ku urungkan niatku.


Hari ini banyak kejutan untukku, baru juga keluar dari perusahaan tiba tiba bertemu dengan Erik Pria yang juga saat ini ingin aku hindari. Aku tidak mau merepotkan nya.


Aku sedikit berpikir sepertinya Erik tidak terkejut melihatku, apa dia sudah tahu kalau aku bekerja disini batinku.


" Hai Al semangat bekerja ya "


Astagfirullah, sempat sempatnya dia menegurku dan menyemangati aku agar giat bekerja. Ah memikirkan ini bikin kepalaku sakit.