Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kembali Ke Tanah Air


* Terima kasih atas dukungan dan Doa readers tercinta semuanya tanpa terkecuali, yang tidak bisa Author sebutkan satu persatu. Tapi jujur Author makin kesini makin bingung bagaimana endingnya ini cerita, banyak yang menginginkan peran wanita nya bahagia bersama Pria lain namun ada juga yang mendukung mereka kembali bersama. Semoga apa pun endingnya yang Author pilih semua bisa menerima dengan lapang dada Ya "


👉 Oke lanjut bab hari ini ya 👈


1 Tahun kemudian........


Terdengar tapak kaki menggema memasuki ruang rapat, semua yang hadir di ruang rapat sedang menunggu pemilik baru dari PT Jaya Abadi yang katanya adalah seorang wanita.


Semua mendadak berdiri ketika melihat siapa yang datang, seorang wanita cantik dengan senyum manis bak bidadari.


" Silahkan duduk " Pinta Nayla dengan suara berwibawa.


Semua orang di ruang rapat itu kembali duduk, mereka semua berdecak kagum melihat kecantikkan yang terpancar di wajah atasan mereka yang baru.


" Ini kan Nayla, eh salah Ibu Nayla. Wanita yang selama ini di cari Boos, eh Boos. Yang di cari Asrul selama ini, apa Asrul sudah tahu semuanya. Bagaimana reaksinya kalau dia tahu pemilik perusahaan yang ingin dia ajak kerja sama adalah wanita yang Ia cari selama ini. " Batin Romi.


Semua yang berada di ruang rapat itu menyimak dengan baik apa yang di katakan wanita cantik yang ada di depan mereka, hingga rapat selesai dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar Nayla tidak henti hentinya menebarkan senyum.


Nayla melangkah keruangan nya setelah rapat usai, sebenarnya bukan ini yang di inginkan nya. Ia hanya ingin memegang beberapa Resto milik sang Ayah sesuai bakatnya, namun Pak Burhan sudah membagi semua harta warisan nya untuk ke 4 anaknya dan juga cucu kesayangan nya.


PT Jaya Abadi di peruntukkan untuk cucu kesayangan nya, namun karena Alwi baru berumur 10 tahun tentu belum bisa menjalankan sebuah perusahaan. Dan itulah sebabnya Nayla yang menggantikan nya sampai Putra nya cukup mampu untuk memegang jabatan itu.


..." Apa aku menyapanya saja, ah tidak..... bagaimana kalau dia marah. Sudahlah, untuk apa aku ikut campur " Batin Romi....


***


Asrul baru saja kembali dari luar kantor setelah selesai menghadiri rapat di tempat lain, mereka berbagi tugas hari ini karena ada dua rapat dalam waktu yang bersamaan.


" Hei, kenapa wajahmu murung begitu bak kertas kusut "


Suara Asrul mengejutkan sahabatnya itu, Romi yang sejak tadi sedang memikirkan apakah dia harus memberitahukan kejadian beberapa jam yang lalu atau tidak pada sahabatnya itu tentu saja terkejut.


" Eh kamu.......! "


Asrul mengerutkan keningnya melihat reaksi keterkejutan Romi, tidak biasanya Ia seperti itu. Pasti ada sesuatu yang serius begitulah batin Asrul.


" Ada apa, apa ada masalah pada pertemuan tadi " Tanya Asrul.


Romi menggeleng bingung.


" Tidak ada masalah, lalu kenapa wajahmu seperti itu. Seperti orang kebingungan "


Asrul semakin di buat penasaran namun juga turut bingung melihat tingkah sahabatnya itu


" Entahlah Rul, aku memang sedang bingung bahkan bisa dikatakan bingung tingkat dewa " Jawab Romi sembari mengusap wajahnya kasar.


" Ada apa Rom ! Aku tahu kamu, tidak biasanya kamu kebingungan hanya karena masalah pekerjaan, pasti ada masalah lain. Apa kamu tidak ingin mengatakan nya padaku, siapa tahu dengan mengatakan nya kita bisa mencari jalan keluar bersama sama agar bisa membuat hatimu lega "


" Kalau aku bilang hari ini aku melihat wanita yang selama ini kamu cari apa kamu akan percaya ? " Tanya Romi pelan.


Asrul awalnya sangat terkejut bahkan jantungnya sampai berdetak hebat, namun kemudian Ia tertawa kecil. Bagaimana tidak, dirinya bahkan sudah mencarinya selama bertahun tahun dengan semua tenaga dan juga materi yang Ia kerahkan namun tidak juga memperoleh hasil yang memuaskan. Tiba tiba saja Romi membawa kabar mengejutkan yang menurutnya tidak mungkin.


" Sudahlah Romi, lupakan saja soal itu "


Asrul kembali memeriksa berkas berkas ada di meja kerjanya.


" Tapi Rul yang aku katakan ini adalah benar adanya "


Asrul melepas kembali berkas berkas yang ada di tangan nya karena mulai terpancing dengan ucapan Romi.


" Apa maksudmu, Nayla sudah kembali ke Tanah air begitu " Tanya Asrul memastikan.


Romi mengangguk anggukkan kepalanya membenarkan tebakan Asrul.


......" Benarkah, tapi selama ini Romi bahkan tidak pernah berbohong walau aku selalu meragukan nya tapi selama yang terbukti semua ucapan nya adalah benar. Apa kali ini Ia juga berkata benar atau hanya ingin menyenangkan hatiku saja, hm...... sudahlah tidak ada salahnya kan percaya padanya. " Batin Asrul. ......


" Kalau memang benar kamu melihatnya, lalu dimana. Maksudnya kamu melihatnya dimana, sehingga kamu begitu yakin kalau itu adalah dia " Tanya Asrul


Romi berputar putar lalu kemudian duduk di kursi dan menariknya mendekat ke arah Asrul.


" Kamu ingat PT Jaya Abadi, perusahan yang kita ajak kerja sama "


" Iya, bukankah itu tempat kamu rapat tadi. Apa hubungan nya dengan itu "


" Jelas ada hubungan nya Rul, karena pemilik baru perusahan itu adalah Ibu Nayla Putri, anak dari Burhanudin Abdullah. " Jelas Romi lagi.


Asrul yang sejak tadi deg deg menahan nafas, rasanya dunianya bagai kekurangan asupan oksigen karena di ruangan itu seakan tidak ada udara.


" Benarkah, apa yang kamu katakan ini bisa di pertanggung jawabkan kebenaran nya " Tanya Asrul ketika mulai tenang.


" Kamu tentu tahu aku melebihi dari siapa pun, kapan aku pernah mengatakan sesuatu yang tidak benar padamu, meskipun setiap yang aku katakan selalu tidak kamu tanggapi. "


Asrul tersenyum menanggapi ucapan Romi, memang benar apa yang di katakan nya.


" Baiklah, Terima kasih untuk informasi nya. Aku akan menyelidikinya sendiri "


..." Semoga kali ini kamu benar Romi seperti sebelumnya, semoga juga aku bisa dimudahkan untuk bertemu dengan mereka " Batin Asrul...


🥳🥳🥳


Mohon dukungan nya ya, like setiap bab, rate 5 setiap hari dan juga masukkan fav ya.


Terima kasih 🥰🥰