Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
PENYESALAN DAN KEBESARAN HATI



🌳🌳🌳


Andre melajukan mobil nya dan tidak lama berselang Ilham dan juga Pak Burhan pun menyusul di belakang.


Nayla baru saja tiba di rumah nya setelah usai mengurus keperluan nya di kampung halaman. Karena tidak tega menjual rumah peninggalan sang Ibu, meski itu adalah hasil jerih payah nya, Ia memilih mengontrak kan rumah tersebut agar ada yang merawat nya.


Baru beberapa langkah memasuki rumah milik nya, Ia di kejut kan dengan suara mobil yang berhenti tepat di halaman rumah nya.


Ia melangkah keluar melihat siapa yang datang, kening nya berkerut di kala melihat seorang wanita modis turun dari sana.


Bayangan tentang beberapa kejadian yang melibatkan diri nya dan juga wanita itu melintas di pikiran Nayla.


" Ini kan Ibu yang waktu itu di rumah gudang dan di RS, untuk apa beliau kemari. " Batin Nayla


" Assalamu'alaikum Nayla...... !. " Sapa Bu Rossa ramah.


" Wa'alaikum salam. " Jawab Nayla.


Bu Rossa nampak bingung harus memulai dari mana.


" Kenalin, Aku Ibu Rossa....Ibu yang waktu itu di rumah penyekapan. "


Bu Rossa mencoba mengingatkan Nayla, sebenar Bu Rossa tidak ingin mengungkit masalah itu lagi. Tapi Ia bingung bagaimana cara nya berinteraksi dengan Nayla.


" I ya Bu, mari masuk Bu. Di luar panas. " Ajak Nayla tak kalah ramah.


Bu Rossa mengikuti ajakan Nayla dan ikut masuk ke dalam rumah tersebut.


" Duduk Bu, tunggu sebentar saya ambilkan minum dulu. "


" Tidak perlu Nak, Ibu tidak akan lama. "


" Tidak apa- apa Bu, hanya minum saja tunggu ya. "


Nayla pamit ke belakang mengambilkan minuman serta cemilan untuk tamu nya.


Di luar juga pasukan Andre sudah tiba di sana, Andre lebih dulu masuk sedangkan yang lain masih menunggu di mobil atas perintah dari Andre sendiri.


" Mas Andre, dia juga ada di sini. " Batin Nayla yang terkejut melihat kedatangan Pria itu.


Nayla meletakkan minuman beserta cemilan nya di atas meja dan mempersilahkan Bu Rossa untuk menikmati ala kadarnya.


" Silahkan Bu, maaf hanya ada itu saja. "


Bu Rossa tersenyum seraya meminum teh buatan Nayla.


" Em sebenar nya kedatangan Ibu kemari mau membicarakan sesuatu hal dengan mu Nak. " Bu Rossa memulai perbincangan mereka.


" Membicarakan sesuatu hal, hal apa itu Bu.....?. " Tanya Nayla bingung.


" Ini mengenai Pak Burhan. "


Nayla terkejut mendengar nama Buba nya di sebut, namun Ia memaksakan diri nya untuk tidak bereaksi berlebihan.


" Ibu hanya ingin meluruskan tentang semua masalah yang sudah Ibu timbulkan di masa lalu. Nak, sebenar nya Ayah mu tidak bersalah, semua ini salah Ibu. Ibu yang sudah memaksakan Ayah mu untuk meninggalkan kalian, awal nya Ayah mu bersikeras tidak ingin meninggalkan kalian, tapi Ibu mengancam akan melenyapkan kalian. Itulah sebab nya Ayah mu rela meninggalkan kalian agar kalian berdua masih tetap hidup. Maafkan Ibu Nak, kalau ada orang yang ingin di hukum dalam hal ini maka hukum lah Ibu. "


Bu Rossa berlutut di hadapan Nayla dan memohon maaf namun dengan cepat Nayla menahan nya agar tidak sampai menyentuh lantai.


" Berdiri Bu..... Ibu tidak perlu seperti ini. Aku bukan Tuhan, duduklah di sini ayo Bu.......! "


Nayla mempersilahkan Bu Rossa duduk di kursi yang sama dengan nya.


" Maafkan Ayah mu Nak, selama ini sudah cukup banyak penderitaan yang di alami nya. Semua itu gara- gara Ibu.


" Kami menikah sudah bertahun-tahun tahun waktu itu, namun belum di karuniai keturunan. Pada saat itu Ayah mu minta ijin ingin menikah lagi sekali agar dapat memperoleh keturunan sendiri, namun Ibu tidak menginginkan nya. Ayah mu menikah diam- diam dengan Ibu mu yang waktu itu bekerja di rumah. "


" Ayah mu juga menikah lagi dengan seorang wanita dan mempunyai seorang anak perempuan. Ibu juga geram waktu itu, Ibu berniat untuk melenyapkan nya. Seseorang yang Ibu suruh melenyapkan anak itu tujuh tahun yang lalu melaporkan kalau anak itu hilang. Ibu berpura- pura pada Istri ketiga Ayah mu kalau Ibu sudah membunuh anak nya, hal itu mengakibatkan Ibu dari anak itu mengalami gangguan kejiwaan dan sekarang di rawat di RS jiwa di selatan kota.


" Maafkan Ibu, sekarang Ibu benar- benar menyesal Nak. Ibu reka walau di hukum apa pun, bila perlu Ibu akan menyerahkan diri ke pihak berwajib agar semua nya bisa berjalan sebagaimana mesti nya dan kamu bisa memaafkan Ayahmu. " Ucap Bu Rossa di sertai dengan isak tangis nya.


Nayla sebenar nya marah namun setelah mendengar cerita dari Ibu sambung nya itu Ia jadi trenyuh. Semua masalah yang di hadapi nya tidak lah jauh beda dengan nya.


" Sudahlah Bu, semua nya sudah terjadi. Tidak ada yang perlu di sesali lagi. " Ucap Nayla mencoba berbesar hati sembari me menggenggam tangan Ibu sambung nya itu.


" Rossa.......!. "


Nayla dan juga Bu Rossa serentak menoleh kearah pintu dimana suara itu berasal.


" Mas........ ! . " Suara Bu Rossa rasanya tercekat di tenggorokan nya karena terkejut sekaligus takut.


Pak Burhan melangkah menghampiri Bu Rossa dan juga Nayla.


" Maafkan Ayah Nak, Ayah benar- benar minta maaf padamu. Ini salah Ayah karena Ayah yang tidak tegas untuk memperjuangkan kalian, Ayah benar- benar minta maaf. Begitu juga dengan mu Rossa, aku benar-benar minta maaf. "


Ucapan Pak Burhan penuh penyesalan dengan wajah tertunduk.


" Buba.........!. " Panggil Nayla pelan.


Pak Burhan terkejut mendengar panggilan dari Nayla untuk nya, Ia mengangkat wajah nya pelan menatap sang Putri yang sudah berlinang air mata.


" Kamu memanggil Ayah dengan nama itu. Terima kasih sayang, kamu memang benar anak Ayah Nak. Lastri benar- benar mengatakan nama itu padamu Nak. " Ucap Pak Burhan dengan bahagia bercampur hari.


Dari dalam rumah Andre juga mengajak Kamila ke ruang tengah, dengan menggandeng tangan adik nya itu.


" Ibu..... Ayah......!


Pak Burhan dan juga Bu Rossa menoleh dan heran melihat Andre yang menggandeng Kamila yang sudah nampak sedih dengan mata memerah.


" Disini juga ada anak dari Ibu Sinta. Anak yang ingin di lenyapkan oleh beberapa orang preman, Andre sengaja mempertemukan Nayla dengan nya karena sudah lama Andre menyelidiki semua nya. "


Pak Burhan dan juga Bu Rossa terkejut bukan kepalang. Namun bukan hanya mereka yang terkejut, Nayla yang selama ini hidup bersama Kamila selama bertahun-tahun tidak menyangka kalau anak yang di sayangi nya selama ini adalah adik kandung nya.


" Adikku....... !. " Suara Nayla parau


Dengan langkah di seret Nayla perlahan mendekat dan memeluk erat adik nya dengan sayang.


" Kamu adikku Mil, Aku kakakmu sayang. Kita beneran saudara..... !. "


Nayla benar- benar bahagia karena memang sejak bertemu dengan Kamila Ia mulai menyayangi Kamila sebagai seorang adik kandung bahkan sampai sekarang. Ternyata takdir membuat mereka benar- benar menjadi saudara.


" Nayla..... Kamila...... Maafkan Buba, karena kesalahan Buba di masa lalu kalian jadi susah dan menanggung beban hidup yang tidak mudah. "


Pak Burhan memohon dengan penuh penyesalan.


Kedua kakak beradik itu saling pandang hingga akhir nya mereka sepakat untuk berbesar hati.


" BUBA........ !. " Panggil Nayla dan juga Kamila bersamaan dengan mata yang sudah berkaca- kaca di penuhi carliran bening yang tidak mampu kedua nya tahan.


Pak Burhan terkejut mendengar kedua Putri nya memanggil nya dengan sebutan sayang untuk nya, dan itu membuat nya sangat- sangat bahagia.


Kedua Putri nya memeluk dan maafkan nya, begitu juga Bu Rossa yang juga ikut di peluk oleh Nayla.


" Ibu........!. " Panggil Nayla merentangkan tangan nya meminta di peluk.


Bu Rossa juga ikut menangis menyesali semua yang sudah Ia lakukan, ternyata sangat lah bahagia mempunyai dua orang Putri yang begitu baik dan berbesar hati memaafkan nya.


😭😭😭


Lah yang nulis ikut nangis. Makasih untuk semua dukungan nya ya 🙏 Jangan bosan bagi dukungan nya walau hanya like dan juga rate gratis.


Semoga semua nya berkah.