Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mengikuti Permainan Mu


👑👑👑


Asrul kembali ke rumah dengan wajah yang kusut, belakangan ini dia sering berpenampilan seperti itu setiap kembali kerumah. Tidak ada lagi kesan cool, rapi berkharisma yang menempel pada nya seperti biasanya.


Semua itu membuat Bu Dian sebagai seorang Ibu merasa bingung dengan perubahan sikap Asrul belakangan ini. Bahkan pulang ke rumah pun Ia lupa mengucap salam, seolah olah ada beban berat yang mengganggu pikiran nya.


" Ada apa dengan nya, mengucap salam pun tidak. Apa ada masalah yang sedang Ia hadapi " Batin Bu Dian.


" Nak..... sudah pulang. " Sapa Bu Dian.


" Eh Ibu.... Iya Bu baru saja. Maaf Bu aku ke atas dulu, mau mandi dan istrahat "


Asrul berlalu meninggalkan sang Ibu yang masih berdiri mematung melihat heran akan perubahan Asrul.


Bu Dian pun menyusul ke kamar Asrul menanyakan apa yang sebenar nya terjadi.


Ada apa denganku, kenapa aku tidak mampu mengendalikan diriku. Aku merasa tidak menyukai Pria itu karena perlakuan nya pada Nayla yang berlebihan itu. Kenapa hatiku sakit melihat mereka berdua......!. "


Tok~ tok ~ tok ! Pintu kamar di ketuk dari luar membuyarkansemua pikiran Asrul.


" Nak buka pintu nya, Ibu ingin bicara sebentar "


" Buka saja Bu, pintunya tidak di kunci " Sahut Asrul dari dalam.


Dengan pelan Bu Dian membuka knop pintu itu dan melangkah masuk dan duduk di sofa yang terletak di sana.


" Sebenar nya kamu kenapa Nak, apa kamu ada masalah belakangan ini. " Tanya Bu Dian.


" Masalah ! Maksud Ibu apa, aku tidak ada mengerti " Jawab Asrul


" Ibu hanya melihat belakangan ini kamu seperti punya beban, tidak ceria seperti biasa nya. Bahkan pulang ke rumah kamu juga lupa mengucapkan salam. Ibu pikir kamu punya masalah serius "


Asrul terkejut karena Ibu nya ternyata memperhatikan nya.


" Tidak apa- apa Bu, aku baik- baik saja. Belakangan memang banyak sekali masalah di kantor makanya menyita pikiran dan juga waktu " Jawab Asrul sengaja bersikap santai agar Ibu nya tidak semakin curiga


" Masalah di kantor, kenapa tidak di selesaikan sama Romi. Bukankah dia orang kepercayaan mu, dia juga orang yang cerdas. Apa Ibu harus turun tangan sendiri, kasihan kamu juga Nak kalau banyak masalah tidak secepat nya di selesaikan, akan tambah masalah baru "


"Tidak.... kalau Ibu sampai ke kantor, Ibu akan tahu kalau aku jarang ke kantor dan semua urusan aku limpahkan pada Romi " Batin Asrul


" Tidak apa- apa Bu, biar aku dan Romi saja yang menyelesaikan nya. Lagi pula Ibu kan harus di rumah bantu menjaga Alwi, bagaimana kalau dia ngambek lagi, kan selama ini hanya Ibu yang bisa membujuk nya "


" Ada benar nya juga, kalau aku bekerja dan Alwi ngambek dan pergi dari sini akan jadi masalah nanti. "


" Ya sudah, tapi Ibu mohon kamu kerja sama yang baik dengan Romi. Kalau ada masalah jangan di pendam sendiri, bicara sama Ibu atau juga sama Romi "


Asrul mengangguk meng iyakan agar Ibu nya itu tidak semakin bertanya yang lebih jauh dan semakin sulit pula nanti Ia menjelaskan nya.


" Ya sudah kalau begitu, Ibu keluar dulu. Kamu istrahat saja biar tenang, jangan terlalu pikirkan pekerjaan, kesehatanmu lebih penting bagi Ibu"


Bu Dian keluar dari kamar Putra semata wayang nya, hati seorang Ibu tidak akan bisa di dustai. Meskipun Bu Dian menyetujui untuk tidak lagi membahas nya tapi sungguh batin Bu Dian merasa anak nya tidak sedang baik- baik saja.


*


*


*


*


Hari demi hari berlalu kondisi Asrul semakin menjadi- jadi, Ia semakin tidak menyukai siapa pun Pria yang berada di dekat Nayla.


Seperti sore ini, Nayla dan juga Kamila memilih jalan- jalan bersama sang Ayah. Asrul yang melihat interaksi Nayla dan Pak Burhan semakin tidak suka.


" Dasar tua bangka, sudah bau tanah masih saja suka sama daun muda. "


Berbagai macam kata- kata kurang mengenakan di ucapkan Asrul karena ketidak suka annya pada Pria itu.


Tidak berselang lama ponsel Pak Burhan berdering, karena hal yang penting Pak Burhan pun ijin menjauh.


" Tunggu sebentar sayang, Buba ada telpon penting "


" Iya hallo ada apa Rudi " Tanya Pak Burhan setelah panggilan tersambung.


{ --------- }


Pak Burhan mengendarkan pandangan nya kesana kemari dan tersenyum kecil setelah menemukan target nya.


" Oke baiklah, makasih "


Pak Burhan kembali bersama kedua Putri nya.


" Mila sayang, bukan nya tadi katanya mau ketemu Ibu Rossa. Bagaimana kalau kita pulang sekarang, soal nya Bu Rossa baru saja menelpon kalau sudah ada di rumah. "


Kamila sebenarnya sangat bahagia, tapi Kakak nya belum selesai berbelanja.


" Tapi Buba... Kak Nayla belum selesai berbelanja. " Kamila memberikan jawaban.


" Tidak apa- apa Mila, nanti Kakak pulang sendiri kalau sudah selesai. Kamu ikut Buba saja, kasihan kan Ibu Rossa sudah nunggu di rumah "


Akhir nya Kamila dan juga Pak Burhan pun memilih menjauh dari sana. Sementara Nayla melanjutkan aktifitas nya, memilih barang- barang yang mau dia beli.


Ketika sedang memilih- milih Ia di kejutkan dengan sebuah tangan kokoh yang menarik lengan nya, Ia pun menoleh dan lebih terkejut lagi melihat siapa yang telah menarik lengan nya.


" Kamu..... lepaskan.....! kenapa menarik ku? " Tanya Nayla bingung.


Kenapa tiba- tiba dia datang dan langsung menarik nya pergi.


" Jangan teriak, ikutlah denganku atau aku akan melakukan sesuatu yang membuatmu malu disini "


Ucapan Asrul terdengar seperti sebuah ancaman bagi nya. Nayla tersenyum dalam hati setelah memikirkan sebuah ide.


" Baiklah tunggu sebentar, aku harus bayar dulu semua barang......


" Tidak perlu, nanti Romi yang akan kemari melunasinya. Mbak, tolong di total berapa punya Istri saya, nanti ada yang kemari untuk mengambil serta melunasi nya " Ucap Asrul


" Ayo sayang.......! " Ajak Asrul meraih lengan Nayla dan mengajak nya pergi.


Nayla hanya mengangguk serta memberikan senyum pada penjaga kasir yang ada disana.


" Oh, ternyata Istri nya. Bahagianya dapat suami kaya raya dan juga perhatian begitu. Kapan aku akan bernasib sama sepertinya " Batin wanita itu sembari tersenyum malu- malu.


" Lepaskan aku, aku masih bisa jalan sendiri "


Asrul melepaskan tangan Nayla dan melangkah lebih dulu menuju mobil milik nya, sementara Nayla mengikuti nya dari belakang.


" Masuk........! " Pinta Asrul sembari membukakan pintu untuk Nayla.


Nayla pun ikut masuk, Ia ingin mengikuti permainan apa yang akan di jalankan Asrul kali ini


Asrul mengemudikan mobil milik nya kesebuah tempat, setelah beberapa saat mereka pun tiba disana.


Asrul turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Nayla, Nayla turun dan memandang sekitar tempat itu.


" Ada apa kamu mengajak aku kemari " Tanya Nayla.


" Mau berbuat sesuatu sama kamu lah, memang nya kamu pikir apa yang akan aku lakukan. Membawamu jauh dari keramaian menuju tempat seperti ini, memang nya mau diner, tidak mungkin kan ? " Jawab Asrul sembari tersenyum licik.


Nayla santai saja menanggapi semua yang di katakan Asrul dan itu membuat Asrul sedikit bingung.


💐💐💐


Cara ampuh menghadapi setiap masalah adalah mencoba santai, jangan muda panik dan membuat kita berpikiran tentang sesuatu yang belum tentu terjadi.


Nayla Ais 😍



Mohon untuk komenan di kondisikan, kalau ngk suka silahkan kalau suka silahkan juga. Tidak ada paksaan, jalani lah yang buat kamu senang. Tinggalkan kalau buat hatimu sakit. Makasih🙏🙏