Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Di pecat



💐💐💐


Nayla berjalan melewati semua yang mencemooh dirinya, meskipun ragu tapi Ia tetap melangkahkan kaki nya memasuki sebuah ruangan khusus orang yang penting saja.


Tok --- tok ---- tok! Nayla mencoba mengetuk pintu itu perlahan.


" Assalamu'alaikum.......!. "


" MASUK......!. "


Nayla membuka pintu yang memang tidak terkunci itu, dan melangkah mendekat kearah meja atasannya itu.


" DUDUK.......!. "


Nayla hanya mengangguk sambil duduk didepan Pak Romi. Romi menyerahkan dua buah amplop kepada Nayla yang membuat Nayla bingung.


" Buka dan baca lah. " Pinta nya kemudian.


Walau bingung Nayla tetap mengikuti perintah atasannya tersebut. Di raihnya satu buah amplop serta di buka nya perlahan, mencoba memahami isi dari surat itu.


" SURAT PEMECATAN " Batin Nayla.


" Sebenarnya saya sendiri menyayangkan hal ini, tapi ini adalah perintah dari atasan yang tidak bisa di ganggu gugat lagi. Saya hanya menjalankannya saja. " Ucap Romi kemudian.


" Tidak apa apa Pak, terimakasih. Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamu'alaikum......! Ucap Nayla bangkit dari tempat duduk.


Ia harus berbesar hati menerima semua keputusan atasannya tersebut.


" Tunggu dulu......! "


Nayla menghentikan langkah nya dan berbalik memandang Pak Romi sesaat.


" Itu untukmu....!. berhubung nanti malam ada acara di sini, jadi saya masih butuh bantuan kamu. Kamu bisa berhenti bekerja terhitung mulai besok. Amplop itu adalah nomonal gajihmu yang belum di bayar, dan juga tambahan bonus untuk nanti malam. " Ucap Romi sembari menunjuk satu amplop yang masih tertinggal di meja kerja nya.


" Terima kasih Pak. "


Nayla mengambil amplop itu dan memasukkannya ke kantong baju miliknya tanpa memeriksanya terlebih dahulu.


Ia tidak menyangka bahwa kejadian kemarin menjadikannya di pecat dari pekerjaannya, dan hari ini adalah hari terakhirnya berada di tempat itu.


" Kenapa......? " Tanya Diana penasaran.


" Aku di pecat, dan aku tidak bisa lagi bekerja di sini mulai besok. " Jawab Nayla.


" Yang sabar ya Put, maafkan aku tidak bisa membantumu. Eh mulai besok, berarti malam ini acara..... kamu masih di sini ya kan ?" Tanya Diana memastikan.


" I ya, Pak Romi masih memintaku untuk membantu kelancaran acara malam ini. " Jawab Nayla.


" Soal pemecatanku tidak apa apa, kan bukan salah kamu. Oh ya, kamu semangat ya di sini. Makasih atas semua bantuanmu selama aku di sini, maaf juga karena selalu merepotkan mulai. "


Diana merasa sedih mendengar ucapan Nayla, rasanya Ia ingin sekali menangis, namun sekuat tenaga Ia menahannya.


" Tidak apa apa Put. Oh ya, kalau aku rindu nanti, bolehkah aku jalan jalan ke rumahmu ? Tanya Diana berharap.


" Oh ya, kamu punya kenalan cewek tidak, seorang cewek yang mau bekerja malam ini. Pak Romi memintaku mencari beberapa pelayan wanita, lumayan di kasih dua juta hanya untuk beberapa jam saja. "


Nayla berpikir untuk mengajak Kamila sekalian, lumayan dua juta cukup untuk jajannya di sekolah.


🌻


🌻


🌻


🌻


Di sebuah apotik, sebuah senyuman mereka menambah rona kecantikannya.


" Kemarin aku tidak bisa menghabisi nyawamu, dan kamu masih enaknya berkeliaran di sekitarku. Kali ini aku akan buat kamu hidup segan mati tak mau. Aku akan buat semua laki laki jijik padamu, bahkan Mas Asrul sekali pun. Ia tidak akan sudi mengenalmu apalagi dekat dekat seorang monster. "


" Kelak jika Ia mengetahui keberadaanmu, maka aku tidak perlu khawatir lagi. Karena Mas Asrul pasti akan tetap memilihku dari pada bersama seorang moster jelek sepertimu. " Gumam Siska di sertai dengan senyum liciknya.


Nayla pulang kerumah dengan bekal yang Ia bawa, uang yang Ia dapatkan lumayan banyak, untuk itulah Ia membeli beberapa makanan untuk mereka makan bersama di RS nanti.


Nayla kembali kerumah membersihkan diri terlebih dulu sebelum akhirnya mengunjungi Putera semata wayangnya yang kondisinya sudah mulai membaik.


Nayla tidak henti henti nya mengucap syukur dan mendoakan kebahagiaan untuk si pendonor darah, yang dengan ikhlas mendonorkan darahnya memberi kehidupan baru untuk putera semata wayang nya itu.


Dengan motor kesayangannya Nayla menuju RS, hati nya selalu bahagia setiap kali mengingat perjuangan sang Putera.


" Putera Ibu sangat kuat, Ia memiliki semangat hidup yang tinggi. Kecelakaan yang di alami nya, bisa saja merenggut nyawanya. Namun berkat pertolongan Tuhan dan juga tekat yang kuat, nyawa anak Ibu bisa tertolong...!


Ucapan Dokter kevin selalu terngiang di benak Nayla, Ia sangat bersyukur karena di beri kesempatan kedua merawat dan membesarkan anak yang logika nya hanyalah titipan sangat Kholiq itu.


" Assalamu'alaikum . " Sapa Nayla ketika membuka pintu ruangan tempat Alwi di rawat.


" Waalaikum salam. " Jawab Seorang Suster yang memang sengaja di tugaskan merawat Alwi.


Nayla meletakkan semua barang bawaannya di meja yang terdapat di dalam ruangan itu.


" Sus, bagaimana keadaannya ?. " Tanya Nayla sembari memperhatikan wajah Putera nya.


Wajah yang selalu mengingatkan nya pada masa lalu nya yang penuh nano nano.


Ingin rasanya Ia membenci masa lalu nya itu, namun di sisi lain Ia juga bersyukur. Karena masa lalu nya itu kini Ia di berikan seorang malaikat penyemangat hidupnya. Malaikat yang selalu menemani hari harinya.


" Mama........!. "


Sebuah suara mengejutkan Nayla dari lamunannya. Ia tersenyum bahagia melihat Putera semata wayangnya itu membuka mata dan tersenyum manis padanya.


" Ya Allah, mungkin hamba egois. Mencintai ciptaanMu melebihi dari takarannya. Tapi kalau hamba boleh meminta, bahagiakan dia, angkat segala kesakitan nya, jadikan dia anak yang sholeh, dan menjadi kebanggaan kami. Tidak menjadi pendendam dan selalu memaafkan sesama. Aamiinnn......!


🐤🐤🐤


Untuk sekarang of dulu ya, nanti di sambung dengan aksi gila gilaan nya Siska, dan setelah nya mulai memasuki terbongkarnya sedikit demi sedikit rahasia nek lampir.


Jangan lupa rate, like and komen ya. Biar Author semangat ngehalu.