
Nayla menarik nafas panjang setelah selesai merapikan rumah peninggalan Ibu nya. Ya, malam ini Nayla memutuskan untuk menginap di kampung halaman nya.
Di raih nya ponsel milik nya di atas meja karena berdering.
" Assalamu'alaikum Mil....!. "
{ }
" Kakak baik- baik saja, Kakak menginap di kampung jadi tidak pulang malam ini. Kalau takut Minta Mona buat temani kamu tidur malam ini ya, besok InsyaAllah baru Kakak pulang. "
{ }
" Iya kamu juga hati- hati di sana, sampai jumpa besok. Assalamu'alaikum.....!. "
" Wa'alaikum salam. "
Andre dan yang lain nya bisa bernafas lega setelah mendengar suara Nayla yang mengatakan diri nya baik- baik saja.
Nayla menikmati malam nya di desa, bunyi jangkrik yang bersahutan membuat nya teringat masa- masa bahagia nya sewaktu masih berdua sang Ibu.
Melakukan Ibadah dengan khusyu, merenungkan semua yang sudah terjadi pada hidup nya selama ini.
" Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan. Hamba sungguh sangat mengharapkan kehadiran Buba dalam hidup hamba, tapi rasa nya hati ini masih sangat sulit menerima semua yang sudah Buba lakukan pada hamba dan juga Ibu hamba. Bu..... apa yang harus Nayla lakukan, apa Nay harus memaafkan nya begitu saja setelah semua yang Buba lakukan pada kita. "
Karena letih berpikir akhir nya Ia masuk ke dalam alam mimpi nya.
*
*
*
*
Malam berlalu berganti dengan siang, Nayla bersiap- siap kembali ke kota. Biar bagaimana pun Ia tidak bisa berlama - lama, sehari tidak melihat anak nya membuat nya sangat merindukan bocah kesayangan nya itu.
Sebelum kembali Ia menyempatkan mengunjungi tempat peristirahatan terakhir sang Ibu, untuk pamitan sekalian minta maaf akan apa pun nanti yang terjadi kedepan nya.
keadaan Pak Burhan dan juga Bu Rossa sudah membaik sejak kejadian penyelamatan Nayla.
Di tempat berbeda di dalam ruangan kerja Pak Burhan sedang melamun. Bagaimana cara Ia menebus kesalahan nya di masa lalu pada anak nya, agar mendapatkan kata maaf dari Putri kandung nya itu.
Semenjak kejadian yang di lakukan Bu Rossa sebulan yang lalu, yaitu menyelamatkan Nayla dari Joe CS. Hubungan Pak Burhan dan juga Bu Rossa kembali membaik, mereka bahkan sudah tinggal serumah. Bu Rossa sudah menyesali semua yang di lakukan nya selama beberapa tahun sebelum nya.
" Kenapa Mas, Aku lihat sejak kemarin Mas melamun saja, apa ada masalah yang mengganggu pikiran Mas. Kalau memang benar Mas boleh cerita, mungkin aku bisa bantu atau paling nggak kita bisa berunding mencari jalan keluar dari masalah itu dari pada di pendam sendiri. Takut akan mengganggu kesehatan Mas.....!. "
Bu Rossa meletakkan kedua tangan nya di pundak suami nya itu dan melakukan pijatan kecil di sana, membuat Pak Burhan menikmati semua perlakuan sang Istri.
" Tidak apa - apa Ros, hanya masalah sedikit di kantor. " Jawab Pak Burhan.
" Masalah di kantor ? tidak biasa nya Mas Burhan melamun seperti ini hanya karena masalah di kantor. Sebelum nya bahkan masalah di kantor dan juga di Resto sangat besar tapi dia santai saja. Pasti ada di sembunyikan nya dariku, karena tidak ingin aku kepikiran. Aku harus cari tahu. " Batin Bu Rossa.
" Mas.... !. "
" Hm.....!. " Jawab Pak Burhan merem melek menikmati sentuhan tangan Bu Rossa.
" Hmm.... gimana kabar Nayla, apa dia baik- baik saja ? sudah lama tidak ada kabar dari nya, rasa nya aku ingin bertemu dengan nya. Eh bukan kah dia bekerja di Resto, bagaimana kalau aku mampir ke sana sekalian ngobrol bentar dengan nya. "
Bu Dian sengaja memancing reaksi suami nya itu dan ternyata dugaan nya benar.
" Ternyata yang membuat mu melamun karena anak mu itu, aku harus cari tahu semua nya ada masalah apa mereka. " Batin Bu Rossa.
" Ya sudah Mas kalau begitu, nanti saja lain kali aku kesana. "
Secara bersamaan Ilham dan juga Andre memasuki ruangan kerja Ayah nya. Karena melihat sepertinya ada yang penting, Bu Rossa ijin pamit.
" Sudah, Ibu pamit keluar. Silahkan para lelaki buat ngobrol.....! Goda Bu Rossa.
Setelah kepergian Bu Rossa ketiga Pria itu melanjutkan obrolan mereka.
" Bagaimana cara Ayah minta maaf pada nya, sementara kalian lihat sendiri kemarin, bagaimana reaksi adik kalian itu pada Ayah. Rasa nya akan sangat sulit untuk menjelaskan semua nya. "
" Kalau menurut Andre beri dia waktu Ayah, Andre tahu bagaimana Nayla. Dia bukan lah tipe orang pendendam, mungkin sekarang dia seperti itu karena masih terkejut. Andre yakin setelah sedikit tenang dan Ayah minta maaf pasti dia akan memaafkan Ayah. "
Tanpa mereka sadari Bu Rossa mendengarkan semua percakapan mereka di balik pintu.
" Jadi karena itu Mas kamu melamun, sudah ku duga. Pekerjaan tidak pernah membuat seorang Burhan uring- uringan. Aku harus melakukan sesuatu, karena bagaimana pun juga semua masalah ini hadir karena ulah ku. Sudah sepantasnya aku yang menyelesaikan nya. " Batin Bu Rossa sembari melangkah pelan menjauh dari balik pintu.
Bu Rossa bergegas keluar rumah setelah mengambil tas, ponsel dan juga kunci mobil milik nya.
" Mang alamat rumah Nayla di mana, aku ada keperluan sebentar dengan nya tapi lupa alamat rumah nya. " Tanya Bu Rossa
Si sopir pun memberikan alamat di mana anak majikan nya itu tinggal.
Bu Rossa menghidupkan mobil milik nya dan melakukan nya ke jalan raya.
Ilham yang mendengar bunyi suara mobil dan mengenali bunyi nya itu heran, kemana sang Ibu kenapa pergi secara tiba-tiba.
" Itu kan suara mobil Ibu, mau kemana Ibu tanpa pamit. " Gumam Ilham.
Ketiga Pria itu pun berlari keluar untuk memastikan yang sebenar nya.
" Mang, yang baru keluar tadi Ibu kan. " Tanya Ilham.
" I ya Tuan, itu tadi mobil Ibu. "
" Apa Ibu mengatakan mau pergi kemana atau menanyakan sesuatu. " Tanya Andre.
" I ya Tuan, sebelum pergi Ibu menanyakan alamat rumah Nyonya muda Nayla. Setelah saya beritahukan alamat nya, Ibu nampak pergi terburu buru. " Jawab Mang supir
Ketiga Pria itu saling melemparkan pandang satu sama lain.
" Ibu ke tempat Nayla, Jangan-jangan Ibu tadi mendengarkan percakapan kita di dalam maka nya Ibu langsung pergi. " Ucap Ilham.
" Tidak, kita harus kesana sekarang agar masalah tidak tambah rumit. "
Andre segera memasuki mobil milik nya tanpa menunggu jawaban dari Abang dan juga Ayah nya, Ia mengemudikan mobil milik nya dengan kecepatan tinggi, menuju kediaman Nayla
*
*
*
*
😍😍