
Asrul masih berdiri mematung, pikiran nya seakan kosong. Sampai Nayla harus mengulang kembali perintah nya.
" Antar aku pulang atau berikan ponselku, aku bisa menghubungi orang lain untuk menjemput ku kalau memang Mas masih mau tetap tinggal di sini "
Nayla bosan menunggu keterdiaman Asrul, Ia pun berinisiatif mengambil kunci mobil yang ada di tangan Pria itu agar bisa membuka mobil dan mengambil ponsel milik nya untuk meminta bantuan, namun baru saja Ia berhasil mengambil dan berbalik arah Ia terkejut karena Asrul menggenggam tangan nya dan menariknya membawa ke dalam pelukan nya. Ia memeluk Nayla dengan erat.
" Jangan lakukan ini, aku tidak bisa hidup tanpamu. Sudah kujalani semua nya Nayla, aku baru sadar betapa berarti nya kamu dalam hidupku. Aku mencintaimu sangat mencintaimu dari dulu, namun sayang nya aku terlambat menyadari semua nya. Maafkan atas semua kesalahan yang sudah ku buat selama ini padamu, maaf untuk semua luka yang sudah ku torehkan padamu. Kamu boleh melakukan apa saja padaku, tapi aku mohon jangan pernah berpikir membalas mu sama seperti yang aku lakukan dulu. Jangan tinggalkan aku untuk selamanya karena kalau kamu melakukan itu maka aku juga akan tiada di dunia ini. Aku tidak tahu bagaimana caranya melalui hidup ini tanpamu, aku mohon Nayla..... ! "
Asrul memohon di sela isak tangis nya yang menyayat hati. Nayla berusaha melepaskan diri namun pelukan Pria itu terlalu erat sehingga bergerak pun rasanya Ia tidak mampu.
Akhirnya Ia memilih diam menunggu waktu agar bisa melepaskan diri, namun harapan nya sia sia. Asrul tidak ingin melepaskan pelukan nya, malah semakin mengeratkan nya.
" Lepaskan aku Mas " Pinta Nayla karena merasa kesulitan bernafas.
Asrul masih betah memeluk nya, perasaan yang sudah sangat lama Ia dambakan selama ini. Betapa ingin nya memeluk wanita itu dan meminta maaf, kini Ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu.
" Lepaskan aku Mas, apa Mas ingin membunuhku "
Nayla terpaksa mengulang permintaan nya lagi karena tidak tahan lagi.
Asrul melepaskan pelukan nya namun masih tetap mengenggam tangan Nayla.
" Aku mohon Nayla, kembali lah padaku. Kita mulai lagi semuanya dari awal, aku berjanji akan mengganti semua yang pernah aku sia siakan dulu. Aku akan menjadi orang yang kamu banggakan dan bisa kamu andalkan dalam segala hal "
Nayla memalingkan wajahnya, hati nya sama sekali tidak sedikit pun tersentuh atau pun merasa kasihan pada Pria itu. Seolah rasa di hati nya sudah mati, bahkan tangisan Pria itu pun di anggap nya hanyalah kosong belaka.
" Antar kan aku pulang sekarang juga " Ucap Nayla ketika suasana sepi mencekam.
..." Saat seseorang sudah pergi baru terasa kalau dia begitu berarti dan mungkin itulah yang aku rasakan saat ini, aku sangat mencintaimu Nayla " Batin Asrul...
" Antar kan aku pulang sekarang " Lagi lagi Nayla mengulang ucapannya.
Asrul akhir nya luluh dan mengikuti permintaan Nayla, Ia mengantarkan Nayla kembali setelah mengingat ucapan Romi dan juga Bu Dian Ibunya agar tidak memaksakan semua yang Ia inginkan.
Ia sudah bertekad untuk melakukan apa saja untuk memperjuangkan semua nya, mungkin dia bisa sedikit lega karena berhasil mengungkapkan perasaan nya. Namun Ia belum bisa sepenuhnya berbahagia karena Nayla ternyata sama sekali tidak peduli dengan apa yang sudah Ia perjuangkan belakangan ini.
Ia bahkan sudah merencanakan banyak hal untuk masa depan nya kelak dan dengan bantuan seseorang, Ia berharap semua nya berjalan lancar.
Sepanjang jalan Nayla hanya diam saja, hati nya masih di selimuti kekesalan pada Pria yang semobil dengan nya. Sedangkan Asrul hanya mampu curi curi pandang melalui kaca spion karena Nayla tidak ingin duduk di sampingnya dan lebih memilih duduk di kursi belakang.
" Turunkan disini saja " Pinta Nayla setelah sekian lama bungkam.
Asrul menepikan mobil miliknya di tepi jalan tidak jauh dari kediaman Nayla.
" Pikirkan yang aku katakan tadi Nayla, aku benar benar serius ingin mengulang semua dari awal. Aku berharap kamu mau memberikan aku kesempatan kedua " Ucap Asrul dengan nada penuh permohonan
Ia benar benar menginginkan keluarga kecilnya kembali utuh lagi. Nayla membuka pintu mobil dan keluar.
" Kesempatan Mas bilang ? sudah berapa banyak kesempatan yang aku berikan padamu Mas dan sebanyak itu juga kamu menyia - nyiakan nya. Aku juga sudah pernah katakan padamu dulu mengenai hal itu dan sekarang semua sudah terlambat Mas " Jawab Nayla.
Asrul bukan tidak mengingat semua nya, namun dalam hatinya sangat berharap kata maaf dari wanita yang sudah memberikan nya seorang Putra penyambung hidup nya