
Andre keluar dari tempat pertapaan nya setelah menghabiskan beberapa jam lamanya, Ia merasa ada yang sedikit berubah setelah dari sana.
" Benar juga kata si sekertaris, hm meskipun dia sedikit rese tapi otaknya brilliant juga " Andre tersenyum.
Ia langsung berencana kembali ke kantor namun melirik jam tangannya ini sudah jam pulang kerja jadi Ia memutuskan untuk jalan jalan sebentar sebelum pulang, tiba-tiba di tengah perjalanan Andre melihat sesuatu yang cukup mengganggu pikiran dan hatinya, segera memelankan laju mobilnya.
Di kepalkan nya tangannya melihat ke akraban dua orang yang berjalan tidak jauh darinya, dari raut wajah mereka terlihat sangat bahagia dan itu membuat Andre tidak menyukai nya.
Wajahnya langsung muram, niatnya untuk jalan jalan akhirnya tidak terealisasikan. Ia kembali memutar haluan.
" Ah sial kamu Erik, aku sudah meminta mu baik-baik untuk melepaskannya namun kamu selalu mengabaikannya. " Andre mulai merasa tidak tenang, pikiran nya sudah memikirkan yang di luar batas nalar.
Ia membuka laci dan mengamati sebuah foto yang sengaja Ia simpan disana, tidak bisa. Ia tidak rela kalau harus kehilangan nya.
Tanpa Ia sadari sejak tadi ada yang memperhatikan tingkahnya.
...****************...
Sore hari kediaman Hendrik di kejutkan oleh kehadiran dari keluarga terhormat dan juga terpandang, satpam yang melihat siapa yang sedang bertamu langsung membuka pintu gerbang.
" Nyonya mari silahkan masuk "
Bu Rossa tersenyum ramah
" Apa pemilik rumah ini ada Pak " Tanya Rossa.
" Ada Nyonya, kebetulan Pak Hendrik baru saja tiba di rumah "
Lagi lagi Ross membalas senyuman. Ia melenggang masuk mengikuti langkah kaki satpam.
" Mari Nyonya, silahkan duduk. Sebentar saya panggilkan Bapak dulu " Rossa mengangguk.
Ia duduk dengan gelisah, meremas jari jari tangannya sendiri. Sungguh Ia ragu untuk ini tapi Ia tidak bisa diam saja melihat Putra keduanya tersiksa lebih lama.
Bu Rossa yang kebetulan melintas di kamar Putranya melihat Andre menatap sesuatu begitu lama kemudian meletakkan nya kembali dalam laci meja. Bu Rossa masuk ke kamar Andre dan melihat apa isi lemarinya itu, Ia mulai merangkai semuanya dan berpikir untuk membantu Putranya itu.
" Ehm, ada tamu rupanya "
Suara seorang Pria membuyarkan lamunan Rossa, Ia langsung berdiri dan tersenyum menanggapi ucapan Pria di depannya.
" Iya maaf menggangu dan tidak ada pemberitahuan sebelum nya "
Hendrik menatap wanita di depannya.
" Rossa " Gumam Hendrik setelah mengenali siapa wanita yang bertamu di rumahnya.
" Ya Benar "
Akhirnya mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius.
" Apa maksud Anda dengan semua ini " Tanya Hendrik.
Rossa tersenyum agar Ia tetap fokus pada tujuan nya bertamu dirumah itu.
" Saya sudah tahu semuanya Pak Hendrik mengenai Putri anda Renata, bukankah anda sudah menemukan nya dan gadis itu adalah Alya. "
Hendrik sedikit terkejut karena wanita di depannya tahu mengenai masalah keluarga nya.
" Pak Hendrik, anak anak kita dulu sudah pernah menjalin hubungan yang serius, namun karena salah faham mereka jadi sempat renggang. Bukankah bagus kalau kita menyatukan mereka lagi "
Hendrik tidak tahu harus menanggapi apa, tidak menolak dan juga tidak menerima. Ia tidak ingin memaksa Putrinya untuk masalah seperti ini, apalagi hubungan mereka masih baru.
" Maaf Rossa, tapi aku tidak bisa memberi jawaban apapun soal ini, ini bukan ranaku. Biarlah nanti yang bersangkutan yang menjawab nya, bagiku apapun nanti keputusan mereka aku akan menerimanya dengan baik "
Rossa meninggalkan tempat itu dengan perasaan lega, paling tidak Ia sudah usaha. Sempat terlintas di pikirannya kalau seorang Hendrik akan berbicara kasar padanya karena kedatangan nya yang mendadak, namun dugaannya ternyata salah. Pria itu sangat memperlakukan nya dengan baik, sesuai rumor yang terdengar di luar kalau dia Pria yang baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bu, aku berangkat dulu, assalamu'alaikum "
Rossa mengerucutkan keningnya, wajah Putranya nampak lesu, Ia yakin putranya pasti dalam masalah.
" Nak sini sarapan dulu "
Andre hanya tersenyum pada Ibunya.
" Maaf Bu, nanti Andre sarapan di kantor saja. Andre berangkat dulu ya "
Rossa menghela nafas berat.
" Rumit " Dari dulu sampai sekarang yang namanya cinta bagi Rossa sangatlah rumit.
" Andre, kapan kamu akan bawa dia kemari, Ibu sudah nungguin "
" Belum Bu, Do'a kan saja semoga secepatnya ya "
Meskipun Ia ragu apakah bisa Ia dapatkan semua yang nampak semakin sulit untuk Ia raih saat ini, tapi Andre sudah membulatkan tekadnya untuk mengutarakan niat baiknya itu.
Di gedung yang berdiri kokoh Andre menarik nafas pasrah, apapun yang Ia dapatkan hari ini adalah hasil dari perjuangan. Sempat mengalami kendala namun akhirnya Ia bisa menemui pemilik dari gedung itu.
" Hai Bro "
Erik terkejut melihat kehadiran Andre
" Pak Andre, ada apalagi anda kemari. Kalau soal tawaran anda beberapa hari yang lalu, maaf aku tidak bisa menerima nya. Lebih baik anda pulang sekarang karena kami tidak butuh bantuan anda, perusahaan ini sudah kembali seperti semula "
Andre mulai serius, Ia sadar kali ini bukan waktunya untuk main main.
" Syukurlah kalau perusahaan ini sudah kembali normal dan semoga akan maju pesat sesuai ke inginkan anda. Tapi maaf, Aku kemari bukan untuk urusan tawar menawar itu "
Erik melepaskan pekerjaan nya Ia menutup laptop yang sejak tadi menjadi temannya.
Tumben nih orang serius, ke bentur apa tadi dia sebelum kemari
" Hm, seperti nya masalahnya sangat serius. Baiklah katakan apa yang bisa aku bantu " Erik pun akhirnya ikut serius.
" Lepaskan dia untukku, aku sangat mencintainya. Aku ingin membahagiakan nya, menjadikan nya satu satunya wanita yang paling bahagia di dalam hidupku. Aku mohon padamu, Lepaskan dia untukku "
Erik tidak menyangka seorang pengusaha yang cukup di segani banyak orang sampai mengemis sesuatu padanya demi seorang wanita.
" Berdiri Andre, jangan seperti ini "
" Aku tidak tahu harus bagaimana, aku sangat mencintainya. Aku rela melakukan apa saja asal kau melepasnya untukku, kau bisa ambil sebagian hartaku tapi ku mohon, biarkan aku bersamanya "
🌹🌹
Wah wah wah 🤭 kita buat bab untuk perjuangan Andre dudul ya. Nggak percaya diri sih, padahal tampan wek wek wek.
Bagaimana tanggapan kalian soal bab ini dan perjuangan Andre ???
Di tunggu Like Rate dan Komennya sebanyak-banyaknya ya.
Oh ya jangan lupa untuk mampir di karya Author yang baru ya. Di tunggu jejaknya😘
Makasih Love you ❤