
🍃🍃🍃
Setelah Alwi tenang dan tertidur bersama Kamila, Andre langsung bertanya perihak pertemuan Nayla dengan keluarga Yabintang itu. I ya Andre yang memang ada keperluan di sekitar cafe melihat Nayla turun dari motor milik nya, alhasil Andre mengikuti nya dari jarak jarak jauh.
Andre menjadi penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, awal nya Andre ingin masuk ke dalam cafe, tapi melihat sikap Nayla biasa- biasa saja bahkan terkesan cuek, dia jadi lega.
Baru ketika Nayla keluar dari cafe Andre mengikuti nya sampai rumah
" Apa yang mereka bicarakan Nayla, apa mereka menyakiti kamu lagi. "
Pertanyaan Andre membuat Nayla bingung dengan siapa yang di maksud.
" Maksud Mas Andre ?. " Tanya Nayla
" Mas tahu tadi kamu bertemu dengan Asrul dan juga keluarga nya. Maaf, Mas tadi tidak sengaja lewat dan melihat kamu disana. "
" Tidak apa- apa Mas, mereka hanya mau mengambil Alwi. Tapi aku minta waktu, aku tidak mau mereka membawa nya secara paksa, biar aku saja yang mengantarkan nya kesana. " Jawab Nayla.
" Bagaimana ini, hari ini Ayah baru pulang dari LN. Apa yang harus aku katakan pada nya kalau Ayah menanyakan dimana cucu kesayangan nya itu. Ayah pasti akan memberiku masalah kalau tahu aku tidak bisa menolong adik ku dalam memenangkan kasus ini. "Batin Andre
" Hm.... terus apa kamu akan menyerahkan Alwi pada mereka. " Tanya Andre kemudian.
Nayla menarik nafas panjang, sebenar nya ini terasa berat bagi nya. Namun peraturan dan juga janji memaksa nya untuk menerima semua nya dengan lapang dada.
" I ya Mas.... ini sudah keputusan pengadilan dan juga janji ku ketika Alwi di rawat di RS dan membutuhkan donor darah. " Jawab Nayla.
" Ya sudah, Maaf ya karena Mas tidak bisa membantu kamu lebih. Sekarang malah hak asuh Alwi jatuh ke tangan Pria itu. "
Ada rasa bersalah di dalam ucapan Andre karena untuk pertama kali nya Ia gagal melindungi adik nya itu.
*
*
*
*
Setelah kepulangan Andre karena mendapat kabar kalau Ayah, Ibu dan juga Abang nya sudah ada di bandara. Ia dengan segera meluncur menjemput keluarga nya itu.
Nayla duduk seorang diri memikirkan apa yang sudah terjadi dalam hidup nya selama ini. Ibu yang sangat menyayangi nya, sahabat yang sangat Ia sayangi, perjodohan. Semua adalah sumber masalah dalam hidup nya.
" Tidak ada guna nya menyesali semua nya, hidup harus terus berjalan. Sejak kecil aku selalu seperti ini. Lupakan dia yang tidak menginginkan mu, raih lah semua yang kamu inginkan tanpa harus selalu memikirkan orang lain. Alwi akan selalu menjadi anakku, di sini atau tidak disini, tidak akan ada yang bisa mengubah kenyataan kalau dia adalah anakku. Kemana pun dia, semoga dia selalu mendapat kebahagiaan dan itu sudah cukup bagiku. " Batin Nayla menguatkan diri nya, Is menarik nafas nya panjang dan menghembuskan nya perlahan.
Secara bersamaan dari dalam kamar terdengar suara Alwi yang mencari sang Mama. Ia berlari keluar sembari memanggil - manggil Mama.
Di tentang kan nya kedua tangan nya ketika melihat sang Ibu ada di sana. Hal yang sana di lakukan Nayla, Ia menyambut pelukan hangat Putra kesayangan nya itu.
" Wah, ganteng nya Mama sudah bangun.....! muah....! Ciuman mendarat di pipi Alwi.
Hari ini mereka menghabiskan waktu bersama, mengunjungi beberapa tempat. Nayla ingin memberikan kesan terakhir bersama Putra nya itu, karena besok Nayla akan membujuk nya dan mengantarkan nya ke rumah baru nya yaitu rumah Ayah kandung nya.
Malam hari Nayla memilih tidur di kamar Alwi menggantikan Kamila, biasa nya Kamila yang menemani Alwi tidur tapi tidak untuk malam ini.
" Alwi mau di baca kan atau di nyanyi kan sama Mama ?. " Tanya Nayla.
" Alwi di elus elus saja Ma, sudah ngantuk. " Jawab Alwi semblari mengarahkan tangan Nayla ke kepala nya.
Karena kelelahan Ia pun tertidur di samping Putra nya dengan memeluk nya.
*
*
*
*
Pagi ini Nayla sudah bersiap- siap. Menyiapkan segala nya, mental dan juga makanan kesukaan Putra nya itu.
" Yuk kita sarapan dulu. " Ajak Nayla.
Alwi yang melihat makanan kesukaan nya begitu bersemangat menikmati hidangan pagi ini. Belum lagi masakan Nayla yang memang selalu pas di lidah bocah itu.
" Wah masakan Mama memang paling enak. " Puji Alwi membuat Nayla mengeleng- gekengkan kepala nya melihat tingkah anak nya itu.
" Mulut penuh tidak boleh apa sayang ?. "
" Tidak boleh berbicara Ma, Maaf Alwi lupa. " Jawab Alwi ketika makanan di mulut nya sudah sukses berpindah tempat.
Setelah selesai menikmati hidangan mereka, Nayla mengajak Alwi dan juga Kamila duduk di ruang tengah.
" Alwi..... boleh Mama tanya sesuatu. " Tanya Nayla memulai percakapan.
" Tanya saja Ma. " Jawab Alwi menatap sang Mama.
" Hmm..... begini sayang. Alwi selama ini ingin bertemu Papa kan, Sebenar nya Mana sudah tahu di mana Papa nya sekarang berada. Apa Alwi masih ingin bertemu sama Papa ? . " Tanya Nayla pelan takut anak nya itu terkejut.
Alwi menatap Nayla
" Benarkah Ma..... ! Alwi begitu bersemangat. Namun kemudian wajah nya mendadak murung.
" Tidak Ma, Alwi sama Mama saja. Alwi tidak mau lagi punya Papa, apalagi Papa nya galak sama seperti Pria besar itu, Alwi tidak mau. Lebih baik Alwi punya Mama saja, Mama lebih sayang sama Alwi. Lagi pula kan Alwi sudah punya Ayah Andre, kalau mau punya Papa kan tinggal panggil Papa saja. "
Ucapan Alwi membuat hati Nayla sebagai seorang Ibu trenyuh. Anak nya begitu menyanyangi nya, namun Ia juga terkejut ternyata anak nya masih kecil namun sudah menyimpan trauma.
" Tidak boleh seperti itu Nak. Semua orang tua di dunia ini sangat menyayangi anak nya begitu juga dengan Papa. Mama yakin Papa juga akan sayang sama Alwi kalau bertemu Alwi, bukti nya Mama sayang sama Alwi. Karena Alwi anak baik, InsyaAllah semua orang akan sayang sama Alwi termasuk Papa. Jadi Alwi jangan takut lagi sama Papa, dan juga di sana ada Oma juga bagaimana. Apa Alwi mau coba menemui Papa ?. "
Nayla berusaha pelan membujuk Putra nya itu. Walau pun awal nya Alwi menolak namun pada akhir nya Ia menyetujui tawaran Nayla. Ia pun mengangguk pertanda setuju.
" Anak pintar, bagaimana kalau Mama ajak Alwi buat bertemu Papa dan juga Oma sekarang, mereka pasti senang kalau lihat Alwi. "
Nayla berusaha keras untuk tersenyum agar Putra nya itu tidak bersedih.
Mereka menaiki mobil yang baru saja di beli Nayla hasil dari bekerja di Resto sang Buba.
" Kamila bawa semua yang perlu di bawa saja. " Pesan Nayla
🌻🌻🌻
Mari bagi dukungan nya ya, Like and rate juga Vote gratis. Biar Author semangat nulis.
Untuk semua dukungan nya Author ucapkan banyak- banyak Terima kasih.