
👧👧👧
Bu Dewi senyum senyum melihat reaksi Asrul ketika Ia mengatakan tentang hak asuh anak yang juga terancam kalau hal layak tahu kondisi rumah tangga nya.
Lama Asrul terdiam hingga akhir nya Ia berbicara menjawab opini mertua nya.
" Itu semua biarlah menjadi urusanku Bu, sekarang Ibu kembali saja kerumah dan beristrahat, jangan sampai Ibu ikutan sakit hanya karena masalah ini " Ucap Asrul
" Aku tidak akan bisa istrahat dengan tenang kalau anakku ada di tempat yang menyedihkan seperti itu "
" Ibu......!
Bu Dewi dengan terpaksa keluar dari ruangan itu ketika melihat Asrul begitu serius memintanya pergi.
Romi masuk ke dalam ruangan Asrul setelah Bu Dewi keluar dari ruangan itu.
" Apa dia membuat keributan, maafkan aku karena tidak bisa melarang nya masuk kemari "
Ucap Romi merasa bersalah.
" Tidak apa- apa, hm..... bagaimana hasil nya tadi habis dari kantor " Tanya Asrul.
Romi bingung harus memulai dari mana Ia menjelaskan hal itu pada sahabat nya. Apa Ia harus jujur, tapi kalau dia berbohong Asrul pasti akan sangat murka.
" Nyonya Siska terlibat beberapa kasus, begitu yang ada pada berkas- berkas yang di berikan Kepolisian. "
Asrul terkejut mendengar nya.
" Beberapa kasus, apa kamu tahu kasus apa itu " Tanya Asrul penasaran.
" Maaf Rul, tapi aku tidak terlalu tahu soal itu. Tapi yang aku dengar kasusnya adalah percobaan pelenyapan nyawa seseorang dan itu di lakukan berulang, namun sayang nya semua gagal dan salah sasaran " Jawab Romi mencari alasan meskipun sebenar nya dia sudah tahu masalah nya.
" Tidak kusangka kau sejahat itu ingin melenyapkan nyawa orang lain, sejahat apa pun aku, tidak pernah sekali pun terbesit di benakku untuk melenyapkan nyawa orang lain " Batin Asrul
👉
👉
👉
Di tempat lain Pak Burhan bersama trio kompak sedang mendiskusikan masalah yang tengah mereka hadapi.
" Bagaiamana menurut Ayah, kalau kita lanjutkan kasus ini bukan hanya dia yang mendekam di penjara yang dingin itu tapi Ibu juga, karena semua ini berasal dari rencana Ibu yang ingin melenyapkan Nayla waktu itu "
Pak Burhan dan yang lain nya nampak berpikir keras, mereka semua membenarkan hal itu.
" Tidak apa- apa Mas, jangan pikirkan aku. Aku tidak keberatan kalau harus berada disana karena semua itu memang salahku "
Pak Burhan dan yang lain terkejut dan sontak menoleh ke asal suara, dan terkejut lagi ketika melihat Bu Rossa yang ada disana.
" Sejak kapan kamu ada disana sayang " Tanya Pak Burhan masih dengan keterkejutan nya.
" Aku sudah disini sejak tadi, sejak orang- orang yang aku sayangi sedang kebingungan mendiskusikan jalan keluar untukku " Jawab Bu Rossa.
" Nanti kita lanjutkan lagi " Ucap Pak Burhan pada anak-anak dan juga pengacara nya.
Anak-anak dan juga pengacara Pak Burhan mengerti isyarat yang di berikan Pak Burhan pada mereka.
Bu Rossa mendekat dan duduk di samping suami nya dengan wajah yang ceria, Ia tidak ingin membuat beban pikiran untuk suaminya semakin bertambah.
" Sudah jangan terlalu di porsir begitu, masih ada anak-anak yang lebih muda yang pasti mereka sanggup mengatasi semua nya " Ucap Bu Rossa menggenggam tangan suaminya.
Pak Burhan tidak Terima mendengar ucapan istri nya.
" Lebih muda..... jadi kamu pikir aku sudah tua begitu tidak punya kekuatan lagi. Jangan pancing - pancing lagi sayang, atau kejadian kemarin akan terulang lagi. Kamu harus melayani ku semalaman suntuk, tidak akan tidur sebelum aku terpuaskan " Goda Pak Burhan dengan senyum jahil nya.
Bu Rossa melonggo tidak menyangka ucapan nya justru malah jadi masalah untuk nya.
" Bukan begitu Mas, kalau soal itu sih Mas tidak perlu di ragukan lagi, Mas paling hebat. Maksudku kenapa Mas harus pusing- pusing memikirkan semua sementara banyak anak-anak yang pasti tidak akan tinggal diam setelah mengetahui semua nya. Lebih baik Mas istrahat biar tetap segar bugar untukku iya kan......! "
Kini giliran Bu Rossa yang menggoda suami nya, suami istri itu akhirnya saling melengkapi di dalam ruangan itu.
Berawal dari ucapan yang tidak di sengaja, dilanjutkan dengan godaan hingga akhir nya mereka berdua saling memberi dan menerima satu sama lain.
Entah siapa yang memulainya lebih dulu, kecupan mesra mereka berikan satu sama lain, hingga tidak terasa mereka berdua sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun menutup tubuh mereka.
Pak Burhan dengan ganas nya mengabsen bagian intim tubuh istri nya, membuat Bu Rossa menggelinjang berulang kali.
Rasa nikmat yang di rasakan Bu Rossa membuat nya melayang jauh, desahan demi desahan yang lolos dari bibir Bu Rossa semakin membuat Pak Burhan bergelora. Ruangan itu menjadi panas akibat gelora dua insan yang ternyata memang saling mencintai.
Tidak ada yang saling mengalah, mereka bergantian saling menggempur hingga akhir nya mencapai klimaks yang membuat keduanya bahagia.
" Arkhhhhhhhh............! "
Lenguhan panjang dari Pak Burhan menandakan permainan panjang yang menguras tenaga telah mencapai puncak nya, hingga Ia terkulai lemas di atas tubuh Istri nya.
" Aku sangat mencintaimu sayang " Bisik Pak Burhan masih tetap setia berada diatas sana.
Rasa hangat dan menjepit masih Ia rasakan di bagian bawah tubuhnya yang masih betah berada di dalam syurga keindahan milik Istri nya.
Bu Rossa hanya menatap satu pada suami nya itu, Ia pun sangat mencintai suaminya itu melebihi dari dirinya sendiri.
" Maafkan aku karena pernah mengecewakanmu berulang- ulang "
Bu Rossa menutup mulut suaminya itu dengan jarinya.
" Jangan di ingat- ingat lagi Mas, semua sudah berlalu. Aku sudah memaafkan mu, sekarang kita jalani hari- hari kita yang tersisa tanpa ada ingatan masa lalu "
Bu Rossa semakin menggoda suami nya itu dengan mengedut kan kembali miliknya yang disana masih tertancap pohon kaktus berduri.
" Awww..... kamu mulai nakal ya "
Pak Burhan kembali memberikan ciuman di wajah Istrinya sebagai tanda sayang.
" Aku berjanji mulai sekarang hanya akan menyayangimu sampai selama nya " Ucap Pak Burhan.
Bu Rossa sangat bahagia dan kembali mengempot barang milik nya yang selalu membuat Pak Burhan gila.
" Aku selalu gila kalau kamu buat begini sayang, aku bahagia sekali sayang "