
Alya melangkah gontai kembali kerumahnya, terlalu banyak masalah yang terjadi hari ini yang memaksanya harus membuat pilihan yang sulit.
" Ya Allah lelah sekali, semoga pilihanku ini benar " Batinnya.
Alya terpaksa harus menyetujui untuk tetap bekerja disana walaupun konsekuensi nya Ia harus menanggung malu, karena dirinya tidak punya jalan keluar yang lain. Mungkin akan lebih baik baginya bekerja disana, karena Ia tidak punya cukup uang untuk melunasi semua hutang hutang sang Tante yang Ia pinjam dengan jaminan dirinya, dan pilihan untuk bekerja di tempat yang di janjikan Tante Mona itu juga bukanlah hal yang baik, dan tidak mungkin Ia lakukan selama kesadarannya masih tidak terganggu.
***
Sudah beberapa hari Alya bekerja disana, Ia juga sudah mulai bisa beradaptasi dengan pekerjaannya begitu juga dengan masalah yang memalukan beberapa hari silam.
Meskipun begitu dirinya masih bingung memikirkan satu hal yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini.
" Temani aku makan siang di luar "
Alya terkejut mendengar suara Andre.
" A... aku, eh maksudnya sa... ya "
Alya menunjuk dirinya sendiri memastikan kalau pendengarannya memang tidak salah.
" Iya Al, memang siapa lagi selain kamu disini yang bisa aku ajak bicara " Jawab Andre kemudian.
" Tapi Pak, saya tidak bisa ikut Bapak, pekerjaan saya juga masih banyak, hmm..... Bapak bisa panggil hmmm...... oh itu dia, Bapak bisa pergi bersama Bu Dira saja " Seru Alya ketika melihat kedatangan Dira.
Dira merasa sangat bahagia mendengar itu, dia mulai membayangkan bisa jalan berdua bersama Pria idaman nya tentu hal yang sangat membahagiakan baginya.
" Sejak kapan namamu jadi Dira Alya, aku mengajakmu Alya bukan Dira. Kamu bekerja disini untuk siapa "
" Untuk Bapak " Jawab Alya
" Ya sudah buruan, aku sudah sangat lapar. Anggap saja ini adalah pekerjaanmu juga, lebih tepatnya pekerjaan baru. Mulai sekarang dan seterusnya kamu harus temani aku makan siang dan ini adalah perintah "
Alya tidak bisa menolak lagi karena Ia tidak punya alasan lagi.
..." Ih seenaknya saja, masa aku harus menemaninya makan siang. Apa kata orang di luar sana, apa rasa malunya sudah hilang ya. Masa dia tidak malu jalan sama orang seperti aku " Batin Alya....
" Ah iya Pak, tentu saja tidak " Jawab Alya cepat.
Iya segera berlari kecil di belakang Andre.
..." Masa terlambat makan sebentar doang pingsan, aku yang sering tidak makan sehari bahkan dua hari juga tidak pingsan dan masih hidup sampai sekarang " Batin Alya....
Alya merasa canggung karena banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya yang jalan bersama pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
" Cepatlah Alya, apa cara jalanmu memang seperti itu bahkan kura kura lebih cepat di bandingkan dirimu "
..." Apa..... ! Aku di samakan dengan kura kura. " Geram Alya namun hanya dalam hati....
" Makanya buruan kalau tidak mau di bilang kura kura " Andre susah payah menahan rasa ingin tertawa melihat raut wajah Alya.
Memang sengaja dirinya menggoda gadis itu, entah mengapa hatinya begitu nyaman berada di dekat Alya apalagi melihat raut wajah Alya ketika sedang berpikir keras, menahan amarah, semua nya nampak lucu baginya.
****
Dira mondar mandir di dalam ruang kerjanya, Ia masih tidak bisa merelakan semua yang baru saja terjadi.
" Brengsek...... seharusnya aku yang pergi menemani Mas Andre makan siang, kenapa jadi wanita kampung nggak jelas itu. Dari semua yang aku miliki juga masih tetap aku yang lebih unggul, apa yang dia punya sehingga Mas Andre lebih memilih jalan dengannya di banding aku. Tidak....
aku tidak bisa hanya diam saja, kalau begini terus lama lama aku akan semakin tersingkir. Aku harus selangkah lebih maju darinya. "
Ambisi yang tinggi membuat kita mampu melakukan apa saja, tapi jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya, apalagi kalau sampai harus melukai orang lain. Raihlah semua yang kita inginkan dengan cara yang sehat, karena cara itu kita akan dapatkan yang terbaik.
Bersabarlah jika yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, mungkin yang kita dapatkan itu sudah yang terbaik, atau anggap saja kegagalan adalah guru untuk mencapai keberhasilan di masa akan datang.
Kegagalan sesungguhnya adalah keberhasilan yang tertunda, jadi yuk semangat ( motifasi buat author yang lagi ANU )
🌹🌹🌹