
❤️❤️❤️
Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin untuk semua readers tercinta ❤️❤️❤️
Makasih atas kesetiaan kalian semua dalam menanti kelanjutan karya Author yang masih banyak ke kurangannya ini 🙏🙏
Meninggalkan tahun yang lalu, semoga kedepan menuju yang lebih baik lagi ❤️❤️❤️
Baca jika suka, abaikan saja jika tidak sesuai selera readers. Maaf kalau banyak kekurangannya dalam segi apa pun itu. Bagi yang suka jangan lupa untuk rate setiap hari dan like setiap bab nya.
SELAMAT MEMBACA 🙏🙏🙏
❣ LEPASKAN AKU BAB 67 ️❣️
═════════ ❃ ═════════
Di perjalanan pulang Asrul di landa gelisah, ingatan nya tentang kejadian beberapa menit yang lalu mengganggu ketenangannya.
" Siapa sebenar nya dia, suara nya mengingatkan aku padanya. Apa kah benar dia, tapi kenapa dia tidak mengenaliku. "
Asrul bergumam seorang diri seraya menggeleng gelengkan kepalanya mencoba menyangkal semua kata hati nya.
Semua memori tentang Nayla berputar putar lagi di benaknya. Suara, hoby masak dan juga nama nya membuat Asrul bingung.
" Tidak mungkin dia orangnya. Putri......! Apa dia ...... Putri !. " Gumam nya lagi seorang diri.
Di lajukannya kembali mobil miliknya menuju kota besar, dengan pikiran yang tidak terarah.
🍃🍃🍃
Dengan langkah gontai Asrul masuk ke kamar miliknya. Dia ingin menenangkan pikirannya, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Ting !
Ponsel berbunyi pertanda ada notifikasi pesan masuk.
[ 📩📩📩 ]
" Apa dia kesana lagi, tapi tadi kan Asrul juga pergi kesana. Apa mereka tidak bertemu." Batin Bu Dian
Bu Dian melangkah keluar kamar setelah selesai mengirimkan pesan balasan jepada orang suruhannya.
" Ayah, aku kan sudah bilang ke Ayah, jangan muncul dulu. Aku yakin, peristiwa hilangnya anak itu pasti karena campur tangan Ayah kan?. "
Pria yang di panggil Ayah hanya diam saja mendapat ceramah dari anak laki laki nya.
" Tapi Nak, Ayah ingin sekali bertemu dengannya Nak.......!. "
Sang Ayah mencoba mencari alasan untuk membenarkan semua yang di lakukannya.
" Cukup Ayah..... semua ini karena kesalahan Ayah, yang suka bergonta ganti wanita. Cukup kali ini saja, jangan ada lagi wanita yang menjadi korban ke egoisan Ayah. Apakah Ayah pernah memikirkan perasaan kami sebagai anak. Lihat aku Ayah, aku harus merelakan semua rasa yang aku miliki untuk nya walau pun aku tidak ikhlas. Tapi aku harus apa Ayah.
" Tolong hargai usaha aku selama ini, aku sudah melindungi kedua anak Ayah dari wanita lain dengan susah payah. Biar kan mereka mengetahuinya seiring dengan berjalannya waktu. Jangan memaksakan diri, kesalahan Ayah sudah terlalu besar, jangan buat anak anak yang lain ikut menanggungnya. Apalagi kalau sampai Ibu dan Mas Ilham tahu soal ini, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada kedua adikku itu. Dari itu aku mohon pada Ayah, jangan membuat masalah lagi. "
Setelah mengucapkan semua unek uneknya Ia melangkah keluar, namun tidak lama Ia pun behenti dan membalikkan tubuhnya.
" Aku sangat menyayangi Ayah, jaga kesehatan Ayah. Aku akan membantu Ayah semampuku. "
" Maafkan Ayah, suatu saat kalian pasti akan tahu kebenarannya. Kenapa Ayah sampai melakukan semua ini. " Batin Pak Burhan seraya memandang kepergian Putera keduanya itu hingga hilang di balik pintu.
Hal yang sama pun di lakukan Putera kedua Pak Burhan, ketika memasuli mobil miliknya.
" Maafkan aku Ayah, mungkin kata kata ku terlalu berlebihan dan menyakitimu. Aku hanya ingin yang terbaik buat kalian, aku tahu Ayah sangat merindukannya. Aku janji cepat atau lambat aku akan menjelaskannya padanya, tentang siapa Ayah sebenarnya.
❣️❣️❣️
Di sebuah rumah yang sudah sangat jarang di kunjunginya, Andre memarkirkan mobil miliknya. Dengan langkah tegap Ia memasuki rumah tersebut, baru beberapa langkah sudah terdengar sebuah suara menyapanya.
" Hm, ingat pulang juga kamu ya......! Apa sudah bosan di luar sana sehingga kamu menginjakkan kakimu lagi di sini. " Ucap sebuah suara yang menggema.
Bukan kali ini saja, keadaan seperti ini memang selalu terjadi apabila satu keluarga sedang kumpul bersama.
" Ibu......!. " Sebuah suara terdengar di atas tangga, sontak kedua orang di bawah menoleh ke atas.
" Andre adikku, akhirnya kamu kembali juga. Dari mana saja kamu, apa di luar sana begitu nyaman, sehingga adikku yang ganteng ini tidak ingat pulang ke rumah. "
Bu Rossa tidak begitu menyukai ucapan anak pertamanya itu, yang terlalu baik pada adik laki lakinya tersebut.
" Sudahlah Ilham, kamu terlalu berlebihan memperlakukannya seperti itu. Setelah kelak dia menghianati kamu, maka saat itu kamu akan menyesal karena sudah begitu jauh mendukungnya. " Ucap Bu Rossa sinis.
" Cukup Bu.......! Aku yang lebih tahu adikku bagaimana, dia tidak akan tega menghianati aku. Maaf Bu, bolehkah tinggalkan kami berdua saja. Aku ingin berbicara dengannya sebelum berangkat bekerja. " Pinta Ilham