Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mencari alasan



✳ Lepaskan Aku 38 ✳


.


:::::::::::::::::::::::::::::: 💎💎💎 ::::::::::::::::::::::::::::::::::


.


Setelah mendapat pesan dari seseorang dengan nada mengancam, membuatnya menjadi geram namun juga khawatir. Kekhawatirannya itu sampai bisa terbaca oleh seseorang yang berada tidak jauh darinya.


" S*** ! berani beraninya pria itu mengancamku, dasar parasit, maunya numpang hidup enak saja. Tapi bagaimana kalau Ia benar benar melakukannya kalau aku tidak mengabulkan permintaannya. Tidak, aku masih belum ingin kehilangan semua ini " Batin Siska.


" Kamu kenapa sayang, kenapa wajahmu pucat begitu. Apa ada masalah, atau kamu sedang tidak enak badan. Bagaimana kalau kita ke Dokter saja, jangan sampai sakitnya tambah parah " Tanya Asrul nampak sangat khawatir.


Siska semakin khawatir setelah mendengar kata Dokter di ucapakan oleh Asrul. Ia harus memutar kembali otaknya, mencari alasan yang tepat agar bisa terhindar dari semua ajakan Asrul.


" Ah tidak apa apa sayang, sebenarnya hari ini aku mau ketempat Ibu. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya " Ucap Siska


" Hanya bertemu Ibu, lalu kenapa wajahmu pucat begitu kalau hanya ingin bertemu Ibu. Aku tidak akan melarangmu kapan pun kamu ingin menemui Ibu "


" Tapi kalau boleh tau, hal apa yang ingin kamu bicarakan dengan Ibu sayang ? " Tanya Asrul kemudian.


Siska menundukkan wajahnya, menunjukan wajah sedihnya. Membuat Asrul semakin khawatir.


" Ada apa sayang, kamu ada masalah. Coba ceritakan, mungkin saja aku bisa bantu " Bujuk Asrul lembut.


Siska memandang sekilas ke wajah pria yang ada di sampingnya.


" Begini Mas, sebenarnya aku ingin bekerja " Jawab Siska.


Jawaban Siska membuat Asrul tertawa, Ia tidak menduga kalau masalah yang sedang di pikirkan Siska hanyalah ingin bekerja saja.


" Ya ampun sayang, kalau hanya ingin bekerja kenapa harus sedih begitu. Kamu bisa bekerja di kantor, aku akan memasukkanmu ditempat mana pun yang kamu inginkan " Ucap Asrul diselah tawanya.


" Bukan masalah itu sayang, aku ingin bekerja sendiri. Mas ingat temanku yang kemarin, Ia menawarkan aku untuk membuka salon bersama. Tapi aku tidak punya modal, untuk itulah, aku ingin bertemu dengan Ibu. Mau meminjam modal dari Ibu, siapa tau Ibu mau meminjamkannya untukku " Jawab Siska meyakinkan.


Asrul terkejut mendengar ucapan Siska, bagaimana mungkin Ia datang meminjam uang kepada Ibunya, sedangkan suaminya adalah seorang pengusaha yang tidak mungkin kekurangan uang.


" Sayang, kenapa kamu harus meminta sama Ibu, aku kan suamimu. Aku bisa memenuhi semua kebutuhanmu, kenapa sedikit sedikit harus kamu bicarakan pda Ibumu " Ucap Asrul kecewa.


" Aku bukan wanita tukang ngadu, sedikit sedikit ngadu, ada masalah dikit ngadu "


Deg.........!


Asrul kembali teringat dengan ucapan seseorang yang sama persis, dengan yang saat ini Ia katakan. Namun kembali Ia mencoba menghilangkan semuanya.


" Maafkan aku sayang, bukan maksud aku seperti itu. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu Mas. Tapi karena aku memang butuh itu, jadi aku berpikir untuk memintanya pada Ibu " Ucap Siska lagi


" Ini kartu buatmu, gunakan berapa pun yang kamu butuhkan untuk modal usahamu itu. Tapi ingat, harus tetap jaga kesehatan. Aku tidak ingin pekerjaanmu ini membuatmu jatuh sakit" Ucap Asrul sambil memberikan sebuah kard berwarna gold untuk Siska.


" Makasih sayang, aku benar benar mencintaimu ".


Siska langsung berdiri dan memberikan pelukan serta ciuman yang bertubi tubi di wajah Asrul. Hal itu membuat Asrul juga sangat bahagia, mendapat amunisi di pagi hari sebelum berangkat bekerja.


" Aku juga sangat mencintai kamu sayang ".


" Apa pun yang kamu inginkan akan aku kabulkan, asal itu membuatmu bahagia " Batin Asrul


.


💎💎💎


.


Mobil yang di kendarai Siska memasuki sebuah tempat, dengan pasti Siska melangkah memasuki sebuah tempat yang sudah di janjikan seseorang.


Ia mencari kesana kemari namun tak kunjung menemukan apa yang di carinya. Tiba tiba Ia di kejutkan dengan pelukan seseorang dari belakang.


" Apa yang kamu cari, kamu mencariku ya. Apa pria itu sudah tidak bisa memuaskanmu lagi, Kamu bisa saja setiap hari datang menemuiku, karena aku akan dengan senang hati melayanimu " Ucap seorang pria yang sedang memeluknya erat.


Siska berusaha melepaskan pelukan pria itu.


" Sudah cukup, kamu jangan gila seperti ini. Aku kemari hanya ingin memberikan apa yang kamu inginkan, bukan untuk yang lainnya " Ucap Siska dengan nada sedikit keras karena mulai terpancing emosi.


Pria itu melepaskan pelukannya dan mengambil amplop yang di berikan Siska padanya.


" Sebenarnya bukan hanya amplop ini yang aku butuhkan, namun aku juga butuh dirimu Siska. Apa kita bisa nencari tempat yang lebih tenang, agar kita bisa ngobrol berdua seperti biasanya "


Kembali pria itu bergelayut manja memeluk Siska, namun lagi lagi Siska berusaha menepisnya.


" Itu sudah kamu dapatkan semua yang kamu inginkan, bahkan aku memberimu lebih. Pergilah dari hidupku, jangan terus terusan memerasku ". Ucap Siska geram.


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada seseorang yang melihat pembicaraan mereka.


" Siska.......? " Untuk apa dia disini, dan itu sama siapa. Kenapa dia bertemu dengan pria seperti itu. Apa mungkin mereka punya hubungan kerja....! " Batinnya.


.


🔔🔔🔔🔔


.


Hai hai semuanya, Author sudah up lagi. Maaf atas keterlambatannya. Ada urusan sedikit, biasanya akan up 2 hari sekali. Namun agak terlambat. Seperti biasa Author minta dukungannya, Like, komen, dan juga rate. Untuk hadiah kalau ada rezeki lebih bisa bagi buat Author ya, seikhlasnya saja. Untuk Vote kalau ada yang belum terpakai, boleh vote juga kalau berkenan.


Sebelum dan sesudahnya atas bantuan dukungan kalian, Author ucapkan banyak banyak TERIMA KASIH. Semoga rezekinya semakin melimpah dan berkah segalanya.


SALAM SEHAT 😘😘