Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
TOLONG AKU



🌹🌹🌹


Nayla melajukan motor miliknya di tengah hujan yang mulai mengguyur tubuhnya. Dingin yang menggerogoti tubuhnya tidak di pedulikannya, di pikirannya hanyalah bagaimana cara Ia menyelamatkan hidup anak semata wayangnya. Jalan satu satu nya hanyalah menemui orang yang kemungkinan mempunyai darah yang sama, memintanya agar dia mau memberi kehidupan baru untuk Alwi.


Semua masa bersama Alwi kembali memenuhi pikiran Nayla, membuatnya semakin melajukan motor miliknya.


Dengan langkah tergesa gesa Nayla memasuki pekarangan rumah yang sangat mewah, rumah yang pernah menjadi tempat huniannya beberapa tahun yang lalu.


Sampai di depan pintu Nayla menjadi ragu untuk mengetuk, namun bayangan Alwi yang penuh dengan darah membuatnya akhirnya mengetuk pintu itu.


Tok.... Tok ! Pintu di ketuk Nayla berulang kali.


Tidak lama berselang pintu terbuka dari dalam, muncullah seorang wanita dengan wajah bingung melihat kondisi Nayla. Baju yang kotor terkena noda darah, pakaian yang basah kuyup.


" Ada apa dan cari siapa ? Tanya wanita itu yang tidak lain adalah Siska.


Siska memperhatikan dengan seksama wanita yang kini berada di hadapannya.


"Wanita ini, kenapa dia bisa sampai di sini. Sial kenapa dia masih hidup, seharusnya Ia sudah mati dan menjadi penghuni neraka. Aku harus membuatnya pergi dari sini. " Batin Siska.


" Ngapain kamu di sini hah.....!, cepat pergi dari sini sebelum aku mempersulit hidupmu. Kamu pikir aku tidak tahu siapa kamu meskipun kamu menyembunyikan identitasmu dengan pakaian bodohmu ini.....!


Siska berbisik tepat di telinga Nayla sembari mencengkeram lengan Nayla, membuat Nayla meringis. Namun kesembuhan Alwi di atas segala galanya sekarang.


" Aku tidak akan pergi dari sini sebelum bertemu Asrul.... Dia harus menyelamatkan....


" Diam....! Kamu pikir akan ada anggota di keluarga ini yang percaya dengan semua kata kata kamu. Semua orang di rumah ini sudah menganggapmu wanita murahan, yang lari bersama Pria lain selagi statusnya masih milik Istri dari Pria lain. Jadi sekarang aku minta kamu pergi dari sini, sebelum semua tetangga tahu siapa kamu dan kamu menjadi bulan bulanan mereka.....!. "


Siska menarik paksa Nayla keluar dari gerbang rumah itu. Dari dalam rumah sejak tadi Bu Dian yang hanya jadi penonton kini berlari keluar karena melihat Siska menarik paksa seseorang.


" Siska.....! Ada apa, kenapa kamu menariknya seperti itu....? Tanya Bu Dian.


" Ti... tidak apa apa Bu, ini tadi dia ingin masuk rumah namun aku melarangnya. Kita kan tidak mengenalnya, apalagi coba Ibu lihat penampilannya kotor penuh dengan darah begini. Siapa tahu dia orang jahat, baru habis membunuh seseorang dan Ia berlari kemari untuk mencari tempat persembunyian. Bagaimana kalau polisi mencarinya dan kita bisa di tuduh menyembunyikannya Bu.....! Jawab Siska mencari alasan.


" Ayo cepattt.... pergi dari sini sekarang...!. "


Siska kembali menarik paksa Nayla keluar gerbang. Dari arah berlawanan muncul sebuah mobil mewah, penghuninya nampak bingung melihat tiga orang wanita sedang main hujan hujanan. Karena penasaran Ia pun turun.


" Cepat pergi.......! . "


Siska berteriak sembari mendorong tubuh Nayla keluar dari pagar pembatas rumah mewah tersebut.


Bugh!


" Awww.....!. "


Nayla merasa tubuhnya menyentuh sesuatu, sebuah tangan kokoh mendekap nya dari arah belakang, menahan tubuhnya sehingga tidak terjatuh menyentuh lantai.


Perlahan Nayla menoleh melihat siapa gerangan yang sudah memeluknya. Alangkah terkejutnya Ia, seseorang yang pernah berarti di masa lalunya, seseorang yang ingin di jumpainya ada di sisiNya.


" Ada apa ini, kenapa sayang. Kenapa kamu begitu kasar padanya....?. " Tanya Asrul masih terus memeluk tubuh Nayla.


" Sial, bahkan Mas Asrul sampai nyaman memeluknya begitu di depanku. Kenapa dia harus datang sich, gagal semua rencanaku. ! "


" Dia tadi ingin masuk kerumah namun aku melarangnya Mas, lihatlah penampilannya seperti itu.....!. " Ucap Siska.


Asrul mulai menoleh pada orang yang masih dalam dekapannya, ada rasa nyaman di sana yang tidak Ia sadari. Yang jelas rasanya enggan untuk melepaskan dekapan itu.


" Kamu.....!. "


" Mas, yuk masuk. Jangan pedulikan dia, kamu juga sudah basah kuyub begitu. Yuk kita ganti baju, aku takut kamu sakit nanti. " Bujuk Siska


Asrul melangkah mengikuti ajakan Siska dan menganggap apa yang di katakan Istrinya itu ada benarnya juga. Namun baru beberapa langkah hatinya merasa ragu, ada sesuatu yang memaksa dirinya kembali.


" Mas.....! Ayuk, aku dingin nih.... .! Pinta Siska manja.


Asrul mandang Siska dan Nayla bergantian.


" Pergilah ke dalam ganti bajumu, aku ingin bicara dengannya sebentar. Hanya sebentar, setelah itu aku masuk. " Jawab Asrul


" Sial, lagi lagi Mas Asrul lebih memilihnya di banding aku istrinya. " Batin Siska.


Karena desakan Asrul Siska terpaksa masuk kedalam rumah, meskipun hatinya sedang kesal dan juga gelisah.


" Ada apa kamu kemari. Bukankah kamu Putri, koki di Resto saya yang baru?. " Tanya Asrul memastikan.


Nayla menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Asrul.


" Lalu untuk apa kamu kemari, apa kamu perlu sesuatu atau apa. " Kembali Asrul bertanya.


Nayla enggan untuk menjawab langsung pertanyaan Asrul, Pria yang pernah membuat hatinya hancur berkeping keping.


" Ya sudah kalau kamu tidak ada keperluan, sebaiknya kamu pulang saja atau kamu masuk kedalam buat ganti bajumu yang basah kuyub itu. Kalau kelamaan basah, kamu bisa sakit ! . "


Nayla hanya diam saja sampai Asrul berbalik melangkah meninggalkannya, Ia baru tersadar tujuannya ketempat itu hanyalah bertemu Pria itu. Apa pun yang terjadi kedepannya Ia tidak peduli, yang penting nyawa anak semata wayangnya.


" Tolong Aku......!. "


Entah keberanian dari mana, kata itu keluar dari bibir Nayla yang sudah mulai membiru karena kedinginan.


" Suara itu......! Batin Asrul


Ia sontak menghentikan langkahnya.


" Tolong Pak, bantu saya. Anak saya sedang di rawat di rumah sakit CANDRA KIRANA karena kecelakaan, dia membutuhkan donor darah. Saya sudah mencarinya kemana mana, namun tidak menemukan pendonor yang tepat juga. " Ucap Nayla


" Pendonor....? Lalu kenapa kamu kemari dan yakin bahwa saya bisa membantu mendonorkan darah saya untuk anak kamu. Saya bahkan tidak mengenal apalagi punya hubungan dengan kalian, bagaimana mungkin punya golongan darah yang sama.....! Sudahlah, cari yang lain saja. " Ucap Asrul sembari melanjutkan langkahnya.


" Golongan darahnya O, dan dia sangat butuh pendonor untuk menyelamatkan hidupnya. Kalau kalian punya sedikit saja rasa kasihan, tolonglah kami. "


Nayla melihat Pria di depannya sama sekali tidak mengubrisnya, ponsel di dalam tasnya terus berbunyi. Ia merogoh ponsel dalam tas miliknya dan membuat tasnya sebagai pelindung.


" I ya hallo, ada apa Kamila......!. " Jawab Nayla.


***


" Apa......! Alwi kritis..... ! Jerit Nayla.


" Baiklah, aku akan kesana sekarang. "


Ia berlari kencang menuju motor miliknya, mengendarakannya dengan kecepatan tinggi.


" Maafkan Mama Nak, Mama tidak bisa membawanya mendonorkan darahnya untukmu....! Maaf, kamu harus kuat sayang. Kita akan menemukan darah yang sama denganmu Nak......! Rintih Nayla


❤❤❤


Mohon Doa nya ya, dan juga mohon dukungannya buat karya ini biar terus lanjut sampai tamat.


Untuk semua dukungannya Author ucapkan banyak banyak Terima kasih 🙏🙏