Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mendatangi Asrul


🐰🐰🐰


Bu Dewi terburu- buru ketika memasuki sebuah Kantor kepolisian, baru saja beliau mendapat kabar dari seseorang kalau Putri nya di gelandang okeh beberapa petugas karena masalah yang mereka tidak ketahui.


" Itu kan Pak Romi, apa Asrul ada disini. Mereka pasti datang untuk mengurus masalah Siska " Batin Bu Dewi.


Ia melangkah lebih cepat agar bisa menanyakan langsung perihal kedatangan mereka ke tempat itu, namun sayang Romi lebih dulu masuk ke dalam mobil milik nya dan tidak mendengar seruan Bu Dewi.


" Ya sudahlah lebih baik aku temui Siska saja menanyakan nya langsung pada nya " Gumam Bu Dewi sembari melangkah masuk.


Di dalam Ia mendengar keributan beberapa orang, mata nya memandang ke sekeliling apa yang sedang terjadi.


" Hei buka...... brengsek kenapa kalian mengurung ku disini. Awas saja kalau aku keluar nanti, akan ku buat hidup kalian menderita " Maki Siska tidak Terima


" Tunggu Bu, maaf itu di dalam ada apa ya, kok ribut- ribut begitu " Tanya Bu Dian pada seorang polisi wanita.


" Itu Bu, ada seorang tahanan wanita yang mengamuk tidak Terima karena di masukkan ke dalam sel tahanan " Jawab nya .


" Oh, baik Terima kasih Bu " Ucap Bu Dewi.


" Apa dia Siska " Batin Bu Dewi.


Ia pun berlari mencari asal suara dan benar saja dari jauh Ia melihat Siska yang sedang mengguncang- guncang terali besi sembari berteriak- teriak.


" Siska..... ada apa Nak, kenapa kamu seperti ini. Tenangkan dirimu, ingat kesehatanmu. Kalau kamu strees akan berpengaruh juga " Nasihat Bu Dewi.


" Ibu bagaimana aku tidak strees, sementara aku berada di tempat seperti ini bersama Orang-orang bodoh ini. Ibu tolong bantu aku, keluarkan aku dari sini " Siska memohon dengan sangat pada Ibu nya.


Beberapa orang tahanan yang sekamar dengan nya saling menatap mendengar apa yang baru saja di katakan Siska tentang mereka.


" Bukan nya tadi Romi datang kemari, Ibu melihat nya tadi di luar. "


Siska menjadi semakin gusar mendengar nama itu di sebut.


" Bu.... gara-gara dia mood ku jadi buruk, dia kemari bukan mau membebaskan aku tapi malah menghinaku Bu.....! Jawab Siska Prustasi.


" Tenang Nak, biar Ibu yang ke tempat suami mu dan meminta nya membebaskan mu dari sini. Tapi sebelum nya Ibu mohon kamu tenang dulu, jangan seperti ini atau kamu sendiri yang akan rugi karena kesehatan mu juga akan terganggu "


" Sudahlah Bu, aku tidak peduli pada kesehatan ku. Yang terpenting sekarang adalah aku harus keluar dari sini, aku tidak mau ada disini, di tempat kotor ini "


*


*


*


*


Bu Dewi tiba di sebuah gedung pencakar langit, Ia bergegas masuk ingin segera menemui menantu nya untuk meminta agar melepaskan Putri nya.


" Maaf Bu cari siapa ? " Tanya seorang satpam yang berjaga di sana.


Bu Dewi menghentikan langkah nya dan melihat siapa yang sedang bertanya pada nya.


" Apa anda tidak mengenal saya sehingga anda masih bertanya siapa saya " Tanya Bu Dewi dengan alis berkerut.


" Maaf Bu, tapi saya memang tidak mengendalikan anda " Jawab satpam itu.


" Dengar baik- baik, saya Bu Dewi mertua dari pemilik perusahaan ini, kamu mengerti.....! "


" Cepat antar saya keruangan Asrul, atau kau akan mendapat masalah dan di pecat setelah ini "


Satpam pun akhir nya mengikuti apa yang di perintahkan oleh Bu Dewi yang mengaku sebagai mertua dari Boos mereka. Hal itu hanya semata- mata agar Ia segera terbebas dadi wanita sombong itu.


Satpam mengantar Bu Dewi sampai di depan pintu ruangan CEO.


" Ini dia ruangan nya Bu "


" Iya sudah, cepat kamu kebawah, bikin kepalaku pusing saja "


Bukan nya berterima kasih Bu Dewi malah mengomel.


" Sombong sekali jadi orang, baru juga mertua. Ibu nya saja begini bagaimana dengan anak nya, apa Pak Bos tidak salah pilih Istri " Batin Satpam itu seraya melangkah menjauh.


Romi yang berniat masuk ke ruangan Asrul terkejut karena di depan pintu ada Bu Dewi.


" Ada apa Bu " Tanya Romi


" Aku ingin bertemu Asrul menantuku, bisa kah kamu bukain pintu "


Romi hanya diam saja tidak mengindahkan perintah mertua dari sahabat nya.


" Dasar tidak berguna, aku bisa membuka nya sendiri "


Bu Dewi memutar knop pintu dan membuka nya serta mendorong keras hingga pintu itu terbuka lebar.


" Apa apa an ini " Spontan suara Asrul terkejut karena mengira sahabat nya atau orang lain yang membuat kekacauan.


Ia terkejut ketika melihat mertuanya ada di depan pintu bahkan melangkah masuk ke ruangan nya dan duduk di kursi tepat di depan Asrul.


" Ada apa Bu, kenapa tiba-tiba Ibu datang kemari " Tanya Asrul


" Ada apa katamu, Istrimu di penjara sekarang dan kamu hanya duduk diam disini saja tanpa berbuat apa- apa "


Suara Bu Dewi terdengar menggema di ruangan itu. Asrul tersenyum menanggapi Ibu dari istri nya itu.


" Apa yang bisa aku lakukan Bu, pekerjaanku banyak disini. Apa aku harus meninggalkan semua hanya untuk sesuatu yang tidak penting. " Jawab Asrul santai


Bu Dewi merasa meradang mendengar ucapan Pria yang menjadi menantu nya itu, bagaimana bisa Ia meremehkan keberadaan Putri nya di penjara dan menganggap nya tidak penting.


" Tidak penting katamu... ? Dia kan Istrimu, bahkan untuk mengunjunginya saja kamu tidak mau. "


Asrul memandang Bu Dewi


" Nanti aku akan mengunjungi nya setelah urusan ku beres, lagi pula aku sudah mengutus Romi untuk kesana jadi Ibu tidak perlu khawatir yang berlebihan "


Bu Dewi bingung akan pikiran menantu nya, bahkan wajah nya seakan tidak ada rasa khawatir sedikit pun mendengar Istri nya berada di penjara.


" Romi memang kesana, tapi Siska membutuhkan kamu. Apa kamu tidak pernah berpikir dengan masuk nya Siska di penjara akan menghancurkan nama baik mu, apalagi sekarang kamu masih dalam tahap perebutan hak asuh. Kalau sampai pengadilan mengetahui semua nya bukan kah itu akan sangat tidak baik bagimu dan anak itu pasti akan di rebut kembali oleh mereka "


Bu Dewi sengaja menggunakan taktik nya yang Ia yakin ini sangat mujarab untuk membuat Asrul mengeluarkan Putri nya dari sel tahanan itu.


👌


BERSAMBUNG.......