Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Hari pertama bekerja



👉 Lepaskan Aku 37 👈


.


::::::::::::::::::🌹🌹🌹:::::::::::::::::::::🌹🌹🌹:::::::::::::::::


.


.


Kembali lagi bersama Author Nayla, budayakan like dulu sebelum baca. Like kalian saja sudah cukup membuat Author semangat dalam berkarya. Jangan lupa untuk rate, sekali setiap hari nya ya teman teman. Bagi yang punya rezeki bisa bantu gift seikhlasnya, begitu juga dengan vote. Kalau ada yang belum terpakai, boleh di dukung dengan vote ya. MAKASIH UNTUK SEMUA DUKUNGAN KALIAN.


.


.


☕☕☕


.


.


1 Minggu berlalu.....


.


.


Pagi pagi sekali Nayla sudah siap dengan pakaian yang rapi. Setelah dinobatkan menjadi pemenang audisi yang Ia ikuti beberapa hari yang lalu, hari ini adalah hari pertamanya bekerja disana.


Beberapa hadiah besar yang sudah Ia dapatkan, cukup untuknya memulai hidup baru bersama Adik dan juga Anak semata wayangnya.


Ada rasa bahagia karena mampu keluar sebagai pemenang, tapi ada juga rasa takut tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari.


" Mama........! " Teriak bocah kecil dari balik pintu, membuat Nayla terkejut. Ia yang sedang asyik menyediakan sarapan terkejut atas teriakan Alwi. Sontak Ia pun menoleh, namun ketika melihat anak semata wayangnya itu sudah rapi, matanya langsung berbinar binar bahagia.


" Wah jagoan Mama sudah rapi, dah siap ke sekolah ya....! " Ucap Nayla bahagia.


" Iya Mama, Alwi mandi sendiri loh Ma....! Tapi pakai bajunya masih sama Ibu ". Ucap Alwi tiba tiba menubduk sedih.


Nayla melihat raut wajah putranya tiba tiba berubah sedih. Ia langsung tersenyum, Ia faham apa yang di pikirkan anaknya tersebut.


" Wah, Anak Mama memang paling pintar ya. Tidak apa apa kalau bajunya masih Ibu yang memakaikannya. Mama dulu waktu masih kecil juga seperti Alwi. Sudahlah, Anak pintar harus senyum. Sekarang lebih baik kita sarapan, setelah itu kita berangkat ke sekolah. Oke......! " Bujuk Nayla


Mereka akhirnya menikmati sarapan bersama.


Tit...... tit.....! Suara klakson mobil di halaman rumah mengalihkan perhatian mereka


" Itu pasti Mang Jo yang mau jemput Alwi buat berangkat ke sekolah " Tebak Nayla.


Nayla hendak berdiri, namun Kamila menahannya.


" Biar Kamila saja kakak, kakak selesaikan dulu sarapannya " Pinta Kamila sambil berlalu keluar rumah.


" Ayah........! " Teriak Alwi.


Seperti biasa Ia langsung menghambur kedalam pelukan Andre. Begitu sebaliknya dengan Andre, Ia dengan senang hati langsung menyambut pelukan bocah kesayangannya itu.


Sejak bayi Alwi sudah mencuri hati Andre, bahkan Pria itu sampai rela melakukan apa saja demi membahagiakan Alwi dan juga Nayla.


" Mas mau sarapan dulu ? " Tanya Nayla


" Tidak Nayla, Terima kasih. Aku sudah sarapan tadi dirumah " Jawab Andre


" Kalau sudah siapa kita boleh berangkat sekarang, takutnya kamu terlambat di hari pertama kamu bekerja " Ucap Andre kemudian.


Nayla tersenyum menyetujui apa yang dikatakan Andre barusan. Karena waktu sudah mulai menunjukan terang benderang.


Akhirnya mereka berangkat dengan mobil dan juga tujuan mereka masing masing.


Di dalam mobil Nayla hanya diam saja, pikirannya berpetualang kemana mana. Tidak lama kemudian Ia kembali merogoh ponsel di dalam tas kecil miliknya.


Beberapa kali Nayla menscrool atas bawah ponsel miliknya, mencari sesuatu yang sangat Ia perlukan. Sesaat kemudian Ia pun tersenyum karena berhasil mendapatkan apa yang Ia cari.


" Alhamdulillah Ya Allah, semoga kamu suka, semoga kamu bisa menjadi yang lebih baik kedepan " Batin Nayla.


.


.


.


.


Di tempat lain.


.


.


Ponsel diatas meja beberapa kali bergetar, pertanda ada pesan masuk.


📩


Kirimkan uangnya sekarang, atau semua rahasiamu akan sampai ketanganNya saat ini juga.


Sebuah pesan yang terpampang dengan jelas di layar ponselnya, membuat sang pemilk ponsel terkejut, geram tapi juga ketakutan.


" S***, Bisa bisanya Ia mengancamku seperti ini, dasar Pria gila, egois dan tidak bermoral. Dia pikir aku ini bank apa, yang bisa mencetak uang semaunya " Batinnya.


" Ada apa, kenapa wajahmu pucat seperti itu. Apa kamu punya masalah, atau kamu sedang tidak enak badan. Apa kita perlu ke dokter " Tanya seorang lagi yang duduk tidak jauh darinya.


💐💐💐


Bersambung