Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bersaing Secara Sehat


🪴🪴🪴


Ponsel Bu Dian berdering, sesegera mungkin Bu Dian memeriksanya.


" Susi......! untuk apa dia menelpon jam segini. Apa ada yang penting " Gumam Bu Dian


" Iya hallo Assalamu'alaikum Sus.....! ada apa ? "


" Aku hanya menghubungimu untuk mengabarkan tentang kondisi Alex, Alex sekarang berada di rumah sakit. "


" Alex di Rumah sakit, rumah sakit mana dan sakit apa Sus " Tanya Bu Dian.


Susi memberitahukan nama rumah sakit tempat Alex di rawat.


" Di rumah sakit xx, tanyakan pada Asrul apa yang sudah di lakukan nya pada Alex sampai dia harus di rawat di rumah sakit "


Bu Dian baru sadar kalau tadi Anak nya kembali juga dalam keadaan kacau.


" Baiklah aku kesana Sus, tunggu aku di sana "


*


*


*


Bu Dian melangkah tergesa gesa memasuki ruang rawat inap tempat Alex di rawat.


" Susi......! Maaf sayang aku terlambat, bagaimana keadaan nya sekarang " Tanya Bu Dian.


" Lihatlah sendiri "


Bu Dian melangkah pelan menghampiri ranjang tempat Alex berbaring dalam kondisi yang masih lemah.


" Alex, bagaimana keadaan mu sekarang, apa sudah membaik "


Alex hanya diam saja, memang sekujur tubuhnya terasa sakit akibat bogem mentah dari Asrul.


" Sebenarnya ada masalah apa Dian sampai anakmu menggila seperti itu, hampir saja Ia melenyapkan nyawa saudara nya sendiri "


Bu Dian tersenyum pada adik perempuan nya itu.


Sari bingung dengan apa yang di katakan Kakak nya itu.


" Kecewa, kecewa bagaimana maksudnya Kak " Tanya Sari.


" Selama ini Alex hanya memanfaatkan aku dan juga Asrul, kami memerintahkan nya untuk mencari info tentang wanita yang selama ini di cari Asrul di LN. Padahal wanita itu akrab dengan Alex, bahkan hampir setiap saat mereka bertemu, tapi Alex menyembunyikan nya pada kami. Dia bahkan memberikan informasi palsu, semua itu hanya agar bisa tetap mendapatkan uang jajan lebih dari kami. Dan juga tantang wanita itu ternyata Alex juga mencintainya " Jelas Bu Dian.


Susi tidak percaya kalau anak nya mampu melakukan itu, bagaimana mungkin Ia membohongi Tantenya sendiri.


" Alex, apa yang di katakan Tante Dian itu benar, kamu memanfaatkan mereka. Katakan Lex, apa itu benar......? "


Alex tidak berani menatap wajah Ibu yang sudah melahirkan nya itu.


" Lihat Ibu Lex, apa yang di katakan Tante Dian itu benar "


Alex tidak mampu berbohong pada Ibu nya, Ia pun mengangguk mengiyakan pertanyaan sang Ibu.


" Ya Allah Lex, apa yang sudah kamu lakukan Nak. Maaf Kak Dian, maafkan atas kesalahan anakku, sungguh aku tidak tahu menahu tentang masalah ini "


Susi benar benar merasa malu pada Kakak nya atas kesalahan Alex, awalnya Ia menyangka kalau Asrul yang bersalah, namun ternyata yang bersalah adalah Putra nya sendiri.


Wajar saja sampai diri nya berakhir dengan babak belur kalau kesalahan nya fatal seperti itu" Batin Bu Susi.


Bu Dian berpamitan meninggalkan kedua Ibu dan anak itu setelah kesalahan fahaman di antara mereka berakhir.


Di kediaman Yabintang, Bu Dian langsung masuk ke kamar Putranya tanpa lebih dulu mengetuk pintu, kebetulan pintu tidak terkunci.


" Ibu..... tumben Ibu masuk tidak mengetuk pintu atau sekedar mengucap salam terlebih dulu "


Asrul yang terkejut karena pintu kamar tiba tiba terbuka langsung bertanya pada sang Ibu karena tidak biasanya Ibu nya melakukan hal itu.


" Kenapa kamu menghajarnya sampai babak belur Nak, semarah apa pun kamu dia itu tetap adik mu, seharusnya kalau ada masalah di bicarakan baik baik Nak, jangan asal main pukul saja "


" Maksud Ibu apa, dan siapa ? " Tanya Asrul


" Alex, tadi Tante Susi menelpon Ibu dan mengatakan kalau Alex di larikan ke rumah sakit karena habis di pukuli sama kamu. Nak, Ibu minta dengan sangat, tolong jangan sampai ada hal seperti ini terjadi lagi. Cinta tetap cinta, begitu juga dengan saudara, mau dunia ini terbalik dia tetap saudara kamu Nak, jadi Ibu mohon kalian berdua untuk akur akur. Kalau memang kalian sama sama mencintai orang yang sama, maka berjuanglah secara sehat. Tunjukkan siapa yang lebih baik di antara kalian, siapa yang akan di pilih oleh Nayla pada akhirnya kalian berdua harus siap menerima dengan lapang dada, bukan saling membunuh "


Asrul diam membisu tidak mampu berkata apa apa, Ia memang terbakar api cemburu karena melihat orang lain berada di rumah Nayla, bahkan orang itu mengakuinya secara langsung kalau dia juga mencintai wanita yang juga sekarang sangat berarti di hatinya.