
Mila berbalik dan menangkup rahang tegas suaminya dengan tangan mungilnya "oke-oke ayo pulang, kita bicarakan dirumah saja. . . kasihan mas Aris sudah menunggu"
Elang mengangguk pasrah dengan apa yang diucapkan istrinya. .
dengan tangan yang saling menggenggam mereka melewati para karyawan Mila yang terlihat begitu sopan dan tak jarang dari mereka tersenyum dan menundukkan kepalanya ketika Mila berjalan bersama Elang.
"kenapa karyawan mu tidak ada yang membicarakan tentang kita" tanya Elang yang kini sudah berada di depan butik.
"kamu ingin sekali menjadi bahan pembicaraan memangnya" ucap Mila tersenyum
"itu sudah biasa, untuk orang tampan"
"orang kantoran berbeda dengan mereka mas, meskipun gajinya tidak sebesar orang kantoran tapi sopan santun mereka luar biasa"
"yasudah ayo"
"eh sebentar mas, aku bawa mobil"
"tinggalkan saja"
"tidak itu hadiah darimu"
"bukankah aku lebih berharga, sudahlah mil. . aku sudah telepon supir untuk mengambilnya"
"baiklah" ucap Mila pasrah,
mereka segera menaiki mobil Elang yang sudah terparkir disana, dan Aris sudah menunggu sedari tadi di mobil. . .
"maaf ya mas Aris , lama" ucap Mila sambil memasuki mobil dibagian belakang begitu juga dengan Elang.
"nggak papa Bu, santai saja"
Mila terus memainkan ponselnya membuka sosial medianya, sedangkan Elang merasa diabaikan. . ia terus bergelayut manja di pundak Mila. .
"chatan sama siapa sih yang?" tanyanya
"nggak mas, buka sosmed aja" ucap Mila tidak mengalihkan pandangannya di ponselnya, sehingga Elang cepat merebutnya...
"mas...." rengek Mila
"lihat sosmed kamu , belum follow aku kan" Elang mengetik namanya di sosmed tersebut dan mengeklik follow.
lalu dilihatnya foto-foto Mila disomednya ,
"kamu ngartis banget sih di sosmed" gerutu Elang kesal melihat foto-foto Mila yang begitu cantik.
"itu dulu mas, lihat tahunnya dong. . . sekarang udah males"
"mil, sini deh" Elang menyuruh Mila mendekat lalu cup. . . ia mencium pipi Mila dan mengarahkan kamera ponsel ke mereka.
"mas..." rengek Mila lagi
Elang memposting foto tersebut di akun sosmed istrinya, kemudian menulis sebuah caption difoto itu. . .
my husband 💋 @ElangSuryoKusuma
Aris hanya tersenyum melihat tingkah laku bosnya yang seperti anak ABG yang sedang berpacaran..
mereka berdua sangat berbeda jika sedang berdua , tidak ada kewibawaan yang biasanya Aris lihat di kantor.
"sudah , ini" Elang menyerahkan ponsel istrinya.
dan Mila kembali mengecek sosmednya karena terdapat notifikasi ada banyak komentar, matanya melotot melihat Elang memposting foto mesranya.
"mas. . .!!" teriak Mila
Elang hanya tersenyum "apa?" katanya santai
"lihat teman-teman ku pada komen, mereka kan nggak tau kalo aku sudah menikah" gerutunya kesal karena mendapat begitu banyak pertanyaan dari teman-teman waktu kuliah. yah karena memang Mila tidak memiliki teman sewaktu sekolah menengah, tapi saat mulai kuliah dia mulai bisa membuka diri.
"salah siapa tidak mengundang teman-teman mu saat pernikahan"
"yang diundang hanya orang-orang berdasi saja" ucap Mila kesal, karena memang pada saat itu hanya rekan kerja dari kedua perusahaan yang diutamakan, keluarga pun hanya beberapa.
"apa perlu kita nikah lagi, biar orang-orang tau kalo kita suami istri" ucap Elang begitu serius.
Mila tersenyum ke Elang "tidak perlu , mana sini lihat ponselmu" ucapnya sambil mengadakan tangan meminta.
Elang mengambil benda pipih itu dalam saku jasnya, lalu menyerahkan pada Mila.
"password nya?" tanya Mila
"tanggal ulang tahun mu" ucap Elang tanpa melihat ke Mila dan kini ia sedang menggaruk tengkuknya karena malu.
Mila tersenyum bahagia "aaaaa... kamu sweet banget sih mas"
Mila kemudian melihat notifikasi dari hp Elang, Mila mengerutkan keningnya ia sudah mengirimkan foto yang diambil Elang tadi tapi bukan nama Mila yang tertera disana.
"mas....!!!!" teriak Mila
elang segera menjauhkan kupingnya, karena Mila berteriak terlalu keras...
"apa sih mil" gerutunya
"kamu namain kontak aku apa?!!" ucapnya sambil mencebikkan bibirnya.
Elang hanya terdiam. . .
"macan betina !!!, jahat banget kamu mas sumpah". Mila kesal melihat namanya tertera dengan nama yang aneh.
"ma maaf sayang, aku belum sempat menggantinya. . . itu dulu sekali" ucap Elang sambil menyengir kuda.