Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
gara-gara oppa


"eits , masih ada satu syarat lagi" ucap Elang melonggarkan pelukannya


"kenapa banyak sekali mas, kamu mau ngerjain aku ya" Mila mencebikkan bibirnya


"ya habisnya kamu pakek baju kayak gini. . . pasti mau goda aku kan" goda Elang


Mila menundukkan wajahnya yang malu setengah mati "i itu kan udah kamu beliin, sayang kalo nggak dipakek" sangkalnya


"syaratnya mudah kok" Elang membenarkan kaki Mila hingga Mila menghadap kearahnya, seperti anak koala


"mas. . .!!!" teriak Mila


"aku lagi pengen" cup . . . Elang mencium bahu mulus Mila


Mila mengangguk. . .


"tapi. . ." ucap Elang menggantung


"tapi apa?"


"tapi kamu yang mimpin, kamu yang diatas" ucap Elang sayu karena sudah mulai memanas.


Mila menggigit bibir bawahnya, karena ucapan Elang begitu serius "ta tapi aku nggak bisa".


"you can do it. . . Mila, lakukan seperti yang sering aku lakukan" Elang meraih tengkuk Mila dan memberi satu kecupan manis lalu berganti dengan ciuman yang menggairahkan keduanya. . .


dengan malu-malu Mila mulai melepas kaos Elang.


persetan dengan rasa malu, bukankah memuaskan suami adalah hal yang utama, batin Mila meyakinkan dirinya sendiri yang malu.


Elang menahan senyumnya melihat ekspresi Mila..


"ayo ke kamar" ucap Mila dengan pipi Semerah tomat


"disini aja" tangan Elang sudah tidak bisa dikondisikan.


"are you crazy" ucap Mila tidak percaya dengan jalan pikiran Elang.


"no sayang. . . lakukan dengan posisi seperti ini"


mereka mulai melakukan foreplay . . .lalu berlanjut dengan adegan-adegan panas dengan berbagai gaya. . . (segini aja ya wkwk)


.


.


.


Elang merebahkan Mila diranjang kamarnya setelah permainan panasnya. . . karena sama-sama lelah akhirnya mereka terlelap dengan pelukan yang begitu erat satu sama lain.


.


.


.


saat pagi tiba dan sang Surya mulai terasa hangatnya. . .


Mila memandangi wajah suaminya yang tampan. . masih tidak habis fikir betapa agresif nya dia semalam . . . memikirkan nya saja sudah membuatnya malu, tapi kalo dipikir-pikir semalam mereka berdua sangat liar dari biasanya entah mulai terbiasa atau karena perasaan rindu yang menggebu setelah sepekan tidak melakukannya...


Mila mulai mengelus pipi Elang yang ditumbuhi bulu-bulu halus. . . "mau dimasakin apa mas?"


"nggak usah masak, kita delivery aja"


"tapi aku harus segera ke rumah sakit mas"


"nanti Sorean aja , aku temenin"


"kamu nggak kerja?"


"ini kan akhir pekan"


"oh iya ya"


"lagi pengen dimanja akunya"


"mau pelukan terus kayak gini" Elang mempererat pelukannya. . .


"udah kaya anak bocah aja kamu tuh ya"


"aku kan kangen yang"


"salah siapa kabur-kaburan dari rumah"


"iya maafin masmu ini ya" cup Elang mengecup kening Mila.


Mila tersenyum "masku. . . kamu sok manis banget deh mas"


"kalo bukan kamu masnya siapa lagi" Elang pura-pura ngambek


"uluh uluh cini peyuk masku" Mila gemas mengacak-acak rambut Elang.


"kamu jangan setres lagi ya" tutur Elang yang terlihat serius.


"iya iya maskuuu....."


"soal Tino biar aku yang urus"


"kamu apain Tino mas?"


"udahlah nanti juga kamu bakalan tahu"


.


.


.


setelah membersihkan diri mereka memilih menyantap makanan yang dipesannya di ruang tengah sambil menonton drama Korea. . .


"yang nonton yang lain Napa?" protes Elang


"duh mas ini aja nanggung udah tinggal episode terakhir. . biasanya juga kamu diem enggak protes"


"aku nggak suka kamu lihat opa opa kamu itu" ucap Elang dengan mulut yang terus mengunyah


Mila sedikit mengangkat bibirnya "duh, gimana ganteng banget soalnya"


"gantengan juga yang ada disebelah kamu ini"


tawa Mila pecah, mendengar perkataan Elang "coba coba lihat seberapa gantengnya" Mila meraih dagu Elang kemudian mengangguk "lumayan juga ternyata haha". . .


Elang terus mencebikkan bibirnya karena Mila yang terus menggodanya "lumayan apanya, ini original semua dari sananya , kalau untuk ukuran manusia biasa. . . ini terlalu sempurna, jangan samain sama plastik ya"


"ih mas kamu jangan ngatain oppa aku dong "


ucap Mila kembali menonton drama .


"yaudah sana sana pacarin opa opa kamu" Elang beranjak


"loh mas kok kamu marah beneran sih, nggak asik tau"


Mila segera menghabiskan makanannya lalu berlari menghampiri Elang di teras belakang rumah. . .


"masku. . .jangan ngambek, iya iya ganteng. . kerumah sakit yuk"


"ajak aja opa-opa kamu". . . .


.


.


.


**jangan lupa dukungan nya, juga komentar nya. . komennya kalo bisa tentang ceritanya aja ya, jangan lanjut-lanjut terus bosen hehe candaa...


💋💋💋💋**