Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Pernikahan Sahabat


"ris kasih solusi dong" ucap Elang frustasi


"solusi apa pak?" jawab Aris bingung


"ya buat ngerayu , biar Mila ngga marah lagi"


"ehmmm. . . . kasih aja hadiah pak?"


"hadiah, hadiah apa?"


"ya apa gitu pak, saya juga kurang paham masalah perempuan"


"eh,eh tunggu deh kayaknya kemaren aku beliin kalung buat Mila tapi aku lupa taruh mana.."


Elang pergi ke mobil dan mengobrak abrik mobilnya sampai ia menemukan kotak perhiasan. berisikan kalung berlian yang simpel dan elegan.


ia tersenyum saat menemukan kalung yang kapan hari ia beli dengan Tino , sewaktu Tino mencari cincin kawin...


.


.


.


sore hari menjelang malam, semua bersiap-siap akan datang ke pernikahan ana dan tino. . .


Elang dan Aris nampak sudah siap dengan stelan jass nya. . . mereka menunggu Mila teras rumah.


Elang terus melihat kearah jam tangannya, meskipun ia sudah menunggu terlalu lama akan tetapi tetap saja tidak berani mengganggu istrinya yang sedang merajuk. . . ia tidak berani mengganggu macan betina nya..


tak. . tak. .tak. .


suara high heels menghampiri mereka . . .


Elang dan Aris sampai tercengang melihat penampilan Mila yang begitu cantik dibalut dress navy diatas lutut tanpa lengan dengan rambut yang disanggul dan menyisakan beberapa anak rambut dibagian samping, anting panjang yang berkilauan juga warna lipstik merah menyala yang terkesan menggoda. . .


jika Elang boleh memilih , ia lebih ingin membawa istrinya ke ranjang daripada harus berbagi kenikmatan dunia ini pada orang-orang yang akan melihat istrinya nanti. . .


Elang menggelengkan kepala . . . untuk tidak jatuh dalam imajinasi yang terlalu dalam, senyuman semanis mungkin ia berikan pada istrinya..


"cantik" ucapnya memuja.


"baru sadar kalo istri mu cantik, makannya jangan ditinggalin kelayapan mulu. . .nggak takut istrinya diambil orang" jawab Mila sinis


Oke, Elang paham jika istri cantiknya itu masih merajuk padanya. lebih baik mengalah dan merayunya . .


"aku punya hadiah buat istri ku tercinta?" masih dengan senyuman yang begitu manis, Elang mengambil kotak bludru didalam saku jasnya..


Mila mengerjap. . . "aku nggak lagi ulang tahun kok" ia masih memasang ekspresi datarnya..


Elang membuka kotak itu dan kalung berlian yang begitu menyala membuat Mila tidak bisa berkata-kata. . .


Elang mengambilnya lalu memasangkan kalung yang cantik itu untuk perempuan yang cantik pula.


Cup. . .


ia mencium pundak mulus Mila yang terbuka itu , begitu menggoda untuk dikecup. dan seketika Mila menggeliat geli...


"kamu mau nyogok aku ya?"


"hehe ini sebagai permintaan maaf sayang"


"oke , karena aku suka sama kalung ini" Mila memegang bandul kalung itu "jadi aku potong 2 hari".


"maksud nya?" tanya elang tak paham.


"hukumannya kan kamu nggak boleh tidur sama aku selama seminggu, karena kalung ini begitu cantik jadi aku kurangi dua hari sisa lima hari deh" ucap Mila santai


"gimana kalo kebalikannya aja, sisanya dua" ucap elang sambil mengangkat dua jarinya.


"i iya iya" jawab Elang terbata


Mila berlalu begitu saja meninggalkan Elang, lalu kembali menoleh ke belakang.


"aku berangkat sama mas Aris"


Elang yang mendengarnya seolah tak percaya, istrinya memilih berangkat bersama Aris dibandingkan dengan dirinya. .


"jangan ngawur kamu mil, nanti apa kata orang" ucap Elang serius.


"aku potong satu hari deh, jadi tinggal empat"


"astaga milaa. . . kamu perhitungan banget sih sama suami" elang menghela nafasnya "ehmmm dua hari gimana?".


Mila terlihat menimbang permintaan Elang. . .


"oke potong dua , jadi tiga hari ya. . . . ayo mas Aris"


"mil, aku tunggu kamu di depan nanti kalo gitu" ucap Elang lesu.


sambil memasuki mobilnya bersama aris Mila tertawa cekikikan sendiri. . .


"kenapa seneng banget sih jahilin pak Elang" ucap aris sambil melajukan mobil.


"ya abisnya lucu sih, mas Aris lihat sendiri kan ekspresi mas Elang tadi haha"


Aris menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Mila . . .


"ini tuh pelajaran buat dia mas Aris, kalo nggak digituin nanti tuman mas Elang nya"


"iya mil, ehmmm. . . nanti kamu jangan jauh-jauh dari aku ya". ucap aris yang sebenarnya saat ini sedang gusar dengan pikirannya sendiri , bagaimana jika Mila bertemu dengan Al?...


"emang kenapa mas?"


"ehmm itu , ehmm kan kamu berangkat nya sama aku jadi pak Elang pasti marah kalo aku tidak menjagamu dengan baik. . . yah meskipun tanpa pak Elang mintapun aku akan menjagamu seperti adikku sendiri"


"hehe siap mas Aris"


.


.


.


Elang sampai terlebih dahulu di depan rumah Tino, karena acara pernikahan dilangsungkan di rumah Tino yang berukuran cukup besar.


ia memutuskan untuk menunggu istrinya di depan . . .


"Lang" seseorang menepuk pundak Elang, reflek Elang langsung menoleh.


"nal, Lo juga baru nyampe?" tanya Elang


"enggak kok ini ambil ponsel gue ketinggalan di mobil, masuk yuk Royan udah ada didalem" ajak Renaldi


"Lo duluan aja gue masih nunggu istri gue" Elang mengalihkan pandangannya pada dua orang yang baru datang. ia menepuk bahu Renaldi "Lo masuk aja dulu" ucap Elang sambil berlalu menghampiri dua orang itu, sedangkan Renaldi masih terdiam.


.


.


.


**Halooo halooo halooo , baru sempet update gaesss . . .


pasti nggak sabar sama part selanjutnya ya hahaha. . . . votenya dulu dikencengin 💋💋💋💋💋💋💋💋💋**