Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
berbaik hati


drrrrrttttgggg. . drrrrrttttgggg . .


ponsel mila terus berdering dari tadi, ia mencoba mengabaikannya dan menutup wajahnya dengan bantal namun tidak berhasil membuat nya tidur lagi.


"huh siapa sih ganggu aja" gumam Mila


Mila meraih ponselnya dimeja sebelah lalu menempelkannya pada telinga nya,


"halo" ucap Mila dengan suara parau


"maaf Bu Mila"


"mas Aris, ada apa kan Mila udah bilang kalo hari ini cuma setengah hari dan Mila minta libur"


"tapi ada sedikit masalah Bu, maaf"


"masalah apa?" Mila duduk bersandar diranjangnya.


"ada yang ketahuan korupsi, ini biasanya langsung diurusi sama pimpinan. . . pimpinan yang ngambil keputusan. sekali lagi maaf"


"mas Aris nggak usah minta maaf terus, satu jam lagi Mila kesana"


"baik Bu"


Mila bergegas mandi dan bersiap, padahal ia sudah berencana untuk bermalas-malasan hari ini namun apalah daya...


ia memilih menyetir sendiri menuju Elang Group..


terlihat Aris sudah menunggu di lobby.


salah satu satpam disana membukakan pintu mobil untuk nya dan Mila memberikan kunci mobilnya agar diparkiran.


"ini Bu datanya" ucap Aris sambil menyerahkan tablet yang kemudian diambil oleh Mila.


"dari divisi mana?"


"keuangan Bu"


"direktur keuangan bukanya Tino?" tanya Mila


"iya Bu"


"masak aku harus marahin Tino, dia bawahannya Tino kan?"


"iya Bu, tidak apa kalo mau memarahi Tino. . itu sudah biasa pak Elang lakukan"


Mila berfikir bagaimana bisa dia memarahi temannya sendiri, setelah sampai di ruangan yang ditunjuk Aris Mila menghela nafasnya. . pasalnya laki-laki yang cukup tua yang harus ia hadapi. . Mila takut kualat.


terlihat laki-laki itu sedang duduk bersama Tino , karena Tino yang bertanggung jawab selaku direktur keuangan diperusahaan ini.


Mila langsung duduk dan menyilangkan kakinya. ia membaca biodata pelaku korupsi tersebut.


"pak Heru ya" tanya Mila


"i iya Bu" jawab bapak itu dengan suara gemetar padahal Mila masih memasang ekspresi biasa, tapi seluruh kantor sepertinya telah mendengar sikap Mila seperti apa.


"maaf Bu apa boleh saya ke toilet sebentar" ucap pak Heru


"iya"


pria paruh baya itu meninggalkan ruangan. .


"tin" ucap Mila


"maaf Bu Mila" ucap Tino yang juga takut


Mila tersenyum mendengarnya, "santai woy"


"la kamu mukanya tegang banget aku kan jadi ikut gerogi" sahut Tino mengelus dadanya


"haha. . biasanya kalo ada yang korupsi sama Elang dipecat ya" tanya Mila


"bukan cuma dipecat, dipenggal kepalanya" jawab Tino


"bener mas Aris?" tanya Mila menoleh pada Aris


"enggak kok Bu, paling cuma dibuat sengsara hidupnya" ucap Aris santai


"itu sudah perjanjian kontrak sejak awal mil, jika ada yang berani melanggar dia harus terima" Tino


"tapi aku tuh, juga berhak marahin kamu loh tin" Mila melirik pak Heru yang baru datang


ia langsung merubah ekspresi wajah nya "anda itu seharusnya bisa ngawasin bawahan Anda pak Tino, yang mana yang pantas bekerja disini yang mana yang enggak!!!"


Tino hanya diam. . .ia sudah tahu kalo Mila hanya berakting


"maaf Bu, sekali lagi maaf ini salah saya" pak Heru


"berapa uang yang anda gelapkan pak?"


"li lima puluh juta Bu" pak Heru kembali menunduk


"bapak punya anak?"


"iya"


"bapak tidak takut anak istri bapak kenapa napa karena makan uang haram?!!"


"maaf Bu"


"untuk apa uang itu"


"saya belikan mobil untuk anak saya, biar dia tidak malu sama teman-teman nya"


"menurut bapak apakah anak bapak tidak malu jika tahu ayahnya koruptor?"!


pak Heru terdiam. . .


"bagi saya uang lima puluh juta tidak ada apa-apa nya , karena harga sebuah kepercayaan lebih mahal daripada itu"


"maaf Bu, tolong saya. . jangan pecat saya"


"seharusnya bapak berfikir sebelum bertindak, bapak bisa mengajukan pinjaman pada perusahaan. . gaji bapak juga lumayan besar"


"maaf Bu saya janji tidak mengulanginya" laki-laki itu berlutut di depan Mila.


"pak saya mohon berdiri"


"nanti anak istri saya makan apa Bu, saya sudah tua . . sudah sulit mencari pekerjaan?"


Mila menghela nafasnya.. .bersamaan dengan bunyi ponselnya, ia tersenyum melihat siapa yang menghubungi nya.. ide brilian muncul dari otaknya. . . nomor yang tidak dikenal, yang selama ini terus mengnggunya...


dan sebenarnya ia sudah tau siapa..


"halo" ucap Mila cuek


"akhirnya kamu mau ngangkat telepon aku juga"


"aku boleh minta tolong nggak sama kamu?"


"apapun buat kamu honey"


Mila tersenyum. . .


"le, kamu bisa memperkerjakan seorang nggak diperusahaan kamu. . . dia divisi keuangan" rayu Mila


"suruh dia ke kantor aku" Leon tersenyum kegirangan , baru kali ini Mila berbicara lembut padanya.


"oke, makasih ya le. . aku tutup dulu, masih ada urusan"


Tut...


"bapak sekarang juga angkat kaki dari sini, bapak ke HCC Group saja... saya sudah menelepon teman saya untuk memperkerjakan bapak disana"


meskipun disatu sisi pak Heru bersedih tapi disisi lain ia bersyukur mendapatkan pekerjaan dari bosnya itu, ia menyalami dan hendak mencium tangan Mila, tapi Mila sudah lebih dulu melepaskan tangannya.


setelah pak Heru pergi. . .


Mila mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari dua manusia yang ada disana. . mereka pasti mendengar panggilan tadi.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธhalo teman-teman , pantengin terus ya . . .


sebentar lagi Elang balik kampung ๐Ÿ˜‚๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ