Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
perhatian kecil


"Bu Mila gapapa?" tanya Aris setelah membantu nya berdiri


"iya gapapa kok mas, ayo" Mila berjalan dengan tertatih.


Aris sedikit khawatir sebenarnya tapi ia juga berfikir sangat tidak sopan bila menggandeng bosnya apalagi saat dikantor.


.


.


.


Mila menghela nafasnya sebelum memasuki ruangan suaminya, entah ekspresi apa yang akan diberikan kepadanya. . .


ceklek. . . Mila membuka pintu itu dengan senyuman selebar mungkin menatap tiga orang yang sedang bercengkrama disofa dan tentu pandangan semua kini mengarah kepadanya.


"lama banget sih mil" gerutu mamahnya


"macet mah" Mila mencoba berjalan dengan senormal mungkin menahan rasa sakit, bahkan kini ia berfikir keras harus duduk disebelah siapa?. . ada ruang kosong satunya disebelah kakaknya satunya sebelah suaminya. . tapi ia berfikir lagi jika duduk disebelah kakaknya ia akan berhadapan dengan Elang. Mila memejamkan matanya sejenak.


"kamu nggak kesambet kan mil" tanya Erfan yang melihat adiknya terdiam dan melamun.


Mila sendiri bingung "eh e enggak kok kak" . karena kakaknya yang menanyainya ia memilih duduk disamping Erfan karena ia takut akan menangis jika mencium aroma tubuh suaminya yang sangat ia rindukan..


Mila menggigit bibir bawahnya karena tak tahu harus berbicara apa?.


untungnya tidak lama kemudian Aris datang membawa kotak p3k dan kantong plastik. .


"kenapa ris?" Elang angkat bicara


"eh itu pak tadi Bu Mila keseleo dibawah, takutnya nanti parah kalo nggak diobati" jawab Aris sedikit takut.


"ehm. . gapapa kok mas Aris , nggak sakit kok" kata mila yang berbohong karena ia benar-benar merasakan rasa sakit di pergelangan kakinya.


terlihat Elang yang mengamati kaki Mila sudah sedikit bengkak dan memerah. . .


"kamu tuh ya mil, teledor pasti deh" gerutu mamahnya kesal


"kita ke tukang urut aja nanti" imbuh Erfan


"aku beneran nggak papa kok" ucap Mila masih dengan senyuman.


Elang yang tidak tahan melihatnya, ia mengambil kotak p3k ditangan Aris tanpa permisi . .


berjongkok di depan Mila , dan melepas sepatunya. . "aku gapapa mas-" ucapnya terpotong menatap Elang yang memberi tatapan membunuhnya.


Mila melototkan matanya begitu saja,


gila, sepatu lima puluh jutanya disuruh buang begitu saja, batin mila namun sayangnya ia tidak berani berucap.


dan tampaknya dua manusia yang memperhatikan Elang dan Emila tersenyum , melihat perhatian yang diberikan Elang kepada Mila , dengan telaten Elang mengusapkan minyak urut pada kaki istrinya mengurutnya sebentar.


lalu,. kratak. . . ."aaaaa......" teriak Mila terdengar nyaring dan reflek memeluk kakaknya yang berada disebelahnya.


Mila menatap tajam Elang "sakit" ucapnya lalu kembali memeluk kakaknya, bahkan kini tanpa ia sadari buliran air matanya luruh begitu saja. . . bukan karena kakinya sebenarnya ia bahkan tidak merasakan apapun pada kakinya saat ini.


namun hatinya terasa sakit mengingat Elang yang begitu dingin padanya. . .


"mil. . " ucap Erfan yang merasakan tubuh adiknya bergetar dan menyembunyikan mukanya dibalik punggungnya.


"kita kerumah sakit ya " bujuk Erfan


Elang menarik tangan Mila dengan lembut "coba berdiri" katanya sambil terus memegangi tangan Mila membantunya berdiri. . .


perlahan Mila mencoba untuk berdiri, namun anehnya ia tidak merasakan sakit di kakinya, dan dengan cepat ia menghapus air matanya...


Elang merasakan sangat khawatir sedari tadi , sejak Aris mengatakan Mila keseleo ingin sekali ia memeluknya dan memeriksa keadaannya. . .namun egonya lebih tinggi ternyata.


Elang mengusap sisa air mata istrinya. . .


"udah nggak sakit kan ?" tanya nya dan Mila hanya mengangguk kemudian kembali ke posisi duduknya. . .


"kamu hebat juga ya Lang" puji mertuanya dan Elang hanya tersenyum malu mendengarnya..


Aris menyerahkan kantong plastik yang ternyata berisi sandal jepit itu pada Mila " mas Aris Mila nggak mau, nggak lucu kalo pakek sandal jepit. . .lagian udah nggak papa kok kakiku"


Elang mengembuskan nafas kasarnya berjongkok lagi lalu memakaikan sandal itu pada kaki istrinya, yang susah diatur dan ngeyel. . .


"nggak ada bantahan" ucapnya datar, mau tidak mau Mila hanya mengangguk kecil menanggapinya.


.


.


.


**Halo teman-teman, mohon maaf lahir dan batin ya semuanya. . . doakan pandemi segera berakhir agar saya bisa cepat pulang kampung. . . ❤️


maaf kalo up nya tidak panjang hati saya sedang bersedih, minal Aidin wal Faizin**. . . .💋💋💋💋💋