
"mil jadi-" ucap Royan terpotong.
"stop yan, biar gue dulu yang ngomong" Elang menghela nafasnya.
"mil, sebelum mereka ngomong. . . lebih baik kamu ngomong soal yang kamu mau bicarakan dengan ku semalam".
Mila mengangguk meskipun sangat tegang, sekujur tubuhnya mendadak kaku. . . lebih baik ia berbicara sekarang, dan sepertinya teman-temannya sudah pada tahu. . .
"maafin aku mas, aku udah bohong sama kamu. . . padahal aku udah janji nggak ada yang boleh kita tutupin lagi" Mila memejamkan matanya sejenak.
"se sebenarnya Re Renaldi temen kamu, adalah Al yang selama ini aku ceritakan" ucap Mila sedikit melirik Al kemudian menunduk. kedua tangannya bertautan satu sama lain.
"aku menghargai kejujuran mu mil". ucap Elang.
Mila mendongak kan pandangan nya ke Elang, terlihat ekspresi Elang biasa saja, tidak ada keterkejutan itu berarti ia sudah tahu semua bukan?..
"jadi kamu sudah tahu mas"
dan Elang mengangguk, dada Mila sesak tidak tau harus berkata apa lagi saat ini. . . matanya sudah berkaca-kaca dan siap tumpah.
"jangan nangis, kenapa harus nangis" ucap Elang mengusap air matanya.
"gini aja deh gue punya rencana" ucap Royan tiba-tiba berbicara dengan serius dan semua menatapnya.
"gue nggak tau perasaan Mila kek gimana, tapi dia pasti juga bingung saat ini. . . jadi ini strategi yang gue bikin. kalian harus bersaing secara adil. . ." Royan melirik Mila sekilas.
"kita buat persaingan secara adil, mil. . . Lo tiga hari jalan sama Renaldi, tiga hari sama Elang jadi akhir pekan Lo harus mutusin milih siapa? dan siapapun yang nggak dipilih harus bersedia ngalah". ucap Royan tegas
"nggak!" bantah Elang
"Lang ini demi kebaikan kita semua, lagian abis ini kalo misalnya Lo yang dipilih, jadi Renaldi nggak bakal ganggu kalian". ucap Tino meyakinkan
"emang yakin Mila bakal milih Elang" Al tersenyum kecil.
Elang sudah berdiri dan ingin melayangkan tinjunya namun Royan segera menahannya.
"nggak gini Lang!" seru Tino.
"jangan bilang kalo Elang Suryo takut bersaing" ucap Al sengaja memancing emosi Elang.
"huh, oke gue terima tantangan itu!" seru Elang.
"ta tapi" Mila bimbang juga harus bagaimana
"udahlah mil, biar semuanya cepet selesai" ucap Tino.
dengan air mata yang menetes Mila mengangguk lemah. . .
"tapi aku punya persyaratan Lang" ucap Al.
"katakan" sahut Elang
"selama tiga hari Mila sama aku, dia nggak boleh tinggal sama kamu. . . biar dia tinggal sama orang tuanya". ucap Al
"Lo gila nal, dia istri gue!"
"gue setuju sama Renaldi Lang, ini biar adil" sahut Royan.
Elang menatap Mila dengan ragu "oke , tapi gue juga punya persyaratan"
"apa?" tanya Al
"jangan berani-berani nya nyentuh Mila , karena seluruh tubuhnya adalah hak ku". ucap Elang menatap tajam Al.
"tanya aja sama Mila, apa selama dia sama aku, aku pernah kurang ajar kepadanya. . . . asal kamu tahu Lang selama ini aku bersusah payah menahan nafsu ku, aku rasa kamu paham apa yang ku maksud jika kalian berdua sudah melakukan nya" ucap Renaldi.
"iya, Lo mau bilang dia masih tersegel rapi kan!'
"mas. . ." Mila menyentuh lengan Elang agar tidak berbicara lebih jauh.
"untuk hal yang satu itu gue berterimakasih sama Lo nal" ucap Elang menyeringai.
"sudah-sudah, jadi gimana semuanya setuju kan" ucap Royan menatap Mila, Elang dan Royan bergantian.
Elang mengulurkan tangannya pada Al "gue terima tantangan kalian" ucapnya kemudian menatap Mila "ini bentuk pengorbananku untuk mu mil".
"a aku setuju, aku juga tidak bisa membiarkan masalah ini terlalu lama. . . ini harus segera diselesaikan" ucap Mila dengan sendu.
ia berfikir ide Royan juga ada benarnya, dengan begini ia bisa memastikan perasaannya sendiri. namun ia juga berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga kontak fisik dengan Al, untuk menghargai suaminya.
"jadi siapa yang pertama?" tanya Tino.
"Lo dulu aja nal" Elang menghela nafasnya "untuk tiga hari kedepan biar aku yang jaga kak Erfan dirumah sakit. . . biar kamu punya alasan ke mamah buat tidur rumah" ucap Elang menatap Mila.
"nggak papa mil, ini perjuangan ku. . . . cuma satu yang harus kamu ingat , kemanapun kamu pergi jangan lupa , tempatmu untuk pulang adalah aku" ucap Elang dengan serius.
belum sempat Mila menjawab . . .
"inget Lang, selama tiga hari jangan ganggu kita" ucap Al mendahului
"kita! huh!" Elang yang sudah berdiri lagi dengan emosinya, namun mendapat usapan lembut di pundaknya membuat ia mengurungkan niatnya.
"nggak ada yang boleh saling menganggu, gue sama Tino bakal pastiin itu" ucap Royan.
.
.
.
setelah kesepakatan itu Elang menelepon Aris untuk mengantarkan Mila pulang kerumah mamahnya. sedangkan Elang dengan pikiran frustasi menuju rumah sakit untuk menemani Erfan sesuai janjinya.
tiga hari yang berat, namun untuk sebuah kepastian . . . ia akan berjuang, ia tidak akan semudah itu melepaskan miliknya.
ceklek. . .
"kakak belum tidur" ucap Elang melangkah mendekati Erfan.
"belum Lang, garing banget disini" jawab Erfan.
Elang terdiam entah pikirannya melayang kemana, saat ini ia hanya butuh Mila nya. . .
Erfan yang menyadari tingkah laku Elang tidak bisa menahan diri nya untuk bertanya.
"ada apa?" tanyanya.
dan Elang memutuskan untuk menceritakan semuanya yang terjadi kepada Erfan, termasuk pertemuan dengan teman-temannya dan juga Mila tadi.
"apa?!" ucap erfan kaget setelah mendengar semuanya.
"menurut kakak Mila masih cinta sama Renaldi nggak?" tanya Elang sendu.
Efran yang duduk di ranjang menepuk bahu elang yang duduk dikursi disampingnya. "dari sorot mata Mila , aku lihat dia udah mulai suka sama kamu Lang, bahkan mungkin sudah cinta".
"kak aku takut Mila masih ada rasa dengan Renaldi".
Erfan menggelengkan kepalanya " aku tahu betul bagaimana adikku Lang, dia nggak mudah luluh dengan seseorang tapi aku lihat dia nempel terus kalo sama kamu" ucap Erfan meyakinkan.
Elang mengangguk "aku harap kakak membantu ku untuk meyakinkan Mila". ucap Elang, karena ia tahu betul jika Mila sangat dekat dengan Erfan.
"iya Lang, Al cuma masalalu untuk Mila . . . mungkin karena mereka belum sempat mengucapkan kata-kata putus jadi Mila sendiri bingung dan ragu , tapi aku yakin hatinya sudah berpindah padamu".
Elang menghela nafasnya kemudian menyadarkan tubuhnya ke kursi. . . ia mengusap kasar wajahnya. Erfan bisa melihat betapa frustasi nya Elang saat ini.
"aku pastikan Mila akan tetap bersamamu Lang" ucap Erfan lagi-lagi berusaha untuk menenangkan.
"iya kak , aku istirahat dulu. . . bangunkan aku jika butuh sesuatu" ucap Elang melangkahkan kakinya menuju sofa, kemudian merebahkan tubuhnya disana.
"thanks Lang udah mau repot-repot disini" ucap Erfan yang kini juga merebahkan tubuhnya.
"kakak kan juga kakak aku" sahut Elang sedikit melengkung kan bibirnya.
"tahu banget kamu kalo kakak pengen punya adik cowo, nggak berisik kayak istri kamu" canda erfan.
"justru itu kelebihannya kak" ucap Elang kemudian teringat bayang-bayang istrinya.
sedang apa kamu sekarang?. . . maafkan aku malam ini tidak bisa memelukmu dan memberikanmu kehangatan.
"kalian sama-sama adekku" ucap Erfan membuyarkan lamunan Elang.
.
.
.
thanks ya gaess buat dukungan nya, aku selalu usahain tiap malem ngetik biar pagi bisa up.
terimakasih sekali lagi untuk komentar positif nya. badai akan segera berlalu kok 😉
kalian #teamelang atau #teamal 😂
lopeyuall 💋 💋💋💋💋