Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Kangen Papii


"makasih koh" ucap Mila setelah Al menutupi luka pada tangannya. lalu pandangannya beralih pada Elang "sudah makan belum?".


"sudah".


"mau buah?" tawar Mila dan Elang mengangguk sebagai jawaban.


Mila begitu telaten mengupas kan buah apel untuk Elang, sedangkan Al dan Royan sudah keluar membiarkan mereka berduaan.


Elang menahan tangan Mila yang hendak menyuapi nya "tangan kamu kenapa?" tanya nya karena tadi ia melihat Mila diobati oleh Al.


"kena jarum suntik" ucap Mila tersenyum.


"dia siapa sih?" tanya Elang melepaskan tangan Mila.


"siapa?" tanya Mila mengerutkan keningnya


"yang putih" ucapnya cuek.


"oh koh Al, dia. . ehm dia mantan aku" ucap Mila menahan senyumnya.


"mantan?"


"iya".


"kamu itu sebenarnya istri ku bukan sih?" tanya Elang, yang membuat hati Mila mencelos begitu saja.


"memangnya kenapa?" tanya Mila.


"kok bisa sedekat itu dengan mantan, apa kalian masih saling suka atau bagaimana?" tanya Elang menumpahkan apa yang sedari tadi ia pendam.


Mila beranjak lalu duduk diranjang Elang, ia menggenggam tangan besar suaminya "dia juga temanmu mas, banyak hal memang yang sulit dijelaskan, tapi kata dokter aku tidak boleh memaksa mu untuk terlalu menerima penjelasan tentang banyak hal. . . itu akan membuat otak mu bekerja lebih keras".


"aku juga ingin mengingat semua, aku juga tidak suka merasa asing begini. . . aku merasa tidak memiliki siapa-siapa" ucap Elang tanpa menatap Mila.


Mila yang mendengarnya reflek memeluk Elang dengan erat "aku milikmu mas, kamu memiliki aku. . . hiks, jangan merasa begitu aku akan tetap membantu mu untuk mengingat, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk mu" ucap Mila terisak di pelukan Elang.


Mila sudah memutuskan untuk membawa Elang keluar negeri untuk berobat, agar Elang cepat sembuh. . . ia sudah berkonsultasi dengan dokter, tapi untungnya pengobatan itu bisa dilakukan sebulan sekali jadi Mila tidak begitu khawatir meninggalkan anaknya.


dengan ragu tangan kekar Elang menepuk-nepuk punggung Mila yang menangis.


.


.


.


Hari telah berganti dengan hari. . .


Seminggu telah terlewati, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Mila. . . kondisi fisik Elang lebih cepat membaik dari yang diperkirakan.


Hari ini Elang diijinkan untuk pulang dari rumah sakit, meskipun belum mengingat apapun tapi kesehatan nya sangat baik berbeda dengan Aris yang harus menjalani terapi hari demi hari. . .


Setelah perdebatan yang begitu panjang dengan kedua orangtuanya, Mila diijinkan untuk tinggal di rumah Elang. . .


Karena banyak memori yang terekam disana, Elang tumbuh dirumah itu, Mila sudah memutuskan untuk tinggal disana dengan Elang, Gemilang juga mertuanya. . .


Semoga saja dengan tinggal disana Elang cepat mengingat kembali. . .


"ayo" ucap Mila yang sudah turun dari mobil namun Elang masih terdiam mengamati rumah besar dan mewah ini.


Elang turun dari mobil dengan ragu, mengikuti Mila yang berjalan di depan nya . . .


Semua art tampak menyambut kedatangan majikannya, Mila tersenyum pada semuanya. . .


tujuan Mila adalah kamar Elang yang tidak ia ubah sedikitpun, ia hanya menambahkan barang-barangnya saja.


Elang terus memperhatikan sekelilingnya, ia memang tak asing dengan tempat ini. matanya menelusuri setiap foto-foto yang terpajang rapi di dinding.


Semua orang di foto itu memang pernah mengunjungi nya sewaktu di rumah sakit.


Mila membuka seluruh gorden kamar itu, agar cahaya dan angin yang menyegarkan masuk bersamaan membawa kedamaian. . .


"mandi sekarang atau nanti?" tanya Mila.


"nanti saja" ucap Elang yang duduk di tepi ranjang.


tok. . tok. .


"anak Mamii, haus ya" ucap Mila saat mertuanya menggendong Gemilang yang terlihat merengek-rengek.


"Gem mau minum Mam" ucap mertuanya menatap Elang dengan senyuman, anaknya sudah sehat kembali.


Tatapan Elang terpaku pada sosok mungil itu, bayi tampan yang bisa dikatakan adalah duplikat dari dirinya. . .


Mila membawa sang buah hati dalam pelukannya "apa sayang?. . . iya . . .haus ya ?, haus apa ngantuk nih jagoan Mamii".


"huuuuuaaa. .. "


"mau ikut Papii ya" ucap Mila menyeka air matanya, melihat Gemilang memang sangat mengenali Papii nya.


"di. . .dia. . " ucap Elang terbata karena anak itu mengenalinya.


"iya Gemilang anak Papii" ucap Mila mencium pipi bulat itu.


"Lang, Gem kangen sama kamu. . . kamu gendong gih" ucap mamah.


"kamu mau kan?" tanya Mila karena Elang hanya terdiam.


"i iya".


Mila menyuruh Elang untuk duduk saja, karena pasti tubuhnya kaku. . . ia takut Elang tidak kuat atau apa.


Elang duduk bersandar pada ranjang, Mila menyerahkan Gemilang pada suaminya, mertuanya yang melihat itu tidak kuat ia sampai pergi dari kamar mereka.


dan benar saja, Gemilang langsung anteng saat berada dalam dekapan Papii nya.


Mila mengusap-usap kepala Gemilang "gimana udah kangennya?" ucap Mila berkaca-kaca.


"Gem udah bisa tengkurap loh Pap, Gem sekarang belajar duduk. . . iya kan nak".


Elang hanya terdiam sambil memandangi wajah lucu Gemilang.


Gemilang terus mengoceh tidak jelas dalam dekapan Elang, anak itu memang sangat rindu dengan sosok yang selalu menemani nya selama ini namun menghilang begitu saja.


"seneng ya digendong Papii ya, iya sayang. . . Papii nggak akan pergi-pergi lagi dirumah aja temenin anak ganteng ya" Mila memang menjadi sangat cerewet dan memang itulah yang seharusnya dilakukan oleh para ibu untuk melatih anaknya berbicara.


tangan Elang dengan ragu mengusap pipi bulat itu, lalu mengelus-elus nya.


Mila menyandarkan dagunya pada pundak Elang "dia kenal banget loh sama parfum kamu" ucapnya Elang hanya terdiam.


"kamu tau nggak?, setiap malem aku harus pakek baju sama parfum kamu dulu baru dia bisa tidur. . . tapi tetep aja butuh waktu lama, karena biasanya dia tidurnya kalo kamu gendong".


"maaf" ucap Elang lirih.


"untuk apa?" tanya Mila mengerutkan keningnya.


"aku tidak mengingatnya" ucap Elang dengan jujur.


"iya gapapa, pelan-pelan".


CUP. . . Mila mengecup rahang Elang yang membuat Elang menoleh.


"kebiasaan deh" gerutu Elang melirik sinis pada Mila.


"kamu ketemu Gem aja udah langsung pegang-pegang, kenapa kalo aku enggak?" ucap Mila menahan senyumnya.


"jangan mulai!".


"aku juga mau tahu dipegang-pegang" ucap Mila mencolek dagu Elang.


"dasar mesum".


"aslinya kamu lebih mesum tahu" goda Mila.


"mana mungkin" elak Elang.


"dih nggak percaya, kamu yang selalu minta duluan kok"


"minta apa?" tanya Elang mengerutkan keningnya bingung.


"heheh nggak jadi deh ,dilihatin Gem" ucap Mila nyengir kuda.


"nanti malem aja" bisik Mila dengan menggoda.


"diam!"


"hahahahah" Mila terkekeh sambil berjalan menuju kamar mandi.


.


.


.


**Hallo aunty online ku. . . jangan lupa like komen and vote yang banyak yaaaa 💋💋


💋**