Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Aku ada


Elang menuruni tangga dan melihat Aris yang sedang sibuk dengan pekerjaannya..


"ris"


"eh iya pak, bapak sudah makan?" tanya Aris


"sudah. . . siapkan meeting dengan semua divisi besok, semuanya harus datang tidak ada bantahan apapun"


"baik pak"


"saya sudah memikirkan rencana, kita rubah cara kerja. . .tidak ada SP untuk pelanggaran melainkan langsung pemecatan"


seketika Aris membulatkan matanya "tapi pak"


"tidak ada tapi-tapian, saya tidak mau ambil pusing"


"baik pak"


"masih banyak lagi peraturan baru dan perubahan baru, nanti saya kirimkan ke kamu, kamu boleh istirahat pulang ris"


"tidak pak, saya disini saja"


.


.


.


"mamah mau makan buah" tanya Mila , karena sedari tadi mamahnya hanya melihat kearah tv dengan tatapan yang kosong.


"enggak mil, mamah masih kenyang. . . Elang kemana?"


ceklek....


"itu mas Elang, panjang umur banget ya mah hehe"


"iya mil" mamahnya sedikit memaksakan senyumnya


"mamah udah makan?" tanya Elang yang langsung mendudukan diri disamping Mila


"sudah sayang"


"Tante mana mah"


"pulang sebentar ngambil baju, kalian nggak pulang"


"pulang kemana ini kan rumah Elang"


"mamah nggak papa kok , sendiri"


"mah . . " Mila meraih tangan mertuanya


"mamah punya Elang sama Mila mamah nggak sendirian, kita hadapi semuanya bersama"


Mila memeluk tubuh wanita paruh baya itu


tangisan keduanya sudah tidak bisa dibendung lagi. .


Elang ikut memeluk keduanya "mamah nggak udah khawatir, pasti sebentar lagi rumah ini bakalan rame kok"


Mila dan mamahnya menoleh kearah Elang "aku sama Mila udah usaha buatin mamah cucu"


mamahnya tertawa melihat tingkah kedua anaknya itu


"kamu tuh nggak tau malu ya mas" ucap Mila kesal


"udah mil nggak papa, mamah paham kok. . .heemm jadi nggak sabar gendong cucu deh mamah" senyum terus terpancar seakan kesedihan itu perlahan hilang.


.


.


.


seminggu berlalu Elang dan Mila masih tinggal dirumah utama, Tante elang juga ikut menemani mereka. . .


hari demi hari Elang sibuk menangani perusahaan yang kini menjadi tanggung jawab nya seorang diri ,ia selalu pulang tengah malam demi menstabilkan perusahaan yang kini sahamnya perlahan anjlok...


malam ini Mila sengaja menunggu Elang , ia memainkan ponselnya sembari menunggu suaminya pulang. . .


ceklek. . .


"tumben belum tidur" ucap Elang sambil melepaskan dasinya..


"udah makan belum mas"


"sudah tadi sama Aris"


"kamu mandi dulu aja , biar aku buatin susu ya" ucap Mila sambil beranjak


"Hem"


Elang keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Mila yang memasuki kamarnya...


"ini, mumpung masih anget"


Elang meraihnya lalu duduk sambil mengusap rambutnya yang masih basah itu.


"sini biar aku aja" Mila merebut handuk kecil , lalu perlahan mengusap rambut Elang.


Elang minum susu itu dalam sekali teguk,


Mila sampai terheran-heran "emang haus banget ya".


Elang menghela nafas panjang "capek"


"biar aku pijet" , Mila memijat perlahan pundak Elang namun Elang malah tertawa.. "hahahaha"


"kesambet apa sih" tanya Mila bingung padahal tidak ada yang lucu


"kamu ini mijetin apa nggelitikin sih, buahahahha"


"padahal aku udah kerahin semua tenaga aku Lo"


ucap Mila sambil memanyunkan bibirnya


gemesin banget sih, batin Elang yang melihat pantulan Mila dari cermin.


Elang menarik tangan Mila hingga duduk dipangkuannya, Elang memeluknya erat . . melihat raut muka Elang yang sendu Mila juga melingkarkan tangannya dipundak suaminya.


Mila sebenarnya tahu seperti apa kondisi perusahaan saat ini, Elang pasti berat melaluinya sendirian. . pasti saat ini ia merasakan sendiri setelah ditinggalkan papahnya.