
"mau makan dimana mah?" tanya Mila memecahkan keheningan.
"direstoran deket sini aja gimana?" ucap mamahnya menatap Elang
"iya gapapa mah,ayo" ajak Elang
mereka semua berdiri dan hendak pergi , namun langkah Mila terhenti mengingat hellsnya yang dibuang suaminya. ia menghampiri Aris dan berbisik "mas Aris nanti Hells ku dikirim ke rumah ya" ucapnya memohon dengan mengerjapkan matanya.
namun semua itu tidak lepas dari pandangan Elang yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua , sehingga Aris hanya mengangguk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
sesampainya dilobi Mila hendak memasuki mobil kakaknya, sejujurnya ia hanya pura-pura bodoh saja tidak melirik mobil Elang yang berada disebelahnya.
"eh eh mau kemana kamu" tanya mamah Mila sambil memegang lengan Mila, "masuk mobil" jawab Mila polos.
"kamu sama Elang aja, nanti mamah sama kakak kamu langsung pulang"
Mila hanya diam menatap Elang, "masuk" ucap Elang datar. . .
sepanjang perjalanan tidak ada sepatah katapun, mungkin hanya hembusan nafas mereka berdua yang memenuhi mobil.
.
.
.
sesampainya di restoran mereka memesan makanan hingga memenuhi meja, sambil sesekali bercengkrama. . .
namun disaat mereka mulai makan bahkan belum habis separoh tiba-tiba ponsel mamah Mila berdering dengan begitu nyaringnya.
"mah , kenceng banget sih notifnya" gerutu Mila kesal.
namun tidak dihiraukan oleh mamahnya, ia memilih langsung mengangkat teleponnya dan berjalan sedikit menjauh. . .
"ehmmm Lang maafin mamah ya, mamah sama kakak kamu harus kembali sekarang ini Exel rewel katanya"
"loh mah bukannya tadi Exel baru tid-" ucapan Erfan terhenti karena mamahnya menginjak sepatunya, ada yang aneh dengan mamahnya . . padahal Exel sedang tidur dan biasanya lama. ia menahan rasa sakit dikakinya demi menjaga wibawa nya.
"udah fan ayo cepetan, nggak papa kan Lang" tanya nya kembali , padahal Mila sebagai anaknya sendiri merasa tidak dianggap.
"iya mah nggak papa, kasian Exel" jawab Elang
mila menatap mamahnya memang ada yang aneh dengan gelagatnya, Mila berfikir ini semua sudah terencana mulai dari nada dering yang begitu nyaring. . . Mila mulai menduga bahwa mamahnya kini tahu ia sedang ada masalah dengan Elang... Mila tahu betul sikap mamahnya serta rencana-rencana liciknya yang menurun pada dirinya tentunya haha.
"aku naik taksi aja mas" ucap Mila dan kini mereka sudah berada di depan restoran.
"mobil kamu bukannya di kantor" kata Elang tanpa menatap Mila
Mila meratapi kebodohannya bagaimana bisa dia lupa kalau ia membawa mobil..
"e ehmmm itu kaki aku masih agak linu, kayaknya nggak memungkinkan buat nyetir sendiri" ucap nya berbohong.
"ke kantor dulu, nanti biar dianter sopir" Elang langsung melangkah pergi begitu saja dan dengan sangat terpaksa Mila mengikuti langkah Elang menuju mobilnya.
daripada ia harus merasakan keheningan yang canggung Mila memilih menutup matanya yang memang agak sedikit mengantuk.
Elang memandangi wajah Mila yang sudah terpejam, entah dalam posisi apapun keadaan bagaimanapun ia selalu cantik itu yang saat ini dipikirkan Elang.
mereka sudah sampai dikantor namun Mila masih tertidur pulas, "mil" panggil Elang namun tiada sahutan sama sekali.
Elang sebenarnya menyuruh orang untuk mengawasi istrinya jadi ia tahu betul Mila sedang kelelahan karena bolak-balik ke rumah sakit untuk menemani sahabatnya.
ia menggendong Mila ala bridal style , semua mata tertuju pada mereka tentunya. . .
para karyawan terus menatap bosnya yang begitu gagah saat menggendong istrinya. namun Elang sama sekali tidak perduli dengan dengan tatapan semua orang disana.
bahkan disela-sela langkahnya ia memperhatikan betapa nyenyak nya Mila terpejam.
"dasar kebo" gumam Elang sambil tersenyum.
pada saat ia sampai dilantai ruangan nya, terlihat wajah Sasa terkejut melihat perlakuan Elang pada Mila . . . padahal selama ini ia sendiri tidak pernah dianggap sebagai pacar ketika berada dikantor.
Elang membaringkan Mila di sofa lalu membuka jasnya untuk menyelimuti istrinya. . . kalau boleh ia jujur sebenarnya saat ini ia benar-benar merindukan Mila namun ia bersikap begini agar Mila paham dan tidak mengulanginya lagi nanti.
elang menyingkirkan anak rambut yang menutupi kecantikan istrinya, cup. . . ia mencium kening istrinya begitu lama sambil berkata "maaf".
.
.
.
.
untuk semuanya yang sudah vote saya ucapkan terimakasih, sayang kalian semua 💋💋💋