
Aku tersenyum ketika melihat putraku tercinta begitu bahagia bermain-main dengan temannya. jika sedang seperti itu membuat ku semakin gemas padanya, ia selalu tersenyum. . .
Tapi kadang aku benar-benar jengkel, ia selalu nakal dan tidak penurut. . . selalu membuat ku emosi saja , seperti Papii nya.
yaaa. . . wajar sajalah dia memang anak Elang dan tidak ada yang meragukan hal itu, hanya melihatnya pun semua orang akan tahu siapa Papii nya.
huh. . . kesal sekali rasanya, aku yang mengandung nya sembilan bulan, muntah-muntah dipagi hari dan susah tidur dimalam hari, melahirkan pun aku harus merasakan sakit yang luar biasa.
Tapi kenapa?. . kenapa wajahnya hanya mirip dengan Papii nya, tingkahnya pun plek ketiplek dengan masku.
Bahkan orang-orang memanggil nya anak Elang, kenapa bukan anak Mila . . . sungguh aku sangat cemburu.
Padahal jika ia menangis, sakit, ataupun senang orang pertama yang dicarinya adalah aku. .
dia tidak bisa aku tinggal walaupun hanya satu langkah saja, tidur pun harus menempel dulu pada ketek Mamii nya.
Pesta ini begitu ramai, tapi mengapa tatapan ku hanya tertuju pada putra tampan ku saja. .
ia sungguh tampan jika sedang mengenakan setelan jas tuxedo hitam itu.
Jarang-jarang dia mau memakai seperti itu, tapi karena ini hari ulang tahunnya , aku memaksanya juga mengancamnya hahahaha. . .
Memang bapak dan anak sama saja, jika tidak diancam terlebih dahulu akan susah menuruti permintaan Mamii nya.
"Ma. . miii. . " teriak nya sambil memberengut.
aku sudah hafal ,ia akan mengadu setelah ini.
"mamm, kak Jen nakal" ucapnya mulai berkaca-kaca.
Aku berjongkok untuk menyetarakan tinggi badannya "apa lagi yang Gem rebut dari kakak Jen" ucap ku mencubit gemas pipi bulatnya..
"Gem dak lebut , Ben yang lebut ta pii kak Jen malahin Gem" celoteh nya panjang lebar, ia memang senang mengadu padaku, padahal aku tidak selalu membela nya, aku akan memarahinya ketika ia salah.
Berbeda dengan sosok tampan yang sedang berdiri diantara ketiga sahabatnya itu, ia akan membela anaknya mati-matian meskipun bersalah.
Aku sering sekali berdebat dengan suami ku ketika Gemilang menangis, dan kadang-kadang berakhir aku juga ikut menangis karena dimarahi masku.
Ternyata bukan hanya padaku saja, pada anaknya ia lebih posesif. . . aku berkali-kali dapat Omelan nya ketika Gemilang terluka karena jatuh atau apalah.
"Selamat ulang tahun ganteng" ucap seorang pria yang baru saja datang,
"un clee Elpan" ucap Gem begitu bersemangat melihat kakak ku Erfan membawakan bingkisan besar.
"kakak, kenapa nggak ditaruh luar saja" ucap ku kesal.
"mulai deh galaknya" ucapnya mencubit pipi ku.
"aw. . lepasin" ucapku menepis tangan nya "jangan seperti ini, aku bukan anak kecil lagi" ucap ku cemberut.
"tuhh kan kalo lagi gini mirip banget sama Gemilang kalo ngambek" godanya padaku, kakak ku adalah seseorang yang sangat aku sayangi, kakakku yang selalu memanjakan ku, bahkan sampai sekarang ia tetap memperlakukan aku seperti adik kecilnya.
Terimakasih kak, sudah menjadi superhero ku, selalu melindungi ku, dan ada untukku. . .
Tapi tenang saja kak, tugasmu sudah diambil alih oleh masku.
tapi tetap saja kakak ku Erfan tidak akan tergantikan.
"kak Sabrina mana?" tanya ku
"dia makan di belakang" jawab kakak.
...........
Sungguh sangat tampan nya masku, ketika ia berdiri gagah diatas panggung kecil dan memberikan sambutan pada acara ulang tahun putra kita.
Senyumnya tidak luntur ketika ia melihat kearah ku dan Gemilang, hingga pada akhirnya aku dan Gemilang disuruh untuk naik juga keatas panggung.
Aku mendengus kesal saat ia spontan meraih pinggang ku , rasanya malu sekali bermesraan didepan umum seperti ini.
Setelah itu adalah prosesi peniupan lilin untuk Gemilang, tapi masku berbisik ditelinga ku "terimakasih sudah melahirkan putra yang tampan untukku" bisik nya yang membuat tubuhku meremang.
.....
Malam ini terasa sepi saat tamu-tamu sudah pulang semenjak tadi, tapi aku sudah memasuki kamar sebelum mereka pulang, putra tampan ku rewel. . . alhasil aku memilih kelon mengelon karena akhirnya dia tertidur pulas dibawah ketek ku.
Aku tidak bisa berhenti mencium wajah tampannya, kadang aku merasa gemas pada nya , aku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika pertama kali melihatnya. . .
Suara pintu terbuka membuat ku menoleh, masku terlihat sangat lelah meskipun perasaannya sangat senang. .
Aku benar-benar gila ketika melihat masku menggulung lengan kemeja nya seperti itu, ototnya yang menyembul membuat ku ingin sekali menerkamnya..
hahahah, apakah aku terlalu agresif?. . tapi kata masku ia suka saat aku seperti itu.
"sayanggg" ucapnya dengan manja, lalu ia ikut berbaring dan memeluk ku dari belakang.
Memang tidak ada yang berubah dari masku, malah ia semakin manja padaku, terkadang aku sampai merasa merawat dua bayi hihihi...
"mas mandi dulu gih" ucap ku karena ia terus menempel padaku.
Masku semakin menelusupkan kepalanya pada ceruk leherku yang membuat ku geli, tapi ini sudah menjadi hobinya mau bagaimana lagi. .
"wangi banget sih yang" pujinya terang-terangan.
"makannya mandi biar kamu juga wangi" ucap ku lalu menggenggam tangan nya yang melingkar di perutku.
"orang aku bau aja kamu tetep cinta, gimana kalo aku wangi" ucapnya yang membuat ku mencubit gemas perutnya yang sekarang sudah mulai membuncit, kadang aku gemas akan hal itu.
"aw"
"buncit. . buncit. . buncit" ucapku menggodanya.
"gara-gara siapa coba?" gerutu nya kesal.
yah. . aku memang sengaja selalu memasak banyak, apalagi semuanya adalah makanan yang disukai oleh masku, masku harus banyak gizinya hehehe. . .
"biar kamu nggak ada yang ngelirik"
Ucapan ku membuatnya terkekeh "ini nggak kelihatan yang kalo nggak didepan kamu" karena memang benar aku tidak mengijinkannya membuka baju dimana pun, sebenarnya buncit nya masih tingkat standar hahahahah. . .
Masku mengecup pipiku bertubi-tubi, lalu berpindah pada bibirku, bibirnya sungguh manis dan memabukkan setelah ini aku pasti akan terbuai dan aku tahu apa yang akan dia lakukan padaku selanjutnya.
Tatapannya sudah mulai sayu, aku harus mempersilahkan tubuhku untuk tidak beristirahat malam ini.
"yang pengen" ucap masku dengan suara seraknya, nafasnya sudah memburu.
Aku hanya bisa mengangguk pasrah akan semua itu, karena aku juga menginginkannya. . . aku selalu rindu sentuhan mu mas.
Jatuh cinta pada laki-laki yang luar biasa seperti mu adalah hal terindah dalam hidup ku, aku suka semua tingkah mu mas, aku suka kamu yang selalu membuatku tersenyum.
Aku suka tingkah mu yang selalu manja padaku, aku suka tingkah mu yang kadang menyebalkan, posesif mu, cemburuan mu.
Terimakasih sudah memberikan aku dunia seindah ini, laki-laki yang sangat tampan luar dalam,
terimakasih sudah selalu menjaga aku dan Gemilang, sisa hidupku benar-benar aku pasrahkan kepadamu. .
Masku bukan orang yang suka marah-marah, tapi sekalinya marah benar-benar membuatku takut. aku selalu menangis ketika ia marah padaku.
Tapi aku juga selalu senang karena ia juga berusaha meminta maaf terlebih dahulu.
Sekali lagi. . . terimakasih mas sudah menjadi suami dan Papii yang terbaik untuk aku dan Gemilang.
Hatiku benar-benar utuh untukmu, aku adalah milikmu. . . seluruh hatiku dan seluruh tubuhku semuanya milik mas Elang seorang.
SALAM SAYANG UNTUK MASKU ELANG. . SUAMIKU TERCINTA, MASKU ELANG TERIMAKASIH SUDAH HADIR DAN MENJADI SOSOK YANG LUAR BIASA UNTUK KU. .
AKU SUNGGUH MENCINTAIMU DENGAN SELURUH HATIKU, MASKU ELANG
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️