
setelah itu Mila mengantarkan Elang sampai ke lobby, Elang dan Antoni pun melaju menuju bandara. . . sepanjang perjalanan Elang hanya tersenyum sambil menatap ponselnya yg dalam mode mirror , ia terus menatap lehernya yang merah itu. . . perasaannya sedang berbunga-bunga saat ini.
Antoni yang memperhatikan nya dari tadipun bingung dengan tingkah laku bosnya ,
"pak Elang nggak papa?"
"an ini terlalu kelihatan nggak?" tanya Elang sambil menunjuk lehernya
Antoni yang berada di bangku belakang bersama Elang pun melotot melihatnya,
"ehmm lumayan pak, apa perlu kita beli obat dulu untuk menghilangkannya"
ni orang nggak ada malunya emang, malah ditunjukin ke gua lagi, batin Antoni
"nggak usah,saya maunya sampe seminggu malah biar nggak hilang" balas Elang santai
"apaaa!!!!"
"nanti kalo hilang saya dimarahin ibu bos kamu"
"uhuk. . uhuk. .iya pak"
mungkin ini yang namanya bucin kali ya 😌, batin Antoni
....
sedangkan disisi lain , di perusahaan Elang Group
Mila duduk bersandar pada kursi besar yang biasanya Elang tempati waktu bekerja. . .
ia menghela nafasnya . . "nyamann"
ia masih merasakan aroma maskulin suaminya disini.
ia membuka laptopnya yang bermerek buah itu dan mulai mengerjakan pekerjaan nya.
tok. .tok. .
"masuk"
Aris datang membawa air mineral di tangannya,
"ini Bu, ibu Mila mau minum apa lagi?"
"ngga usah mas Aris ,itu aja cukup"
"ehmm Bu , bisa minta tolong jangan panggil saya seperti itu . . panggil nama saya saja, ini kan kantor" Aris meletakkan air itu dimeja
"nggak papa Bu , santai"
"oh iya ma. . ehmm ris bisa hubungkan ini dengan seluruh cctv dikantor ini" Mila menunjuk monitor besar yang ada dimeja nya.
"siap Bu" Aris melakukan sesuai perintah.
"lusa kita ada kunjungan penting ya ?"
"iya Bu"
"saya mau berkeliling kantor, untuk mengecek semuanya. . . untuk mempersiapkan kunjungan lusa dari perusahaan Dirgantara. . karena itu perusahaan yang cukup besar, kita harus bisa bekerjasama dengannya. . dgn begitu saya yakin perlahan perusahaan ini akan kembali kondusif"
"iya siap Bu. . .mari"
Mila mengelilingi perusahaan itu sambil melihat kinerja karyawan diikuti Aris dan dua staff lainnya dibelakangnya.
"ternyata masih ada yg tidak patuh ya" gumam Mila melihat segerombolan karyawan wanita sedang asyik mengobrol pada jam kerja.
braaakkkk.. Mila menggebrak meja sehingga semua karyawan menoleh kearahnya.
"kalian disini mau kerja apa nggosip!!!" semua wanita itu melihat kearah Mila dan berlari ketempat kerjanya masing-masing.
masih tetap berkeliling dan berjalan cepat dengan hellsnya yang tinggi itu, sampai ia menemui karyawan laki-laki yang sedang bermain ponsel bukan malah bekerja. brakkkk.. "apa ini yang namanya pimpinan, kamu pimpinan dari divisi marketing kan"
"i iya Bu" jawab karyawan itu terbata-bata
"kalo kamu mau terus memainkan ponsel itu. . pulang!!!" tujuk Mila pada pintu exit
"maaf Bu"
"pulang kerja kamu keruangan saya"
Mila terus mencari cari karyawan yang melanggar peraturan, dan ia berkata jika mereka semua mengulangi nya dipastikan besok surat pemecatan ada dimeja kalian.... itu yang Mila katakan pada semua yang ditemuinya melakukan kesalahan.
sore ini waktu pulang kerja Mila mengumpulkan semua karyawan yang tidak patuh pada saat jam kerja. . . mereka semua dikumpulkan di aula perusahaan.
"apa kalian semua tau kenapa kalian dikumpulkan disini" ucap Mila sambil mondar-mandir menatap satu persatu karyawannya..
dan semua karyawan hanya menundukkan kepalanya.
Mila menyebutkan satu persatu kesalahan mereka dan satu persatu disuruh maju kedepan , seperti dipermalukan..
setelah hampir petang , "mohon kerjasama nya untuk kedepannya, saya harap anda semua tidak melakukan kesalahan yang sama. . silahkan pulang hati-hati di jalan"
Mila meninggalkan ruangan itu..