
Elang menggenggam erat tangan Mila, ia rasakan tangannya berkeringat dan sedikit dingin. . .
ia berdiri dan melepaskan jasnya , lalu memakai kan jasnya pada Mila.
"mas , aku nggak papa" ucapnya pelan.
"nggak papa gimana, badan kamu kayaknya lagi nggak sehat deh yang" Elang menyentuh dahi Mila dengan sayang.
"nggak panas kok". . . CUP. . . satu kecupan di dahi mila, ia bisa merasakan jika suaminya khawatir saat ini, namun ia begitu sungkan pada seorang yang sedari tadi tak berkedip menatapnya.
"sok manis banget sih Lo, padahal disini yang pengantin baru itu gue" celetuk tino.
"sori nyet, gue emang romantis" jawab Elang sombong.
ana menyikut perut Tino agar ia diam "mil, Lo nggak makan?" tanya ana
"nggak usah tadi udah makan kok" jawab Mila
"yang aku nggak mau ya kamu diet dietan sialan itu" ucap Elang
"tapi aku emang nggak laper mas"
"yaudah deh iya" ucap elang pasrah.
Mila baru menyadari ia merasakan kejanggalan dari tadi, Terry selalu memandang kearah suaminya. . . bahkan secara terang-terangan. astaga, sungguh perempuan tidak tahu malu, apa ia tidak tahu jika istrinya sedang berada disebelahnya.
Elang baru akan meraih ikan laut yang berlumuran cabe merah pedas itu, namun ia urungkan saat melihat tatapan tajam dari istrinya. Mila memang sangat cerewet jika Elang makan makanan yang pedas karena ia tahu suaminya tak sekuat dirinya saat mencerna makanan dengan cabe itu.
"hehe enggak-enggak yang"
"makan aja, kalo kamu mau bolak balik ke kamar mandi" ucap Mila dengan nada pelan.
"kenapa nggak jadi ngambil , ini" Terry dengan senyum nya menyodorkan sepiring ikan tadi.
"enggak usah" jawab Elang datar
"nggak papa kamu pasti mau nyobain kan , enak Lo" ucap nya lagi.
Sungguh saat ini Mila ingin sekali melemparkan sambal di depannya pada wanita tak tahu malu itu.
"ehmm, nggak usah repot mas Elang nggak boleh makan pedas" jawab Mila dengan sesantai mungkin karena ia tidak tahan wanita itu terus memaksa suaminya. Mila mendorong ikan pedas yang ada didepan Elang itu ke depan laki-laki yang berada didepannya.
karena Mila sangat tahu yang suka pedas itu Al, bukanlah Elang. . . . Al sangat suka berburu makanan pedas dengannya dulu, sedangkan perut Elang lebih sensitif terhadap pedas. untuk memasak pun ia lebih mementingkan suaminya daripada dirinya. ia selalu masak tanpa cabe, ia rela makan tanpa sambal saat bersama suaminya.
ini namanya cinta kan, hatinya hanya untuk Elang seorang saja bukan?
sedangkan laki-laki yang berada dihadapannya hanya kenangan nya saja yang manis bukan, bukankah kenangan yang manis hanya untuk dikenang meskipun tidak terlupakan??
Al tersenyum saat mendapati ikan pedas itu berada didepannya, ternyata gadis didepannya benar-benar tidak lupa tentang seleranya, meskipun setelah itu sayatan dalam hatinya kembali menganga. . . . karena Mila yang sangat perhatian. sejujurnya sedari dulu Mila memang wanita yang penuh perhatian namun ketika perhatian itu bukan lagi ditujukan pada dirinya.
Mila sungguh tidak tahan merasakan pikiran yang campur aduk tidak karuan, ia berdiri begitu saja dan otomatis semua orang melihat bingung kearahnya.
Elang menghentikan makannya dan ikut berdiri, "ada apa?" tanyanya meraih tangan Mila.
Mila bingung sejujurnya harus berkata apa pada suaminya. . .
"mana yang sakit?" tanya Elang penuh perhatian karena ia merasa sikap Mila sedikit aneh.
Mila menggelengkan kepalanya "aku mau pulang" ucapnya lirih.
"oke ayo, sekarang?" tanya nya lagi
"ehmmm . . . kamu disini aja biar aku pulang sama mas Aris".
"nggaklah, mana mungkin aku biarin kamu pulang sama Aris" ucap Elang kekeh
"mas, nggak enak sama ana sama Tino kamu disini dulu aja, temen-temen kamu kan pada disini" ucap Mila sedikit memaksa , karena ia benar-benar butuh ruang sendiri.
"tapi mil-"
"malem ini aja, untuk hukuman kamu malem ini selesai" seru Mila.
"baiklah, ris antar kan ibu pulang hati-hati jangan ngebut. . . . tunggu saya sampai pulang" perintah Elang
Mila berpamitan pada semuanya, lalu berpamitan pada suaminya dan Elang mengecup kening Mila.
Mila pergi begitu saja dan disusul Aris dibelakangnya.
"aku mau ke toilet sebentar" pamit Renaldi pada teman-temannya.
"iya cepetan nal, abis ini kita pesta wine. . . ya kan Lang , kan istri Lo udah pulang" ucap Royan.
"terserah kalian, gue nggak minum" ucap Elang.
sedangkan Renaldi berlari dengan terburu-buru menuju parkiran. . . .
"Milaaaa. . . . ." akhirnya panggilan itu lolos juga dari mulutnya. dan ia menatap gadis yang berbalik padanya. . .
.
.
.
semangat votenya ya biar author semangat mikirnya. . . hehe nggak maksa kok buat yang suka sama Elang dan Mila saja 💋💋💋💋