
Mila memutuskan untuk pulang kerumahnya lebih awal sore ini ..
"bi ijah"
"eh , ibu sudah pulang"
"iya Bu, bapak sudah pulang?"
"belum Bu kayaknya"
"yaudah ,saya mau mandi dulu . . abis ini bibi istirahat saja ,saya mau masak sendiri buat bapak"
"siap Bu" ucap bi Ijah sambil memberikan hormat, lalu mereka berdua terkekeh bersama..
Mila memutuskan untuk memasak beberapa menu seafood , untuk membujuk elang.. meskipun dia sendiri tidak tau salahnya apa.
ia menyiapkan semuanya dimeja makan, Mila mondar-mandir menunggu Elang yang belum juga pulang. . padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
sampai Mila tertidur diatas meja makan dengan tangan yang menopang kepalanya..
ceklek. . .
Elang membuka pintu rumahnya, ia hendak naik ke lantai atas namun berbalik kembali melihat Mila yang tertidur di meja makan.
Elang memandangi wajah istrinya, kemudian menepuk-nepuk pundaknya,
Mila yang tersadar akan sentuhan seseorang mengerjapkan matanya. .
"udah pulang?" tanya Mila dengan suara seraknya
"Hem"
Mila melihat jam dinding didapur nya , ternyata sudah jam 12 malam..
"mas sudah makan belum, aku angetin dulu ya"
"nggak usah , aku mau tidur aja . . cepek"
kata Elang sambil berlalu, kecewa itulah yang dirasakan Mila saat ini.. ia sudah berusaha memasak dan menunggunya pulang, tapi Elang masih saja cuek.
Mila membersihkan makanannya dan mencuci piringnya, sesekali air mata membasahi pipinya..
ini baru pertama kali Elang bersikap begitu padanya, dalam hati Mila bertanya tanya. .
apakah Elang memang membencinya.
Mila melangkahkan kakinya menuju tempat tidurnya, ia menatap sendu Elang yang sudah terlelap disana, Elang tertidur memunggunginya.
Mila mencoba mendekatkan tubuhnya pada suaminya, ia merengkuh tubuh Elang dari belakang dan tangannya ia lingkaran ke perut suaminya itu, Mila merasa bersalah karena telah mencintainya sedalam ini. namun tetap saja ia tak berani mengatakannya, rasa gengsi nya mungkin lebih tinggi..
Elang membuka matanya, ia merasakan pelukan hangat seseorang. . sejujurnya Elang pura-pura tertidur hanya untuk menghindari Mila, tapi tak disangka Mila malah memeluknya dan sejujurnya saat ini ia ingin membalikkan badannya dan membalas pelukannya. namun ia tetap berusaha menahannya..
Elang merasakan nafas Mila sudah teratur itu menandakan istrinya sudah terlelap, tak lama kemudian
ponsel Mila terus bergetar sesekali Elang melirik ternyata nomor tak dikenal yang kemaren..
Elang yang mencoba mengabaikan kini geram ,karena berulang kali ponsel itu terus bergetar.
Elang tidak berniat mengangkatnya namun ia mematikan ponsel Mila.
ia kembali tertidur dan memeluk Mila, karena ia sudah tak kuasa menahannya. . dan karena Mila sudah terlelap jadi tidak apalah.
pukul tiga pagi. . .
kini ponsel kembali bergetar, bukan ponsel Mila memang, tapi ponsel suaminya.
kali ini Mila yang terbangun karena suara itu, sebelum itu ia tersenyum melihat Elang yang kini tengah memeluknya..
ia mengangkat tangan Elang dengan berhati-hati..
kemudian mendekati ponsel Elang yang terus berbunyi..
tertera nama Aris yang meneleponnya
"ada apa mas Aris telpon jam segini" gumam Mila
*hallo mas Aris , ada apa
mas elang masih tidur
APA*???!!!!!
Elang yang mendengar teriakan Mila langsung terbangun. "siapa" tanya Elang dengan mata yang masih mengantuk.
Mila yang masih kaget mencoba mengatur nafasnya "i ini mas kata mas Aris ,papah sama Oma kecelakaan" ucap Mila bergetar lalu menyerahkan ponselnya..
*halo ris
di RS mana?
iya aku kesana sekarang
mamah sudah disana
iya-iya*
Mila segera berganti pakaian "mas aku ikut"
"tapi"
"nggak ada tapi-tapian"
mereka berangkat kerumah sakit dini hari dengan terburu-buru.