
"jangan ganggu Nyonya Elang Suryo" tegas Elang
"buahahahha, jangan bercanda pak Elang, urusi saja simpanan anda" Leon menyeringai
Elang berdiri dan hampir melayangkan tinjunya pada Leon, namun Mila berhasil menahannya..
"kita pergi saja mas, sebelum kita sama gilanya dengan orang ini"
mereka melangkah pergi...
"apapun alasannya Emila akan menjadi milik saya pak Elang, anda siap-siap ke pengadilan" teriak Leon
Elang berbalik, namun ditahan oleh Antoni dan Aris yang berada dibelakangnya..
kini Elang berada di kamar Mila,
"sebenarnya apa hubungan mu dengan Leon" tanya Elang
"musuh bebuyutan" jawab Mila santai
"aku serius mil"
"dari dulu dia mengejarku dan ingin menikah dengan ku"
"apa alasan mu menolak nya"
"jelas! siapa yang mau dengan orang p*cik seperti dia, meskipun tidak terlihat Dimata umum .namun jelas-jelas aku melihatnya"
"oh jadi karena itu, kamu memilih menikah dengan ku"
"ehmmm , bisa dibilang begitu"
"atau kamu memilih menikah dengan Antoni"
seketika Mila menoleh"i itu hanya trik ku saja, bagaimana kamu tau?"
"bukan hal yang sulit"
setelah itu tidak ada lagi pembicaraan Elang tertidur di ranjangnya Mila, sedangkan Mila memilih berdandan untuk pesta perpisahan nanti malam..
.
.
malam hari..
Elang yang mengerjapkan matanya sedikit kaget melihat Mila yang sudah berdandan dan berdiri di depan kaca.
Elang duduk "mau kemana kamu"
Mila mengahadap kearah Elang "malam ini kan kita ada pesta perpisahan mas, kok lupa sih"
"itu baju nggak ada yang lebih bener lagi?"
"hah, maksudnya?"
"itu belahannya dipaha apa nggak kurang tinggi"
"ini yang namanya fashion mas"
"fashion apa mau pamer paha" jawab elang sinis
"sekalian kan paha aku juga bagus haha" canda Mila
brakkkk Elang membanting pintu
"apaan sih Elang, aneh banget" gerutu mila
sementara itu Elang memasuki kamarnya, ada Aris Yang sudah menunggu disana dari tadi..
Aris melihat wajah Elang yang kesal
"ada apa pak"
"disini ada toko pakaian nggak?"
"ini pakaian bapak sudah saya siapkan".
"bukan saya"
"hah?" Aris sedikit bingung
"Mila"
"kenapa pakaian Bu Mila pak?"
"dia selalu memakai pakaian yang kurang bahan ris, padahal dia sendiri punya butik"
"kurang bahan gimana sih pak?"
Elang tidak berminat melanjutkan bicaranya dan langsung memasuki kamar mandinya.
kini mereka semua menuju ke ruangan pesta yang sudah disediakan di hotel itu juga.
Mila datang bersama Antoni dibelakangnya. . .
dan para laki-laki menatap Mila dengan penampilannya yang cantik dan seksi itu berhasil menarik perhatian.
"wow, you so hot" bisik Leon yang tiba-tiba berada disampingnya
Antoni baru saja mengepalkan tangannya namun ditahan oleh Mila.
Mila tersenyum ke arah Leon "iya memang"
"temani saya satu malam saja , maka apapun untuk kamu, saham? uang? "
"simpan kekayaan anda pak Leon, saya sudah sangat kaya sekarang"
"buahahahha youre so cute, you have everything ini alasanku dari dulu tidak pernah rela melepasmu"
"jangan berbicara seolah kita pernah dekat , itu hanya cinta sepihak" Mila tersenyum licik
"kamu benar-benar menggoda"kata Leon
Sasa datang dari pintu utama dan melewati mereka
"urus wanitamu itu" bisik Mila
Leon sedikit kaget bagaimana Mila bisa tau kalo ia dekat dengan Sasa.
Mila pergi meninggalkannya dan bergabung dengan pengusaha-pengusaha lainya..
"oh ya an, urusi masalah Leon dan wanita itu"
"baik bu, sebenarnya kemaren pak Elang juga meminta saya tapi saya bilang akan melakukan jika ibu yang meminta.