Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
Misi berhasil


"takut nangis darah Lo sampe boking restoran ini" seru Royan ketika mendekati Mila dan Elang .


"gue nggak sepengecut itu kambing!" sentak Elang


"udah-udah makan dulu laper gue , Lo berdua b*cot mulu" ucap Tino mengambil satu piring kentang goreng didepan Mila.


Mila terus menatapnya, kemudian berganti menatap Elang "mas. . kentang goreng aku" rengek nya dengan wajah yang cemberut.


Elang memelototi Tino "kembalikan kentang goreng istri gue nyet!"


Tino menelan ludah nya kasar melihat raut wajah Elang yang tak bersahabat "yaelah. . nih . . kentang goreng aja kok" Tino mengembalikan nya.


"udah-udah kan Lo bisa makan yang lain tin" sela Al.


"anj*ng, ini kenapa pada ribut gara-gara kentang goreng sih" ucap Royan memanas.


"kita pesen makan dulu aja deh biar pada kuat nantinya " ejek tino pada Elang.


"cih, makan sana. . sepuas Lo" seru Elang


"asik-asik makan gratis" ucap Tino bersemangat


saat makan untungnya tidak ada banyak keributan dari mereka , suasana cukup tenang saat mereka memanjakan lidahnya dengan berbagai makanan yang memenuhi seisi meja.


"jadi gimana mil, lo udah mutusin" tanya Royan ketika mereka sudah menghabiskan semua makanan nya.


Mila menelan ludah nya kasar kemudian menatap Al dan Elang bergantian. .


"ehm . . ehm. . " Mila terlihat ragu berbicara


"santai aja mil, ngomong aja" ucap Tino


Mila menatap Elang "mas. . .maafin aku ya" ucapnya kemudian menunduk.


"jadi ini jawaban kamu!" ucap Elang yang langsung berdiri.


"mas. . ."


"terimakasih mil, semuanya sudah jelas" ucapnya kemudian melangkah meninggalkan mereka.


"Lo gimana sih mil!" seru Tino kaget melihat nya


"kan aku belum selesai bicara, ehm . . aku mau ngomong maafin aku karena harus memilih dia, gitu rencana ku" ucap Mila pura-pura sedih.


"Elang pasti salah paham" sahut Al


Royan berdecak "kok jadi gini sih , rencananya kan nggak gini bangs*t" kemudian mengusap rambutnya kasar.


Mila berdiri "aku harus kejar mas Elang, takutnya nanti dia berbuat yang tidak-tidak". ucapnya dengan nada cemas


Tino mengangguk setuju karena ia tahu bagaimana kondisi Elang saat Mila dengan Al. "cepetan kejar sana mil!"


"iya mil, Lo kejar besok kita semua bakal jelasin ke Elang"


Mila mengangguk kemudian hendak pergi. .


"mil. . " panggil al sehingga Mila menoleh


"hati-hati jangan lari" lanjutnya


"iya koh" ucap Mila kemudian berlalu. . .


"Lo kok masih aja sok perhatian sih nal" ucap Tino sinis , karena ia akan membela elang sebenarnya dalam hal apapun.


"dia lagi hamil" ucap Al datar.


Tino dan Royan membelalakkan matanya seketika "what hamil!" seru Royan tak percaya.


"a anak elang kan?" tanya Tino terbata


Al tersenyum kecil "yaiyalah gue juga belum ada sebulan tinggal disini. . . jangan ngawur"


"pasti Elang frustasi banget nyet, dia ngira bakal kehilangan Mila dan anaknya" ucap Royan menatap kosong.


.


.


.


Mila berlari kecil menuju mobil yang berada di depan restoran kemudian membuka pintu mobil itu dan masuk ke belakang.


"jangan lari yang!" seru Elang yang sudah menunggu


Mila nyengir kuda "hehe maaf mas".


"mereka percaya kan?" tanya Elang antusias


Mila mengangguk. . . "tos dulu dong"


kemudian tangannya disambut oleh Elang. mereka berdua tertawa mengingat ketiga laki-laki itu. "misi berhasil"


"ris Lo urus yang di dalem ya" ucap Elang pada Aris yang sedari tadi duduk di kursi depan.


"maaf ya mas Aris jadi ngerepotin". ucap Mila


"nggak papa saya senang bisa membantu dalam hal seperti ini" ucapnya kemudian pergi.


akhirnya Elang dan Mila pulang berdua dan Elang yang mengemudikan mobilnya. . .


.


.


.


Royan , Tino dan al menuruni tangga restoran itu sambil berbincang-bincang. . . namun mereka mengerutkan keningnya bingung saat melihat banyak anak kecil di lantai bawah restoran itu. .


tak lama kemudian tiga bapak-bapak datang menghampiri mereka. .


"pak saya ucapkan banyak terima kasih ya karena telah mengundang kita semua makan enak disini. . . anak-anak panti pada senang sekali karena mereka tidak pernah mengunjungi tempat seperti ini" ucap seorang bapak-bapak.


mereka bertiga saling bertatapan dengan bingung.


"i iya pak" ucap Al mengangkat bicara karena bapak-bapak itu menunggu jawaban dari mereka.


"kalo begitu kita permisi mau gabung sama anak-anak dulu"


"baik pak" sahut Al.


"ini maksudnya apa sih!" gerutu Royan kebingungan melihat begitu banyak anak kecil disini dan bapak-bapak itu mengucapkan terima kasih.


"mungkin udah dibayar Elang kali" jawab Tino santai


"yaudah ayo pulang aja" ucap Royan. . .


namun saat mereka mendekati pintu dan hendak keluar seorang kasir memanggil mereka bertiga hingga mereka membalikkan badannya "ada apa yan mbak" tanya Al.


"bill nya pak" ucap pelayan itu menyerahkan kertas yang begitu panjang.


"ma maksud nya mbak" tanya Tino kebingungan.


"kan baru dibayar dp nya pak. . . jadi itu tagihan yang harus dibayar"


"jadi belum dibayar!" ucap Royan tak santai.


"belum pak"


"tapi kita nggak pesen kok mbak juga nggak reservasi. . . coba dicek lagi deh" seru Al


"tapi KTP anda bertiga ada disini"


"bangs*t!, ini semua pasti kerjaan di Elang. . . tuh lihat Aris ada disini" ucap Royan yang melihat Aris di meja ujung Restoran.


"Ris!" panggil Tino.


merasa dirinya dipanggil Aris segera mendekati mereka "ada apa ya?"


"ini gimana sih , masa kita suruh bayarin bukannya Elang yang boking" ucap Tino


"saya tidak tahu , saya hanya disuruh memantau keadaan anak panti. . . pak Elang sudah pulang" jawab Aris santai


"sini , Lo pasti pegang black card nya Elang kan?" Tino mengadahkan tangannya meminta.


Aris menggelengkan kepalanya "di bawa Bu Mila"


"maaf pak harus dibayar secepatnya karena sebentar lagi restoran akan tutup. . . disana reservasi nya tertera nama bapak bertiga kok" sela waiters itu


Aris pergi begitu saja meninggalkan mereka. .


"eh ris , songong banget sih" ucap Tino heran melihat Aris yang cuek.


"yaudah ini mbak ATM saya, bagi 3 pembayaran nya" ucap Al menyerahkan sebuah kartu


Royan menghela nafas kasarnya "ini mbak" dan disusul dengan Tino.


"pokoknya besok pagi-pagi kita harus ke rumah Elang minta ganti rugi" ucap Royan, saat ini mereka berjalan menuju parkiran.


"kalo buat sedekah gapapa lah yan" sahut Al


"kita dikerjain tau sama Elang kita harus buat perhitungan" ucap Tino kesal


"tapi seharusnya tadi yang bayar banyak tuh Lo nyet, makan Lo paling banyak tau!" seru Royan


"apaan ini aja dompet gue udah nipis"


"HUH, DASAR ELANG SIALAN!"


.


.


.


tinggalkan jejak 💋💋💋