Elang Dan Emila

Elang Dan Emila
mencari celah


"jadi saya yakin, wanita itu menunggu bapak dikamarnya, saat itu saya memantau terus cctvnya . . . mungkin karena wanita itu juga tidak mungkin bisa menahannya. . namun setelah itu saya melihat pak Leon yang masuk kekamarnya" ucap Antoni.


"kita ikuti permainannya saja , seberapa jauh mereka akan menyerang" ucap Elang


Elang mengepalkan tangannya. . . Mila segera menggenggam tangan Elang "udah ,ayo turun nanti kita telat" kata Mila


mereka turun menggunakan lift dan bertemu Sasa yang sudah menunggu dilobi sedari tadi.


Mila tersenyum licik kearah Sasa yang memajang wajah polosnya itu "makasih buat semalam ya mas" cup... Mila mengecup pipi elang lalu pergi bersama Antoni.


Elang tersenyum tipis , ia tahu maksud Mila . . pasti Mila ingin Sasa mendengarnya. .raut wajahnya pun sudah berubah.


.


.


.


di ruang pertemuan yang sangat besar ini, perusahaan-perusahaan besar seluruh Asia yang membentuk sebuah organisasi..


mereka mendapatkan giliran satu persatu untuk promosi perusahaannya.


saat itu pembawa acara menyebutkan "Mawardi Utama Company from Indonesian, Mrs Emila Mawardi Utama as CEO"


Mila maju kedepan untuk presentasi "good morning Mr and Mrs . . .our company's vision and mission. . . thankyou"


semua orang bertepuk tangan.


"aku tidak tahu kalo Mila sehebat itu"kata Elang


"saya juga pak" jawab Aris tidak mengalihkan pandangannya dari Mila


"Bu Mila memang dari dulu seperti itu" sahut Antoni


"kenapa bukan dia saja yang memimpin an"


"sebenarnya memang saya akui kinerja Bu Mila lebih berpengaruh di perusahaan, tapi "


"tapi apa" tanya Elang


"maaf pak soal itu saya tidak bisa memberitahu lebih lanjut, bapak tanya ke Bu Mila langsung saja"


"an, apa kamu mau membantu aris menyelidiki masalah kemaren, berapapun saya bayar" kata Elang


"bukan masalah itu pak, saya hanya akan melakukan apapun jika itu perintah dari Mawardi Utama, bapak bicarakan saja dengan Bu Mila. .jika Bu Mila menyetujui , saya akan turun tangan"


Elang tersenyum "you are a profesional person, beritahu saya kalau kamu sudah bosan kerja di Mawardi Utama"


Antoni mengerutkan keningnya . .


"haha just kidding an"


"hehe iya pak" Antoni tersenyum dengan wajah kakunya itu.


tidak lama kemudian Mila juga ikut bergabung "harus kuakui caramu berbicara diatas sana diatas rata-rata mas"kata Mila


Elang pun sedikit bingung kenapa malah Mila yang memujinya , padahal dia juga dengan hebat berbicara disana.


"hem" Elang hanya tersenyum tipis.


setelah acara selesai mereka kembali kekamar masing-masing. . .


....


siang hari...


Antoni kekamar Mila,


"ada apa an"


"ibu mau makan siang bawah apa dikamar saja"


"dibawah saja an, aku bosan"


"baik bu"


mereka turun ke lantai bawah restoran di dalam hotel itu. .


Mila dan Antoni makan bersama, tiba-tiba Leon datang menghampiri..


"huh, mengotori udara saja" gumam Mila


"sedang makan apa nona cantik"kata Leon mengembangkan senyumnya


"apa matamu buta"


"aku rindu mulut pedasmu , apa aku boleh mengunjunginya"


Mila menatap tajam ke arah Leon


"iya kisses maksud ku"


"cih, aku benci mulut sampahmu le"


"entah mengapa hatiku masih bergetar saat kamu memanggil namaku, jangan-jangan kamu suka sama aku"


"shit"


Elang yang baru datang melingkarkan tangannya kebahu Mila , semua menatapnya.


"mas , nanti kalo Leon tau gimana?" bisik Mila pada Elang


"tentu dia sudah tau"kata Elang dengan santai


"wah wah wah , ada apa gerangan tua Elang Suryo bergabung dengan kita disini" kata Leon.